Satuteks.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) merancang platform digital superapp berbasis big data demi menyatukan seluruh jaringan transportasi penumpang dan logistik secara nasional.
Terobosan ini diambil pemerintah sebagai solusi konkret dalam mengikis ketimpangan integrasi layanan antarmoda di berbagai pelosok daerah.
Direktur Jenderal Integrasi Transportasi dan Multimoda Kemenhub, Mohamad Risal Wasal mengungkapkan tantangan konektivitas saat ini terletak pada kualitas keterpaduan armada yang belum optimal.
Menurutnya, persoalan utama yang kerap memicu hambatan distribusi di kawasan terpencil adalah ketidaksesuaian jadwal operasional antarpenyedia jasa.
“Konektivitas mungkin sudah terjadi, integrasi mungkin sudah berjalan, tetapi kualitasnya yang belum sepenuhnya ada. Masih ada gap jadwal antara kedatangan barang dengan kapal atau jadwal produksi yang belum nyambung,” ujar Risal dalam paparannya di acara Seminar Nasional Masyarakat Transportasi Indonesia 2026, Jakarta Pusat, Selasa (4/8/2026).
Ia menerangkan bahwa sistem terpadu tersebut bakal menghimpun informasi secara real-time mengenai pasokan, permintaan, hingga aktivitas operasional seluruh armada darat, laut, udara, dan kereta api.
Melalui ekosistem terdigitalisasi ini, masyarakat maupun pelaku bisnis disebutnya dapat menikmati kemudahan perencanaan rute, pemesanan tiket terpadu, hingga akses moda on-call.
“Superapp dan big data ini memastikan bahwa kemudahan layanan transportasi bisa dirasakan langsung. Kalau ada potensi barang atau penumpang di suatu daerah, sistem ini akan membantu menemukan moda transportasi terdekat yang bisa digunakan sehingga tidak ada lagi daerah yang terisolasi dari jaringan logistik kita,” terangnya.
Ia menegaskan kemudahan akses teknologi ini sengaja dirancang agar mampu menjangkau wilayah tertinggal, terdepan, terluar, dan perbatasan (3TP).
Risal menambahkan bahwa konsep pelayanan tersebut disiapkan untuk menopang skema hub and spoke yang memanfaatkan inovasi terkini seperti drone kargo di pulau-pulau terpencil Indonesia timur.
Pemanfaatan teknologi canggih ini dinilainya bakal memperlancar distribusi komoditas lokal sehingga mampu mendongkrak nilai tambah produk serta menggerakkan roda ekonomi nasional.
Pengembangan sistem logistik terpadu di kawasan 3TP ini juga ditujukan untuk menggali potensi ekonomi daerah yang selama ini terhambat akses moda transportasi.
“Daerah 3TP ini bukan daerah miskin, melainkan wilayah yang selama ini belum terlayani sistem transportasinya dengan baik. Produk unggulan mereka sangat luar biasa, seperti sektor perikanan. Dengan konsep ini, kami ingin memastikan produk dari hulu ke hilir bisa keluar dan didistribusikan sehingga mampu memicu pertumbuhan ekonomi setempat,” tutur Risal.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





