Komisi II DPR Siapkan Skema Baru Hubungan Fiskal Pusat dan Daerah

- Editorial Team

Rabu, 29 Juli 2026 - 12:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda. (Dok. DPR RI)

Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda. (Dok. DPR RI)

Satuteks.com – Komisi II DPR RI akan membahas skema baru hubungan fiskal antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk merespons tekanan keuangan yang masih dialami sejumlah daerah.

Pembahasan tersebut akan difokuskan pada reformulasi Transfer Keuangan Daerah (TKD) serta skema pembiayaan gaji aparatur sipil negara (ASN) pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK).

Ketua Komisi II DPR RI, M. Rifqinizamy Karsayuda mengatakan, pembahasan itu akan digelar dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dan Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) bersama Menteri Dalam Negeri serta kepala daerah se-Indonesia pada Kamis (30/7/2026), meski DPR sedang memasuki masa reses atas persetujuan Pimpinan DPR RI.

“Daerah yang masuk kategori sangat urgen dan urgen dinilai memerlukan relaksasi kebijakan TKD,” kata Rifqi dalam keterangan tertulis, Rabu (29/7/2026).

Menurut Rifqi, Komisi II DPR akan mengelompokkan daerah berdasarkan tingkat kemandirian fiskal, mulai dari kategori sangat urgen, urgen, hingga daerah yang sudah mandiri secara fiskal.

Ia menjelaskan, hasil klasterisasi tersebut akan menjadi dasar pembahasan untuk menentukan formulasi kebijakan Transfer Keuangan Daerah yang lebih sesuai dengan kondisi masing-masing wilayah.

Selain membahas TKD, Komisi II DPR juga akan mengkaji kebijakan mengenai upah pungut, pajak daerah, retribusi daerah, serta instrumen lain yang menurut Rifqi dapat memperkuat Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menurutnya, peningkatan aktivitas ekonomi di daerah dinilai mampu memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan ekonomi nasional sehingga penguatan kapasitas fiskal daerah menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut.

Komisi II DPR juga menyoroti besarnya belanja pegawai di pemerintah daerah, khususnya pembayaran gaji ASN PPPK yang masih dibebankan kepada APBD.

Berdasarkan hasil asesmen Komisi II DPR, sekitar 39 kabupaten dan kota diperkirakan masih memerlukan dukungan pembiayaan dari APBN untuk memenuhi kebutuhan tersebut.

“Seperti apa model dukungannya, apakah melalui penambahan Transfer Keuangan Daerah, perluasan atau penambahan Dana Alokasi Umum (DAU) sebagai sumber pembiayaan gaji PPPK daerah, akan kami bahas dan formulasikan dalam RDP dan RDPU,” jelas legislator Fraksi Partai NasDem tersebut.

Rifqi mengatakan pembahasan itu bertujuan menjaga hubungan fiskal antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah agar tetap berjalan optimal di tengah tekanan ekonomi global.

“Dengan demikian, penyelenggaraan pemerintahan di daerah diharapkan tetap mampu menghasilkan aktivitas pembangunan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” pungkas Rifqi.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

SBY Dipastikan Absen Sidang Tahunan MPR RI Karena Jalani Pemeriksaan Kesehatan di AS
DPR Desak Kemenhut Memperkuat Langkah Pencegahan Karhutla
Tokoh Nasional Hadiri Acara Peringatan Milangkala Kadua Majelis Musyawarah Sunda
Kemenag Gelar Gerakan Bersih-Bersih Masjid Nasional untuk Memeriahkan HUT Ke-81 RI
Pemerintah Diminta Perbarui Strategi Cegah Modus Baru TPPO Berkedok Wisata ke Kamboja
Komisi III DPR Pastikan Isu Surat Presiden Pergantian Kapolri Hoaks
Bareskrim Polri Gagalkan Sindikat Peredaran Narkoba, Barbuk 86,4 Kilogram Sabu Disita
Puan Maharani Soroti Lemahnya Standar Keselamatan Transportasi Laut Nasional
Tag :

Baca Juga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:01 WIB

SBY Dipastikan Absen Sidang Tahunan MPR RI Karena Jalani Pemeriksaan Kesehatan di AS

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:04 WIB

DPR Desak Kemenhut Memperkuat Langkah Pencegahan Karhutla

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Tokoh Nasional Hadiri Acara Peringatan Milangkala Kadua Majelis Musyawarah Sunda

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:56 WIB

Kemenag Gelar Gerakan Bersih-Bersih Masjid Nasional untuk Memeriahkan HUT Ke-81 RI

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Pemerintah Diminta Perbarui Strategi Cegah Modus Baru TPPO Berkedok Wisata ke Kamboja

Berita Terbaru

Hacker Korut Rancang AI untuk Otomatisasi Serangan Siber. (Foto: Pexels)

Teknologi

Hacker Korut Rancang AI untuk Otomatisasi Serangan Siber

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:05 WIB

Meta Rilis AI Muse Glimmer. (MarkTechPost)

Teknologi

Meta Rilis AI Muse Glimmer, Bisa Akses Tanpa Internet

Selasa, 11 Agu 2026 - 15:05 WIB