Satuteks.com – Anggota Komisi IX DPR RI Heru Tjahjono menilai regulasi ekspor dan impor pangan serta obat-obatan perlu dioptimalkan untuk memperkuat pengawasan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).
Menurutnya, langkah itu juga dapat memperkuat kapasitas BPOM dalam menjalankan tugas hingga ke berbagai daerah.
Heru menyampaikan pandangan tersebut usai Rapat Dengar Pendapat Komisi IX DPR RI bersama Kepala BPOM di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).
“Mengapresiasi hasil dari BPK tentunya, walaupun WTP mesti ada catatan-catatan yang harus diselesaikan. Jadi itu harus sudah diselesaikan agar tidak terjadi masalah,” ujarnya.
Menurut Heru, capaian BPOM yang kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) patut diapresiasi, tetapi seluruh catatan hasil pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) juga harus segera ditindaklanjuti sesuai ketentuan.
Ia menilai tindak lanjut atas catatan BPK penting dilakukan agar persoalan administratif maupun tata kelola tidak berkembang menjadi masalah pada masa mendatang.
Selanjutnya, Heru mengatakan BPOM memikul tanggung jawab besar dalam menjamin keamanan pangan dan obat yang beredar di Indonesia sehingga dukungan regulasi dinilai perlu terus diperkuat.
“Sampaikan kepada Komisi IX regulasi apa yang dibutuhkan agar BPOM bisa mendapatkan kontribusi dari sektor-sektor tersebut untuk menyelesaikan tahapan-tahapan dan tupoksi yang cukup banyak di daerah,” kata politikus Fraksi Partai Gerindra tersebut.
Menurut Heru, masih terdapat aktivitas pada sektor ekspor dan impor pangan maupun obat yang berpotensi memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara apabila didukung regulasi yang tepat.
Ia menjelaskan tambahan penerimaan tersebut dinilai dapat dimanfaatkan untuk memperkuat pengawasan peredaran pangan dan obat, meningkatkan pendampingan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendukung pelaksanaan tugas BPOM di daerah yang masih menghadapi keterbatasan anggaran.
“Seperti contohnya ekspor-impor untuk makanan olahan, udang yang setengah matang, ikan laut yang setengah matang yang diekspor maupun yang masuk,” ucapnya.
Heru juga berharap BPOM terus meningkatkan pengawasan terhadap produk yang beredar di masyarakat sekaligus memberikan perlindungan kepada pelaku UMKM yang telah memenuhi ketentuan.
“Makanan yang beredar di daerah harus diselamatkan. UMKM yang ada di daerah harus diselamatkan, walaupun anggaran BPOM saat ini masih terbatas,” pungkas Heru.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





