Satuteks.com – Kementerian Agama (Kemenag) menggelar Gerakan Bersih-Bersih Masjid Nasional pada 10 Agustus 2026.
Aksi massal ini diselenggarakan secara serentak di pelbagai wilayah Indonesia sebagai rangkaian peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam, Abu Rokhmad menjelaskan, pembukaan acara tersebut bakal dipusatkan di Masjid Fatahillah, Balai Kota Jakarta.
Menurutnya, partisipasi masyarakat cukup tinggi karena ratusan rumah ibadah sudah terdaftar sejak hari pertama.
“Menindaklanjuti arahan Menteri Agama Bapak Nasaruddin Umar, Ditjen Bimas Islam melaksanakan Gerakan Bersih-Bersih Masjid (Geber Masjid) secara nasional pada 10 Agustus 2026. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya kita memeriahkan HUT ke-81 Republik Indonesia dengan aksi nyata menjaga kebersihan dan kenyamanan masjid sebagai pusat ibadah dan pemberdayaan umat,” kata Abu Rokhmad.
Gerakan ini digulirkan guna mendorong masyarakat menjaga sanitasi tempat ibadah sekaligus memperkuat fungsi masjid. Selain itu, kegiatan tersebut dirancang agar rumah ibadah bisa menjadi ruang pembinaan aktivitas sosial.
Pelaksanaan program ini ditujukan untuk merealisasikan Surat Edaran Dirjen Bimas Islam Nomor 4 Tahun 2026. Langkah strategis ini juga dioptimalkan demi mendukung penuh Program Kemenag ASRI di seluruh daerah.
Kesadaran kolektif warga diharapkan dapat terbangun secara berkelanjutan lewat keterlibatan jajaran Kanwil Kemenag, KUA, hingga pengurus masjid. Edukasi ini dinilai efektif untuk memperluas jangkauan aksi kebersihan di tingkat tapak.
“Kami berharap gerakan ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi budaya bersama dalam merawat masjid. Masjid yang bersih dan nyaman akan membuat jamaah semakin khusyuk beribadah sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai pusat kegiatan keagamaan dan sosial kemasyarakatan,” lanjut Abu Rokhmad.
Kemenag menargetkan pengurangan kantong plastik sekali pakai serta terciptanya ruang ibadah yang aman dan sehat. Sinergi antara pemerintah dan para pemangku kepentingan dipandang bakal makin solid melalui program ini.
Secara teknis, aksi bersih-bersih area masjid akan dibarengi dengan pengelolaan sampah dan penghijauan lingkungan.
Penghematan daya listrik serta air bersih juga diterapkan sebagai fondasi tata kelola kawasan ibadah yang ramah lingkungan.
Melalui kegiatan ini, Kemenag mengajak seluruh pengurus masjid, penyuluh agama, KUA, dan masyarakat untuk menjadikan kebersihan sebagai bagian dari budaya memakmurkan masjid.
Sebagai informasi, pendataan peserta Geber Masjid 2026 dilakukan secara daring dengan fasilitas sertifikat bagi pengelola yang terdaftar.
Terhitung pada hari pertama pendaftaran dibuka, sebanyak 611 masjid telah tercatat, dengan keterlibatan terbanyak berasal dari Jawa Timur yakni 297 lokasi.
Giat bersih-bersih tempat ibadah ini direncanakan berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB di seluruh pelosok negeri.
Langkah ini diposisikan sebagai aksi konkret Kemenag dalam menghadirkan sarana ibadah yang asri dan memberi manfaat nyata bagi publik.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





