Baleg DPR Sepakati RUU Satu Data Indonesia Jadi Usul Inisiatif DPR

- Editorial Team

Kamis, 16 Juli 2026 - 01:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Ketua Baleg DPR RI Sturman Panjaitan. (Dok. DPR RI)

Wakil Ketua Baleg DPR RI Sturman Panjaitan. (Dok. DPR RI)

Satuteks.com – Badan Legislasi (Baleg) DPR RI menyepakati Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Satu Data Indonesia sebagai RUU Usul Inisiatif DPR. Regulasi ini disiapkan untuk membangun sistem data nasional yang terintegrasi demi mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.

Kesepakatan tersebut diambil dalam rapat pleno di Ruang Rapat Baleg, Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026), dan Wakil Ketua Baleg DPR RI Sturman Panjaitan menyatakan regulasi itu menjadi langkah penting memperkuat tata kelola data nasional.

“Data itu adalah ukuran dari suatu kesejahteraan. Di situ terlihat bagaimana jumlah penduduknya, masyarakat yang miskin berada di mana, tingkat penghasilannya bagaimana. Semua data itu harus tepat dan selalu di-update,” ujar Sturman dalam rapat pleno di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7/2026).

Menurut Sturman, data yang akurat memudahkan pemerintah menentukan prioritas pembangunan sesuai kebutuhan masyarakat di berbagai daerah.

Ia menjelaskan, penyusunan kebijakan pembangunan infrastruktur, pengelolaan sumber daya alam, hingga program kesejahteraan akan lebih terarah jika didukung basis data yang sama dan selalu diperbarui.

“Dengan demikian pemerintah dapat membuat perencanaan pembangunan, mana yang menjadi prioritas dan mana yang kurang prioritas. Data sekarang bukan lagi sekadar angka-angka, tetapi menjadi fungsi untuk membangun suatu negara yang berdaulat. Makanya data kita harus berdaulat,” tegasnya.

Selanjutnya, Sturman mengatakan RUU Satu Data Indonesia juga dirancang untuk memperkuat pengelolaan data geospasial dan data sektoral sehingga seluruh instansi memiliki acuan yang seragam dalam menentukan kebutuhan pembangunan.

Menurutnya, kebutuhan pembangunan, mulai dari luas lahan pertanian, panjang garis pantai, kondisi sungai, kawasan rawan bencana, hingga kebutuhan pupuk, memerlukan data yang akurat agar tidak terjadi perbedaan informasi.

“Kita membutuhkan data luas sawah, panjang pantai, sungai, kawasan rawan, sampai kebutuhan pupuk berdasarkan data yang akurat, bukan data yang berbeda-beda. Dengan data itulah pemerintah bisa membangun untuk kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Meski demikian, Sturman mengakui penerapan sistem satu data nasional tidak dapat diselesaikan dalam waktu singkat karena membutuhkan proses yang panjang dan konsisten.

Ia mencontohkan Denmark yang memerlukan sekitar 15 tahun untuk menyempurnakan sistem satu data, meski jumlah penduduknya jauh lebih sedikit dibandingkan Indonesia.

“Namun dengan kerja keras, kerja cerdas, dan kerja ikhlas, tidak ada yang mustahil,” pungkas Sturman.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

SBY Dipastikan Absen Sidang Tahunan MPR RI Karena Jalani Pemeriksaan Kesehatan di AS
DPR Desak Kemenhut Memperkuat Langkah Pencegahan Karhutla
Tokoh Nasional Hadiri Acara Peringatan Milangkala Kadua Majelis Musyawarah Sunda
Kemenag Gelar Gerakan Bersih-Bersih Masjid Nasional untuk Memeriahkan HUT Ke-81 RI
Pemerintah Diminta Perbarui Strategi Cegah Modus Baru TPPO Berkedok Wisata ke Kamboja
Komisi III DPR Pastikan Isu Surat Presiden Pergantian Kapolri Hoaks
Bareskrim Polri Gagalkan Sindikat Peredaran Narkoba, Barbuk 86,4 Kilogram Sabu Disita
Puan Maharani Soroti Lemahnya Standar Keselamatan Transportasi Laut Nasional
Tag :

Baca Juga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:01 WIB

SBY Dipastikan Absen Sidang Tahunan MPR RI Karena Jalani Pemeriksaan Kesehatan di AS

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:04 WIB

DPR Desak Kemenhut Memperkuat Langkah Pencegahan Karhutla

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Tokoh Nasional Hadiri Acara Peringatan Milangkala Kadua Majelis Musyawarah Sunda

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:56 WIB

Kemenag Gelar Gerakan Bersih-Bersih Masjid Nasional untuk Memeriahkan HUT Ke-81 RI

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Pemerintah Diminta Perbarui Strategi Cegah Modus Baru TPPO Berkedok Wisata ke Kamboja

Berita Terbaru

Hacker Korut Rancang AI untuk Otomatisasi Serangan Siber. (Foto: Pexels)

Teknologi

Hacker Korut Rancang AI untuk Otomatisasi Serangan Siber

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:05 WIB

Meta Rilis AI Muse Glimmer. (MarkTechPost)

Teknologi

Meta Rilis AI Muse Glimmer, Bisa Akses Tanpa Internet

Selasa, 11 Agu 2026 - 15:05 WIB