Bertemu Xi Jinping, Airlangga Nyatakan Indonesia Siap Kembangkan AI Global

- Editorial Team

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Indonesia Dukung Pembentukan WAICO untuk Tata Kelola AI Dunia.

Indonesia Dukung Pembentukan WAICO untuk Tata Kelola AI Dunia.

Satuteks.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menegaskan kesiapan Indonesia untuk membangun ekosistem kecerdasan artifisial (AI) global yang terbuka dan inklusif. Komitmen itu disampaikan saat berdialog dengan Presiden Republik Rakyat Tiongkok Xi Jinping dalam rangkaian World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai.

Menurut Airlangga, Indonesia mengapresiasi inisiatif Pemerintah Tiongkok membentuk World Artificial Intelligence Cooperation Organization (WAICO) serta kepercayaan yang diberikan kepada Indonesia sebagai salah satu negara pendiri organisasi tersebut.

“Kami menyampaikan salam dari Presiden Indonesia, Bapak Prabowo Subianto serta terima kasih kepada Pemerintah Tiongkok yang telah berinisiatif membentuk WAICO, dan mengajak Indonesia sebagai Founding Member States. Indonesia siap bekerjasama dengan WAICO untuk pengembangan ekosistem AI dunia,” saat menghadiri rangkaian WAIC 2026 di Shanghai, Jumat (17/7/2026).

Menurutnya, langkah Indonesia bergabung dalam WAICO merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pengembangan dan pemanfaatan teknologi AI di dalam negeri.

Ia menjelaskan, kolaborasi internasional dibutuhkan agar perkembangan AI mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat serta mendukung kemajuan teknologi yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan yang sama, Presiden Xi Jinping menilai pengembangan AI harus menjadi sarana untuk meningkatkan kesejahteraan manusia dan mendorong kemajuan bersama seluruh negara.

“Pengembangan AI tidak seharusnya menjadi ‘a solo performance’ oleh satu negara, melainkan ‘a symphony of global collaboration,” kata Xi Jinping.

Menurut Xi, pengembangan AI tidak boleh dimonopoli oleh satu negara sehingga diperlukan kerja sama global yang lebih kuat dalam pengembangan teknologi tersebut.

Ia menjelaskan, Tiongkok akan mengembangkan platform AI berbasis open source yang dapat dimanfaatkan dan dikembangkan secara kolaboratif oleh berbagai negara.

Selain itu, menurut Xi, Tiongkok juga akan menjalankan program peningkatan kapasitas bagi jutaan peserta dari berbagai negara dalam lima tahun mendatang guna memperluas akses teknologi sekaligus mengurangi kesenjangan digital.

Pada forum yang sama, Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres menyampaikan apresiasi atas pembentukan WAICO yang dinilai dapat menjadi wadah kerja sama internasional di bidang AI.

Menurut Guterres, organisasi tersebut diharapkan mampu mendorong pemanfaatan AI yang inklusif, bertanggung jawab, dan mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) bagi masyarakat dunia.

Komitmen Indonesia itu disebut sejalan dengan arahan Presiden Prabowo yang menempatkan transformasi digital dan penguasaan teknologi sebagai salah satu fondasi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta memperkuat daya saing nasional.

Sebagai konteks, WAICO dibentuk untuk memperkuat kerja sama internasional dan tata kelola global di bidang AI sekaligus memastikan teknologi tersebut berkembang secara aman, adil, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi dunia.

Selain Xi Jinping dan Antonio Guterres, sejumlah pemimpin negara turut menyampaikan pandangan dalam pembukaan WAIC 2026, termasuk Presiden Kazakhstan, Perdana Menteri Kamboja, dan Perdana Menteri Thailand yang menyoroti pentingnya kolaborasi AI global untuk mendukung pembangunan berkelanjutan dan kemakmuran bersama.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Bea Cukai Tindak Barang Impor Ilegal Senilai Rp27,339 Miliar
Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Kertajati Dinilai Strategis
DPR Dorong BPA Kejagung Pertahankan Nilai Aset Rampasan yang Masih Produktif
Komisi III DPR Dorong Badan Pemulihan Aset Berada di Luar Institusi Penegak Hukum
DPR Ingatkan Penyalahgunaan Kekuasaan Dalam Pembahasan RUU Perampasan Aset
Baleg DPR Minta Kewenangan Badan Reforma Agraria Diatur Tegas dalam RUU
Baleg DPR Soroti Tumpang Tindih Kewenangan Konsesi Lahan
Prabowo Perintahkan Usut Keterlibatan Korporasi dalam Kasus Karhutla

Baca Juga

Selasa, 22 September 2026 - 10:57 WIB

Bea Cukai Tindak Barang Impor Ilegal Senilai Rp27,339 Miliar

Rabu, 9 September 2026 - 04:31 WIB

Erupsi Anak Krakatau Ganggu Penerbangan, Kertajati Dinilai Strategis

Rabu, 9 September 2026 - 04:24 WIB

DPR Dorong BPA Kejagung Pertahankan Nilai Aset Rampasan yang Masih Produktif

Rabu, 9 September 2026 - 04:19 WIB

Komisi III DPR Dorong Badan Pemulihan Aset Berada di Luar Institusi Penegak Hukum

Selasa, 8 September 2026 - 01:03 WIB

DPR Ingatkan Penyalahgunaan Kekuasaan Dalam Pembahasan RUU Perampasan Aset

Berita Terbaru

Ilustrasi petugas Bea Cukai memeriksa kontainer. (Dok. Bea Cukai)

Nasional

Bea Cukai Tindak Barang Impor Ilegal Senilai Rp27,339 Miliar

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:57 WIB