Paus Bungkuk Sepanjang 7 Meter Mati Setelah Terdampar di Perairan Dangkal Jembrana Bali

- Editorial Team

Sabtu, 18 Juli 2026 - 01:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Paus Bungkuk Sepanjang Tujuh Meter Mati Setelah Terdampar di Perairan Dangkal Jembrana Bali. (Dok. KKP)

Paus Bungkuk Sepanjang Tujuh Meter Mati Setelah Terdampar di Perairan Dangkal Jembrana Bali. (Dok. KKP)

Satuteks.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama tim gabungan langsung bergerak cepat mengeksekusi penanganan terhadap seekor paus bungkuk (Megaptera novaeangliae) yang terdampar di pesisir Pantai Perancak, Kabupaten Jembrana, Provinsi Bali.

Aksi penyelamatan terpadu ini digulirkan demi mengembalikan mamalia laut yang dilindungi tersebut menuju wilayah perairan yang lebih dalam.

Langkah evakuasi massal ini diklaim tetap mengedepankan prinsip kesejahteraan satwa beserta keselamatan para personel di lapangan.

“Kolaborasi ini mencerminkan kepedulian bersama terhadap konservasi mamalia laut. Setiap kejadian keterdamparan juga menjadi pembelajaran penting untuk memperkuat koordinasi, meningkatkan kapasitas penanganan, serta menambah data ilmiah yang mendukung upaya konservasi mamalia laut di Indonesia,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara di Jakarta, Jumat (17/7/2026).

Koswara menjelaskan bahwa mamalia besar ini awalnya dijumpai oleh nelayan setempat pada Selasa (14/7/2026) sekitar pukul 11.00 WITA.

Menurutnya, informasi tersebut direspons cepat oleh Balai Pengelolaan Kelautan (Balai PK) Denpasar yang langsung memberikan panduan teknis operasional.

Ia menambahkan, identifikasi awal di lokasi menunjukkan satwa berjenis paus bungkuk tersebut memiliki panjang tubuh mencapai 7,7 meter.

Petugas di lapangan menilai kondisi awal satwa masih dalam keadaan hidup dan tidak memperlihatkan adanya luka luar pada tubuhnya.

Pihak Balai PK Denpasar menyebut tim gabungan bersama warga sempat mencoba menuntun paus itu kembali ke area laut dalam.

Namun, penyusutan air laut yang berlangsung cepat dan kontur pantai yang landai dinilai menjadi penghambat utama proses penyelamatan.

Kondisi alam yang kurang mendukung tersebut akhirnya membuat sang paus dinyatakan mati pada hari yang sama sekitar pukul 14.00 WITA.

Kepala Balai PK Denpasar, Getreda Melsina Hehanussa menyatakan, penanganan bangkai satwa dilakukan lewat sinergi bersama unsur TNI AL, Polairud, BKSDA Bali, hingga Yayasan Jaringan Satwa Indonesia (JSI).

Getreda menyebutkan, seluruh pihak terkait sepakat memilih opsi penguburan untuk mengeksekusi bangkai mamalia besar tersebut.

Ia menegaskan, proses penguburan baru dilaksanakan setelah tim ahli dari JSI merampungkan tindakan nekropsi pada tubuh paus.

Prosedur nekropsi ini dipandang krusial guna menjaring data ilmiah sekaligus melacak pemicu utama kematian satwa.

Pihak laboratorium dilaporkan masih memeriksa sampel biologis paus bungkuk tersebut secara intensif hingga saat ini.

Dalam konteks global, perairan Indonesia berkedudukan sebagai Alur Laut Kepulauan yang krusial bagi rute migrasi berkala satwa besar ini.

Regulasi nasional menetapkan seluruh spesies paus berstatus dilindungi penuh, sementara hukum internasional memasukkannya dalam Appendix I CITES serta Appendix I dan II CMS.

Melalui momentum ini, KKP mengimbau warga untuk segera mengontak unit pelaksana teknis terdekat apabila melihat fenomena serupa di pesisir.

Kebijakan perlindungan keanekaragaman hayati ini disebut selaras dengan visi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam mengawal program ekonomi biru, pungkas Koswara.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Gubernur Pramono Anung Pastikan Data Perpajakan Aman Usai Gedung Bapenda Terbakar
Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar, Layanan Otomatis Lampu Merah Terpaksa Diatur Manual
Petugas Damkar Sisir Gedung Bapenda DKI Jakarta Cegah Api Menyala Kembali
Satresnarkoba Polres Metro Bekasi Tangkap Pengedar Tramadol di Cikarang Utara
Polresta Bandung Sita Ribuan Knalpot Brong Selama Periode Juli-Agustus 2026
Polisi Gagalkan Penyelundupan Ratusan Botol Miras di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate
Pria Tanpa Identitas Ditemukan Meninggal di Tepi Jalan Desa Luwungragi Brebes
Pemprov DKI Jakarta Resmi Mulai Pembangunan Pedestrian Deck Dukuh Atas
Tag :

Baca Juga

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Gubernur Pramono Anung Pastikan Data Perpajakan Aman Usai Gedung Bapenda Terbakar

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:54 WIB

Gedung Bapenda DKI Jakarta Terbakar, Layanan Otomatis Lampu Merah Terpaksa Diatur Manual

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:52 WIB

Petugas Damkar Sisir Gedung Bapenda DKI Jakarta Cegah Api Menyala Kembali

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:24 WIB

Satresnarkoba Polres Metro Bekasi Tangkap Pengedar Tramadol di Cikarang Utara

Senin, 3 Agustus 2026 - 22:07 WIB

Polresta Bandung Sita Ribuan Knalpot Brong Selama Periode Juli-Agustus 2026

Berita Terbaru

Hacker Korut Rancang AI untuk Otomatisasi Serangan Siber. (Foto: Pexels)

Teknologi

Hacker Korut Rancang AI untuk Otomatisasi Serangan Siber

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:05 WIB

Meta Rilis AI Muse Glimmer. (MarkTechPost)

Teknologi

Meta Rilis AI Muse Glimmer, Bisa Akses Tanpa Internet

Selasa, 11 Agu 2026 - 15:05 WIB