Kemenkes Catat Kasus ISPA Naik Dua Kali Lipat Selama Musim Kemarau

- Editorial Team

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seseorang sedang batuk. (Foto: Pexels)

Ilustrasi seseorang sedang batuk. (Foto: Pexels)

Satuteks.comKementerian Kesehatan (Kemenkes) melaporkan lonjakan signifikan kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) di Indonesia sepanjang tahun 2026.

Penyakit gangguan pernapasan ini dicatat terus mengalami kenaikan hingga menembus angka lebih dari 400 ribu kasus dalam sepekan.

Pemantauan epidemiologi dari minggu ke-27 hingga minggu ke-35 tahun 2026 menunjukkan peningkatan lonjakan kasus hingga dua kali lipat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Publik Kemenkes, Aji Muhawarman menyampaikan bahwa pergeseran cuaca menuju musim kemarau di berbagai daerah menjadi pemicu utama kenaikan angka kesakitan ini.

“Memasuki awal musim kemarau tahun 2026, kasus ISPA menunjukkan tren peningkatan lebih dari 400 ribu kasus per minggu, dibandingkan dengan minggu yang sama pada tahun 2025,” kata Aji pada Kamis (20/8/2026).

Ia menjelaskan, tren kenaikan tren infeksi pernapasan ini umumnya tidak akan bertahan secara terus-menerus sepanjang berjalannya musim kering.

Menurut Aji, grafik penularan kasus ISPA biasanya akan berangsur melandai dan turun setelah masa puncak musim kemarau berhasil terlewati oleh masyarakat.

Kemenkes menilai pola kenaikan kasus pada tahun ini masih sangat mirip dengan siklus penyebaran epidemiologi yang terjadi sepanjang tahun 2025.

Pada periode tahun sebelumnya, puncak musim kemarau diidentifikasi berlangsung sejak pekan ke-32 hingga pekan ke-44.

“Terlihat bahwa kasus pada minggu tersebut di tahun 2025 menunjukkan tren yang relatif tinggi dan konsisten,” tutup Aji.

Aji membeberkan, pemantauan Kemenkes hingga 15 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB mencatat lima wilayah tingkat provinsi mendominasi sebaran kasus terbanyak di Indonesia.

Sesuai data resmi Kemenkes, Provinsi Jawa Barat menempati urutan pertama dengan temuan 1.858.779 kasus, disusul Jawa Tengah yang mencatat 1.819.793 kasus.

Wilayah DKI Jakarta berada di posisi ketiga dengan 1.241.791 kasus, sementara Jawa Timur melaporkan 1.007.305 kasus dan Banten mencatat 637.542 kasus.

Secara umum, Kemenkes menegaskan bahwa ISPA masih menjadi ancaman kesehatan masyarakat yang sangat dominan di Indonesia, terutama saat faktor lingkungan dan perubahan cuaca mendukung akselerasi penularan.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Gejala Asam Urat Usia Muda, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
Tanda Utama Tubuh Mengalami Kekurangan Asupan Protein Harian
Seorang Wanita Kanada Idap Alergi Daging Merah Permanen Akibat Gigitan Kutu
Studi Ungkap Minum Sparkling Water Mampu Kurangi Kelelahan Otak
Kekurangan Kalsium Harian Dapat Picu Masalah Kesehatan Fatal Pada Tubuh
Perbandingan Kandungan Nutrisi Antara Telur Rebus Setengah Matang dan Matang Sempurna
Tim Medis India Berhasil Operasi Lansia Pengidap Kanker Usus Kecil Langka
Menkes Tegaskan Rokok Elektrik Sama Berbahayanya dengan Rokok Konvensional

Baca Juga

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:41 WIB

Gejala Asam Urat Usia Muda, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:03 WIB

Kemenkes Catat Kasus ISPA Naik Dua Kali Lipat Selama Musim Kemarau

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Tanda Utama Tubuh Mengalami Kekurangan Asupan Protein Harian

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:02 WIB

Seorang Wanita Kanada Idap Alergi Daging Merah Permanen Akibat Gigitan Kutu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Studi Ungkap Minum Sparkling Water Mampu Kurangi Kelelahan Otak

Berita Terbaru

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. (Dok. Setpres)

Internasional

PM Singapura Sumbangkan Kenaikan Gaji untuk Amal Selama 5 Tahun

Rabu, 9 Sep 2026 - 04:52 WIB