Arkeolog Temukan Kerangka Wanita Hamil Berusia 9.000 Tahun di Swedia

- Editorial Team

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi kerangka wanita hamil yang ada di Swedia. (AI)

Ilustrasi kerangka wanita hamil yang ada di Swedia. (AI)

Satuteks.com – Tim arkeolog berhasil menemukan kerangka seorang wanita hamil berusia sekitar 9.000 tahun di dalam sebuah gua di pulau kecil dekat Pulau Gotland, Swedia.

Penemuan langka ini didapatkan bersama kondisi janin yang masih terjaga dengan baik di dalam rahim kerangka tersebut.

Arkeolog independen terafiliasi Universitas Uppsala, Alexander Roesen Sjostrand, mengonfirmasi penemuan berharga ini setelah melakukan proses penggalian sejak 2023.

Menurutnya, kerangka wanita muda dari Zaman Batu ini dikuburkan dengan tata cara khusus di lapisan gua terdalam.

“Kami kini telah menemukan kerangka seorang wanita muda yang telah dikuburkan dengan cara tertentu. Terdapat janin yang kondisinya sangat terjaga dengan baik di dalam rahimnya,” ujar Sjostrand saat dikonfirmasi di lepas pantai Pulau Gotland, Swedia, Selasa (11/8/2026).

Sjostrand menjelaskan, tim peneliti memperkirakan jasad purba tersebut berasal dari rentang 7.000 hingga 10.000 tahun lalu.

Namun, berdasarkan analisis awal posisi penemuannya, usia kerangka itu kemungkinan besar mengarah pada angka 9.000 tahun.

Untuk memastikan estimasi tersebut, kerangka ini bakal segera menjalani pengujian penanggalan karbon secara detail. Proses ini dinilai krusial agar validitas usia spesimen dapat terukur secara ilmiah.

Penemuan wanita hamil di era lampau ini diyakini menjadi bukti kuat keberadaan manusia purba di wilayah tersebut.

Kehadiran mereka diindikasikan langsung menetap tak lama setelah daratan pulau itu muncul di Laut Baltik pasca-zaman es terakhir.

Sjostrand menegaskan, fenomena penemuan ini membuktikan bahwa kedatangan kelompok manusia di pulau tersebut bukanlah sekadar rombongan penjelajah yang melintas singkat.

Penemuan jasad ini dinilai efektif mengungkap pola mobilitas komunitas pemburu-pengumpul pada era purbakala.

“Ini sungguh menarik karena memberikan wawasan mengenai bagaimana penjelajahan dilakukan. Bagaimana orang-orang bepergian pada masa pemburu-pengumpul di Zaman Batu,” tutup Sjostrand.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Cara Tepat Memilih Ukuran Kail Berdasarkan Target Ikan
Rahasia Mengatur Drag Reel Pancing agar Senar Tidak Putus Saat Strike
Rahasia Menaklukan Monster Laut dengan Teknik Jigging Perairan Dalam
Pakar Prediksi El Nino 2026 Berpotensi Jadi yang Terkuat dalam 150 Tahun
Strategi Membaca Arus Air untuk Menemukan Spot Ikan Terbaik
Rahasia Casting Akurat bagi Angler Pemula di Segala Medan
Duel Teknik Memancing: Rahasia Sukses Bottom Fishing dan Surface Fishing
Strategi Jitu Memancing Ikan di Spot Karang Tanpa Takut Senar Putus
Tag :

Baca Juga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:30 WIB

Cara Tepat Memilih Ukuran Kail Berdasarkan Target Ikan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:43 WIB

Arkeolog Temukan Kerangka Wanita Hamil Berusia 9.000 Tahun di Swedia

Rabu, 5 Agustus 2026 - 14:31 WIB

Rahasia Mengatur Drag Reel Pancing agar Senar Tidak Putus Saat Strike

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 17:11 WIB

Rahasia Menaklukan Monster Laut dengan Teknik Jigging Perairan Dalam

Rabu, 29 Juli 2026 - 18:19 WIB

Pakar Prediksi El Nino 2026 Berpotensi Jadi yang Terkuat dalam 150 Tahun

Berita Terbaru

Ilustrasi petugas Bea Cukai memeriksa kontainer. (Dok. Bea Cukai)

Nasional

Bea Cukai Tindak Barang Impor Ilegal Senilai Rp27,339 Miliar

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:57 WIB