Pemerintah Targetkan Indonesia Jadi Hub Global Kakao dan Cokelat Premium Berkelanjutan

- Editorial Team

Jumat, 24 Juli 2026 - 01:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi petani sedang mengolah kakao. (AI)

Ilustrasi petani sedang mengolah kakao. (AI)

Satuteks.com – Menteri Perdagangan RI Budi Santoso menegaskan masa depan industri kakao nasional dan ekosistem pendukungnya sangat bergantung pada kolaborasi erat seluruh pemangku kepentingan. Kerja sama sinergis ini dinilai mampu mendorong peran strategis sektor kakao Indonesia di pasar ekonomi global.

Ia menyampaikan, Indonesia berkomitmen memberikan nilai tambah pada biji kakao lokal dengan memanfaatkan berbagai peluang di tengah tantangan global.

“Visi Indonesia jelas, yaitu menjadi hub global bagi produk kakao dan coklat premium yang berkelanjutan dan bernilai tambah,” kata Mendag Busan saat menjadi pembicara kunci dalam “The 9th Indonesia International Cocoa Conference” di Yogyakarta pada Kamis (23/7/2026).

Menurutnya, komoditas kakao secara konsisten terus mendukung kelangsungan hidup ratusan ribu keluarga petani sekaligus memperkuat ekonomi di wilayah perdesaan.

Ia menambahkan, penciptaan lapangan kerja baru di sepanjang rantai nilai kakao juga berhasil didorong oleh sektor strategis ini.

Kinerja ekspor kakao Indonesia sendiri mencatatkan pertumbuhan yang sangat memuaskan dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Nilai ekspor kakao Indonesia pada 2025 tercatat melonjak hingga mencapai US$ 3,60 miliar.

Capaian tersebut melonjak hingga tiga kali lipat jika dibandingkan dengan nilai ekspor pada 2021 yang sebesar US$ 1,2 miliar.

Lonjakan angka ekspor ini dinilai merefleksikan semakin kuatnya permintaan pasar global terhadap produk kakao asal Indonesia.

Selain itu, Indonesia telah resmi diakui oleh Organisasi Kakao Internasional (ICCO) sebagai salah satu produsen kakao mulia (fine flavour cocoa).

Pengakuan internasional tersebut dinilai makin memperkuat potensi Indonesia untuk mengisi rantai pasok pasar kakao premium dunia.

Ia menyebutkan, potensi besar ini harus terus ditopang oleh inovasi, penguatan indikasi geografis, serta penerapan praktik produksi yang berkelanjutan.

Strategi ekspor nasional pun diminta untuk tetap berfokus pada peningkatan nilai tambah serta pemenuhan standar kualitas internasional.

Diversifikasi pasar sasaran dan pemanfaatan maksimal perjanjian perdagangan internasional juga dipandang penting untuk terus diakselerasi.

Saat ini, Indonesia tercatat telah mengimplementasikan sebanyak 25 perjanjian perdagangan bebas dengan berbagai negara mitra.

Pemerintah juga sedang memproses ratifikasi 2 perjanjian dagang serta merundingkan 11 perjanjian lain, termasuk kesepakatan I-EU CEPA.

Negosiasi tarif resiprokal dengan Amerika Serikat melalui I-US ART juga terus didorong oleh pemerintah Indonesia.

Mendag Busan optimistis keberhasilan seluruh perjanjian dagang tersebut akan semakin meningkatkan daya saing serta akses pasar kakao nasional.

Langkah konkret peningkatan ekspor juga dilakukan Kemendag dengan mengerahkan 46 perwakilan perdagangan RI di 33 negara.

Puluhan perwakilan luar negeri tersebut ditugaskan untuk mempromosikan produk lokal, memetakan peluang pasar, hingga memfasilitasi business matching.

“Jangan sungkan-sungkan menghubungi kami dan perwakilan kami di luar negeri,” ujar Mendag Busan.

Dukungan senada disampaikan oleh Vice President & Managing Director Cargill untuk Asia Tenggara, Australia, dan Selandia Baru.

Ia menekankan bahwa sektor kakao Indonesia memiliki prospek masa depan yang sangat cerah jika didukung kolaborasi dan inovasi berkelanjutan.

Perubahan tren konsumen global yang kini menyukai produk autentik, pertanian berkelanjutan, dan local sourcing dinilai menjadi peluang emas bagi Indonesia.

Sementara itu, Direktur Eksekutif International Cocoa Organization (ICCO) Michel Arrion turut menyoroti transformasi industri kakao Indonesia.

Ia menilai Indonesia telah berhasil bertransformasi dari sekadar produsen biji mentah menjadi negara pengolah kakao bernilai tambah tinggi.

“Kami yakin Indonesia akan semakin memperoleh banyak manfaat jika semakin meningkatkan produksi biji kakaonya,” tutup Michel.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Dolar AS Menguat ke Rp17.890 pada Pembukaan Perdagangan Selasa Pagi
Ramai Diburu Kolektor, BI Jelaskan Status Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya
Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Berikut Rincian Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg
Rupiah Melemah 0,16% ke Rp17.876 per Dolar AS pada Selasa Pagi
Indonesia dan Cili Sepakat Perluas Akses Pasar Produk Pertanian
Komisi XI DPR Dorong Bea Cukai Jawa Timur Gali Potensi Penerimaan Negara Selain Cukai Tembakau
Operasional Kopdes Harus Berjalan Sehat dan Mandiri
Pemerintah Harus Siapkan Langkah Mitigasi Ekonomi Dampak Geopolitik Global
Tag :

Baca Juga

Selasa, 22 September 2026 - 11:00 WIB

Dolar AS Menguat ke Rp17.890 pada Pembukaan Perdagangan Selasa Pagi

Selasa, 22 September 2026 - 10:58 WIB

Ramai Diburu Kolektor, BI Jelaskan Status Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya

Selasa, 22 September 2026 - 10:58 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Berikut Rincian Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg

Selasa, 22 September 2026 - 10:49 WIB

Rupiah Melemah 0,16% ke Rp17.876 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Indonesia dan Cili Sepakat Perluas Akses Pasar Produk Pertanian

Berita Terbaru

Ilustrasi petugas Bea Cukai memeriksa kontainer. (Dok. Bea Cukai)

Nasional

Bea Cukai Tindak Barang Impor Ilegal Senilai Rp27,339 Miliar

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:57 WIB