Satuteks.com – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia memastikan stok bahan bakar minyak (BBM) dan LPG nasional tetap aman di tengah situasi geopolitik global yang belum stabil. Ia menyebut cadangan energi nasional masih berada di atas standar minimum yang ditetapkan pemerintah.
Bahlil menjelaskan kondisi konflik geopolitik, termasuk peperangan di kawasan Timur Tengah, terus menjadi perhatian pemerintah. Menurutnya, situasi tersebut belum berdampak pada ketersediaan BBM dan LPG dalam negeri.
“Kami juga melaporkan tentang geopolitik peperangan yang ada di Timur Tengah yang belum selesai tapi kami menyampaikan bahwa untuk stok BBM kita dan crude insyaallah di atas standar minimum nasional, termasuk kondisi LPG,” ujar Bahlil.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil saat pemerintah melakukan pemantauan terhadap kondisi energi nasional. Ia memastikan pasokan bahan bakar tetap dijaga agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi.
Selain memastikan ketersediaan stok, Bahlil menyebut pemerintah juga menjaga agar harga BBM dan LPG bersubsidi tidak mengalami perubahan. Menurutnya, keputusan tersebut telah ditetapkan untuk menjaga stabilitas bagi masyarakat.
“Kami dapat memastikan bahwa untuk harga BBM subsidi tidak ada kenaikan sesuai dengan apa yang sudah diputuskan. Jadi tidak ada kenaikan untuk BBM subsidi termasuk dalamnya adalah LPG subsidi,” tutur Bahlil.
Bahlil menambahkan, pemerintah juga memberikan perhatian khusus terhadap kebutuhan BBM bagi nelayan. Ia mengatakan Presiden mengarahkan agar pasokan bahan bakar untuk sektor tersebut tetap terjamin.
“Bapak Presiden arahkan adalah terkait dengan BBM yang untuk nelayan, yang harus kita perhatikan betul agar mereka bisa menjalankan usahanya,” kata Bahlil.
Di sisi lain, harga minyak mentah dunia masih mengalami pergerakan yang cukup dinamis sepanjang tahun ini. Harga minyak sempat menembus level US$100 per barel sebelum turun ke kisaran US$70-an per barel.
Pergerakan harga minyak kembali meningkat hingga menyentuh US$96,78 per barel pada 24 Juli. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat pemerintah terus memantau stabilitas energi nasional.
Berdasarkan data Refinitiv pada pukul 09.05 WIB, harga minyak Brent berada di level US$87,86 per barel atau turun 0,57% dibandingkan penutupan sebelumnya sebesar US$88,36 per barel. Sementara itu, minyak West Texas Intermediate (WTI) turun 0,77% menjadi US$81,97 per barel dari US$82,61 per barel.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





