Satuteks.com – Tim dokter Medanta Noida di India berhasil menangani kasus kanker usus kecil yang tergolong sangat langka pada seorang wanita lansia berusia 76 tahun.
Sebelumnya, pasien lansia tersebut sempat mengeluhkan lemas luar biasa, perut tidak nyaman, hingga berulang kali muntah dan pingsan.
“Adenokarsinoma jejunum adalah jenis kanker yang sangat jarang terjadi,” ujar Direktur Bedah GI dan Onkologi GI Medanta Noida India, Dr Vivek Tandon, dikutip dari Times of India.
Pemeriksaan awal menunjukkan bahwa pasien mengalami anemia berat akibat perdarahan internal yang terjadi secara terus-menerus di dalam tubuhnya.
Menurut tim medis, kondisi pendarahan tersebut membuat sang pasien harus menjalani beberapa kali transfusi darah untuk menstabilkan keadaannya.
Pemeriksaan lanjutan menggunakan PET-CT scan akhirnya mendeteksi tumor di area fleksura duodenojejunal, yaitu batas antara usus dua belas jari dan usus kosong.
Evaluasi medis menemukan tumor itu tidak hanya menyumbat sebagian saluran pencernaan, tetapi juga telah menjalar ke area usus besar di sekitarnya.
Selain itu, tim medis menemukan dua nodul kecil di organ hati yang menandakan adanya penyebaran atau metastasis kanker.
Atas pertimbangan risiko perdarahan berulang dan penyumbatan usus, tim gabungan lintas spesialisasi sepakat mengambil tindakan operasi besar.
Saat pembedahan berlangsung, tim ahli bedah menemukan tumor telah menginvasi bagian duodenum, jejunum, sebagian usus besar, serta menempel dekat pembuluh darah utama.
Tim dokter kemudian melakukan prosedur reseksi en bloc secara presisi untuk mengangkat seluruh jaringan tumor, segmen usus, usus besar, dan nodul hati sekaligus.
Saluran pencernaan pasien lantas direkonstruksi melalui prosedur duodenojejunostomi agar fungsi pencernaan dapat kembali menyambung dan bekerja normal.
Proses pemulihan pasien lansia ini dilaporkan berjalan lancar, bahkan ia sudah bisa kembali makan secara oral dalam hitungan hari pascaoperasi hingga akhirnya diperbolehkan pulang.
“Gejalanya kerap kali samar dan sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan biasa, sehingga pasien baru terdiagnosis saat kondisinya sudah lanjut,” sambung Dr Vivek Tandon.
Spesialis bedah yang menangani pasien, Dr Deepak Govil, menegaskan bahwa keberhasilan penanganan kasus rumit ini tidak lepas dari kerja sama tim medis multidisiplin.
“Penanganan kanker saat ini bukan lagi sekadar soal tindakan bedah semata. Kolaborasi ketat antar-spesialisasi terbukti meningkatkan keselamatan pasien secara signifikan, bahkan pada kasus kanker kompleks yang sudah mengalami penyebaran,” pungkas Dr Deepak Govil.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





