Satuteks.com – Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia mempertegas komitmennya dalam mengawal perjuangan kemerdekaan Palestina dari tekanan agresi militer.
Komitmen tersebut ditegaskan saat menggelar pertemuan bersama perwakilan parlemen Palestina di Ruang Diplomasi BKSAP, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (20/8/2026).
Anggota DPR RI sekaligus inisiator Kaukus Parlemen untuk Perdamaian Dunia, Ahmad Doli Kurnia Tandjung, menyampaikan bahwa agenda ini menjadi ajang menyerap informasi terkini mengenai krisis kemanusiaan di Gaza.
“Situasi di Palestina, terutama di Gaza, masih terus sangat memprihatinkan. Terakhir tadi didapatkan informasi, kemarin ada 17 lagi warga Gaza yang meninggal dan 40 yang luka-luka,” kata Doli, Kamis (20/8/2026).
Menurutnya, krisis kemanusiaan di Gaza kian memuncak akibat kelangkaan pemenuhan pasokan kebutuhan pokok warga lokal.
Ia mencontohkan, ratusan kaum perempuan harus rela mengantre berjam-jam demi mendapatkan air bersih.
Kondisi pemukiman sementara warga Gaza pun dinilai kian tidak layak dihuni karena dikerumuni hama.
“Situasi tenda-tenda juga sudah banyak diisi oleh tikus dan segala macam. Jadi memang situasinya sangat memprihatinkan,” ujarnya.
Melihat kondisi memprihatinkan tersebut, ia menilai bantuan serta dukungan dari seluruh elemen masyarakat Indonesia sangat krusial.
Konsistensi Presiden Prabowo Subianto beserta jajaran pemerintah dalam menyuarakan isu kedaulatan Palestina turut diapresiasi olehnya.
Dalam posisi Indonesia di Board of Peace (BoP), pemerintah didorong untuk meningkatkan konsolidasi dengan negara anggota lain.
Sikap aktif Indonesia dinilai mampu menekan negara kunci seperti Amerika Serikat agar mau menjatuhkan sanksi atas agresi Israel.
“Kita berharap pemerintah kita harus lebih serius, sungguh-sungguh meyakinkan negara-negara yang ada di BoP. Kemudian mendesak Amerika untuk segera memberikan sanksi atau semacam perlawanan terhadap agresi militer Israel,” tegas Politisi Fraksi Partai Golkar ini.
Selain jalur diplomasi antarnegara, ia menggagas perluasan bantuan melalui skema hubungan langsung antarmasyarakat atau people to people.
Skema tersebut dapat diwujudkan melalui jaringan kemitraan antara masjid, rumah sakit, hingga institusi pendidikan di Indonesia dengan yang ada di Palestina.
“Komunikasi, dukungan, bantuan itu bukan lagi levelnya hanya G2G, pemerintah sama pemerintah, tapi juga sudah people to people,” jelasnya.
Sistem kemitraan ini dinilai efektif agar penyaluran donasi dan logistik bisa diterima secara tepat sasaran sesuai kebutuhan lapangan.
Seluruh anggota legislatif di pusat maupun daerah juga diimbau untuk menggerakkan konstituen di daerah pemilihan masing-masing.
“Misalnya kami punya dapil, baik DPR RI maupun DPD RI, mungkin masjid-masjid dapil kami, rumah sakit-rumah sakit kami juga sudah mulai bisa dikoneksikan dengan rumah sakit dan masjid di sana,” katanya.
Di samping itu, wacana penyelenggaraan pertemuan ulama internasional di Indonesia untuk merumuskan langkah independensi Palestina juga sempat diapungkan dalam diskusi.
Secara historis, keterikatan solidaritas masyarakat Indonesia terhadap nasib bangsa Palestina rupanya telah berakar sangat panjang sejak satu abad lalu.
Bahkan pada bentrokan tahun 1930 di Palestina, tercatat ada 30 warga negara Indonesia yang gugur di sana.
Atas dasar nilai sejarah tersebut, pihaknya berjanji akan terus mendesak eksekutif agar mengeksekusi langkah-langkah politik luar negeri yang bernilai taktis.
“Kami sebagai mewakili parlemen akan terus mendorong, mendukung pemerintahan Pak Prabowo untuk segera mengambil langkah-langkah yang lebih taktis, yang lebih strategis dalam rangka mewujudkan kemerdekaan Palestina itu,” pungkas Doli.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





