Komisi VII DPR Fokus Perkuat Aturan Kawasan Industri Lewat Masukan Pelaku Usaha

- Editorial Team

Selasa, 21 Juli 2026 - 04:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua Tim Panja RUU Kawasan Industri Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay. (Dok. DPR RI)

Ketua Tim Panja RUU Kawasan Industri Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay. (Dok. DPR RI)

Satuteks.com – Komisi VII DPR RI menyerap masukan dari pengelola Millennium Industrial Estate di Banten untuk memperkuat Rancangan Undang-Undang Kawasan Industri. Kunjungan itu dilakukan guna menyusun regulasi yang lebih sesuai dengan kebutuhan sektor industri nasional.

Ketua Tim Panja RUU Kawasan Industri Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Daulay menjelaskan, kunjungan lapangan dilakukan setelah tahapan awal penyusunan regulasi di tingkat pusat rampung sehingga aspirasi pelaku usaha dapat dihimpun secara langsung.

“Sekarang Komisi VII sudah membentuk Panja Rancangan Undang-Undang Kawasan Industri. Di dalam pekerjaan itu, kita sudah memanggil badan keahlian DPR, tenaga ahli, dan kita juga sudah berdiskusi dan menyusun naskah akademik daripada undang-undang itu.” ujar Saleh saat diwawancarai Parlementaria di Kawasan Millennium Industrial Estate, Banten, Senin (20/7/2026).

Tim Panja kemudian berdialog dengan jajaran direksi PT Bumi Citra Permai Tbk selaku pengelola Millennium Industrial Estate untuk mendalami berbagai persoalan operasional yang dihadapi kawasan industri.

Menurut Saleh, pembahasan tersebut mencakup tantangan penyediaan infrastruktur, pembebasan lahan, hingga sinkronisasi tata ruang daerah agar dapat menjadi bahan penyempurnaan substansi RUU Kawasan Industri.

“Kita datang ke tempat ini, Millennium Industrial Estate kita mau dengar kira-kira mereka ini apa yang ingin mereka dapatkan dari undang-undang ini nanti, apa kendala yang dihadapi, serta bagaimana keinginan mereka pemerintah ikut berpartisipasi dalam membina mereka.” kata Saleh.

Selain membahas aspek operasional, Panja juga menyoroti kontribusi pengelola kawasan industri terhadap masyarakat sekitar, terutama terkait pelaksanaan Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) serta penyerapan tenaga kerja lokal.

Menurut Saleh, pelaksanaan TJSL harus dijalankan secara konsisten karena kewajiban tersebut telah diatur dalam ketentuan yang berlaku sehingga implementasinya perlu terus diawasi.

“Kalau TJSL itu atau tanggung jawab sosial itu, itu sudah ada undang-undangnya; jadi kalau dia tidak mengerjakan, itu berarti dia selama ini berarti melanggar itu dan itu yang mesti harus kita ingatkan supaya berkali-kali itu jangan sampai dilepaskan.” tegas Saleh.

Ia menambahkan, Panja ingin mempertegas instrumen pengawasan dan mekanisme sanksi yang berkeadilan melalui RUU Kawasan Industri agar program tanggung jawab sosial benar-benar menyentuh sektor pendidikan dan kesehatan.

“Mestinya yang penting itu pendidikanlah, kesehatan gitu, itu kan penting, dan mestinya itu yang disesuaikan; jangan sampai serba ada seakan-akan sudah lepas tanggung jawab, enggak, jangan begitu.” ujar Saleh.

Dalam kunjungan tersebut, Panja juga membahas penerapan konsep industri hijau serta pengelolaan lingkungan dan sampah secara terpadu sebagai bagian dari arah pengembangan kawasan industri ke depan.

“Undang-undang ini harus bisa betul-betul menjaga green industri, malah justru akan semakin diarahkan kepada itu karena sekarang orientasi Indonesia kan arahnya ke situ.” tutup Saleh.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

SBY Dipastikan Absen Sidang Tahunan MPR RI Karena Jalani Pemeriksaan Kesehatan di AS
DPR Desak Kemenhut Memperkuat Langkah Pencegahan Karhutla
Tokoh Nasional Hadiri Acara Peringatan Milangkala Kadua Majelis Musyawarah Sunda
Kemenag Gelar Gerakan Bersih-Bersih Masjid Nasional untuk Memeriahkan HUT Ke-81 RI
Pemerintah Diminta Perbarui Strategi Cegah Modus Baru TPPO Berkedok Wisata ke Kamboja
Komisi III DPR Pastikan Isu Surat Presiden Pergantian Kapolri Hoaks
Bareskrim Polri Gagalkan Sindikat Peredaran Narkoba, Barbuk 86,4 Kilogram Sabu Disita
Puan Maharani Soroti Lemahnya Standar Keselamatan Transportasi Laut Nasional
Tag :

Baca Juga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:01 WIB

SBY Dipastikan Absen Sidang Tahunan MPR RI Karena Jalani Pemeriksaan Kesehatan di AS

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:04 WIB

DPR Desak Kemenhut Memperkuat Langkah Pencegahan Karhutla

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:59 WIB

Tokoh Nasional Hadiri Acara Peringatan Milangkala Kadua Majelis Musyawarah Sunda

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:56 WIB

Kemenag Gelar Gerakan Bersih-Bersih Masjid Nasional untuk Memeriahkan HUT Ke-81 RI

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:43 WIB

Pemerintah Diminta Perbarui Strategi Cegah Modus Baru TPPO Berkedok Wisata ke Kamboja

Berita Terbaru

Hacker Korut Rancang AI untuk Otomatisasi Serangan Siber. (Foto: Pexels)

Teknologi

Hacker Korut Rancang AI untuk Otomatisasi Serangan Siber

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:05 WIB

Meta Rilis AI Muse Glimmer. (MarkTechPost)

Teknologi

Meta Rilis AI Muse Glimmer, Bisa Akses Tanpa Internet

Selasa, 11 Agu 2026 - 15:05 WIB