Satuteks.com – Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama PT MRT Jakarta resmi memulai proyek pembangunan pedestrian deck di kawasan pengembangan berorientasi transit (transit oriented development/TOD) Dukuh Atas.
Infrastruktur modern ini dirancang khusus untuk memfasilitasi pergerakan pejalan kaki di wilayah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.
Pemprov DKI Jakarta menyiapkan jembatan penyeberangan multifungsi ini guna mengintegrasikan enam moda transportasi publik sekaligus di area tersebut.
“Kalau lihat bangunan-bangunan atau ikon-ikon di Jakarta mulai dari Bundaran Senayan, GBK, hingga Bundaran HI, semuanya bentuknya lingkaran, ya. Jadi, pedestrian deck juga memiliki desain yang selaras,” ujar Advisor Program Management Office Division PT MRT Jakarta (Perseroda), Agus Trihan.
Menurutnya, keberadaan fasilitas baru ini bakal membuka aksesibilitas anyar yang menghubungkan empat kuadran terpisah oleh Jalan Jenderal Sudirman serta Sungai Ciliwung.
Ia menilai konstruksi melingkar berdiameter sekitar 100 meter tersebut diproyeksikan menjadi ikon arsitektur baru bagi Ibu Kota.
Bentuk lingkaran tersebut dipilih sengaja untuk menyesuaikan estetika kota yang sudah ada, seperti Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Halte Integrasi CSW, hingga Jakarta International Stadium (JIS).
Selain itu, ornamen khas budaya Betawi berpeluang besar disisipkan ke dalam rancangan visual jembatan tersebut.
“Sebenarnya ini baru basic design, untuk desain final akan dikerjakan oleh kontraktor sesuai dengan peraturan yang berlaku. Jika memang diperlukan penempatan ornamen ikon Jakarta, tentu kami akan mengikutinya,” tutup Agus.
Secara teknis, struktur penyeberangan di atas Jalan Jenderal Sudirman dan Sungai Ciliwung ini disangga empat tiang utama dengan total bentang melebihi 300 meter.
Fasilitas pelengkap ini dihadirkan untuk menyempurnakan jalur pejalan kaki yang sebelumnya telah melingkupi pedestrianisasi Terowongan Kendal, Jalan Blora, serta Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) Dukuh Atas.
Pekerjaan fisik infrastruktur senilai Rp361,7 miliar ini dijadwalkan mulai pengerjaannya pada November 2026 dan ditargetkan rampung sepenuhnya pada 2028 mendatangkan pendanaan mandiri dari PT MRT Jakarta.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





