Tanda Utama Tubuh Mengalami Kekurangan Asupan Protein Harian

- Editorial Team

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi seorang perempuan lemas akibat kekurangan protein. (Foto: Pexels)

Ilustrasi seorang perempuan lemas akibat kekurangan protein. (Foto: Pexels)

Satuteks.com – Munculnya tanda kekurangan protein pada tubuh sering kali berlangsung secara perlahan dan luput dari perhatian banyak orang.

Setiap orang membutuhkan asupan protein harian sebagai nutrisi esensial untuk menjaga kelangsungan fungsi organ tubuh.

Zat gizi ini berfungsi membangun jaringan tubuh, memproduksi hormon penting, serta mempertahankan massa otot secara optimal.

Masyarakat kerap menganggap rasa lelah dan rambut rontok hanya dipicu oleh kepadatan jadwal aktivitas harian.

Padahal, penurunan stamina tersebut dapat menjadi sinyal awal bahwa tubuh sedang mengalami defisiensi asupan protein.

Rasa lemas yang menyapa tubuh meski telah beristirahat cukup sering kali bersumber dari ketiadaan asupan protein harian.

Tubuh yang kekurangan nutrisi ini bakal memecah jaringan otot untuk menghasilkan energi darurat bagi aktivitas harian.

Proses pemecahan otomatis tersebut membuat ukuran otot menyusut dan menurunkan daya tahan fisik secara bertahap.

Penurunan kekuatan fisik akibat pemerosotan massa otot ini berisiko lebih tinggi menimpa kelompok lansia.

Di samping itu, kekurangan protein turut menghambat pertumbuhan rambut dan kuku karena produksi zat keratin terganggu.

Tubuh secara alami mengalihkan alokasi protein menuju organ vital sehingga rambut menjadi rontok serta kuku memudah patah.

Laju regenerasi sel saat proses penyembuhan luka sayat maupun bekas medis juga berjalan jauh lebih lambat.

Pembentukan jaringan baru memerlukan ketersediaan protein yang cukup agar luka dapat pulih secara optimal.

Kondisi defisiensi ini turut memperlemah sistem kekebalan tubuh dalam menghasilkan antibodi untuk melawan infeksi kuman.

Akibatnya, seseorang menjadi lebih rentan terserang penyakit serta membutuhkan durasi pemulihan yang jauh lebih lama.

Masyarakat dapat mencegah munculnya gangguan kesehatan tersebut dengan mengonsumsi pangan kaya protein pada setiap menu harian.

Anda dapat mengombinasikan sumber hewani seperti telur, ikan, dan daging dengan sumber nabati layaknya tempe dan tahu.

Pemenuhan gizi seimbang ini sekaligus menyuplai kebutuhan serat, vitamin, dan mineral penting untuk menunjang kesehatan tubuh.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Gejala Asam Urat Usia Muda, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
Kemenkes Catat Kasus ISPA Naik Dua Kali Lipat Selama Musim Kemarau
Seorang Wanita Kanada Idap Alergi Daging Merah Permanen Akibat Gigitan Kutu
Studi Ungkap Minum Sparkling Water Mampu Kurangi Kelelahan Otak
Kekurangan Kalsium Harian Dapat Picu Masalah Kesehatan Fatal Pada Tubuh
Perbandingan Kandungan Nutrisi Antara Telur Rebus Setengah Matang dan Matang Sempurna
Tim Medis India Berhasil Operasi Lansia Pengidap Kanker Usus Kecil Langka
Menkes Tegaskan Rokok Elektrik Sama Berbahayanya dengan Rokok Konvensional
Tag :

Baca Juga

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:41 WIB

Gejala Asam Urat Usia Muda, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:03 WIB

Kemenkes Catat Kasus ISPA Naik Dua Kali Lipat Selama Musim Kemarau

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Tanda Utama Tubuh Mengalami Kekurangan Asupan Protein Harian

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:02 WIB

Seorang Wanita Kanada Idap Alergi Daging Merah Permanen Akibat Gigitan Kutu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Studi Ungkap Minum Sparkling Water Mampu Kurangi Kelelahan Otak

Berita Terbaru

Ilustrasi petugas Bea Cukai memeriksa kontainer. (Dok. Bea Cukai)

Nasional

Bea Cukai Tindak Barang Impor Ilegal Senilai Rp27,339 Miliar

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:57 WIB