Airlangga Dorong Riset Sawit Perkuat Hilirisasi dan Daya Saing Industri Nasional

- Editorial Team

Selasa, 21 Juli 2026 - 22:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Satuteks.com – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menegaskan riset dan inovasi menjadi fondasi pengembangan industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan. Pemerintah juga terus memperkuat hilirisasi untuk meningkatkan nilai tambah dan daya saing sektor tersebut.

Menurutnya, industri kelapa sawit memiliki posisi strategis karena pada 2025 berkontribusi sekitar 3,5% terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional dengan nilai ekspor mencapai US$30,87 miliar dan volume 38,84 juta ton berdasarkan data Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP).

“Kami memberikan apresiasi kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan atas konsistensinya menyelenggarakan dan menghadirkan Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) sebagai sarana dan pertemuan antara riset, kebijakan, industri, dan investasi,” ujar Airlangga saat memberikan closing remarks pada Pekan Riset Sawit Indonesia (PERISAI) 2026 di Jakarta, Selasa (21/7/2026).

Ia juga menyampaikan selamat kepada para mahasiswa yang berhasil meraih penghargaan melalui riset pengembangan polyurethane foam dan anoda berbahan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit.

Menurut Airlangga, implementasi Program Biodiesel 50 (B50) sejak 1 Juli 2026 menjadi bukti riset, kebijakan, investasi, dan kapasitas industri dapat dipadukan untuk mendukung Program Swasembada Energi Nasional serta hilirisasi kelapa sawit.

Ia menjelaskan, keberhasilan B50 dinilai perlu menjadi pijakan untuk mengembangkan produk hilir generasi berikutnya seperti Green Diesel, Bio Avtur atau Sustainable Aviation Fuel (SAF) berbahan Used Cooking Oil (UCO), hingga bensin sawit yang memiliki nilai tambah lebih tinggi.

“Kegiatan ini tentu menjadi sangat penting karena riset kebijakan dan juga investasi ini menjadi hal yang sangat penting apalagi para researcher-nya adalah dari perguruan tinggi di Indonesia. Karena Indonesia adalah produsen terbesar dari sawit maka wajar kalau para penelitinya berasal dari universitas-universitas terbaik di Indonesia,” kata Airlangga.

Menurutnya, hasil penelitian dari perguruan tinggi perlu terus didorong agar dapat diadopsi sekaligus dikomersialkan oleh industri dengan tetap memberikan perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual para peneliti.

Selain memperkuat industri sawit, Airlangga juga mendorong percepatan program peremajaan atau replanting tanaman kakao dan kelapa karena sebagian besar komoditas tersebut dikelola oleh perkebunan rakyat sehingga produktivitas dan kesejahteraan petani dapat meningkat.

Forum PERISAI 2026 turut menghadirkan Lomba Riset Sawit Tingkat Mahasiswa yang diikuti peserta dari 40 perguruan tinggi, kemudian melalui proses seleksi selama dua hari ditetapkan 10 finalis sebelum dipilih tiga peserta terbaik untuk menerima penghargaan.

“Apresiasi kepada BPDP, peneliti, perguruan tinggi, lembaga riset dan para pelaku usaha, serta seluruh pihak yang terkontribusi terhadap PERISAI 2026 dan juga untuk pembangunan industri kelapa sawit nasional. Saya ingin agar kegiatan ini terus diperkuat, ditindaklanjuti sehingga bermanfaat bagi perekonomian, bisa meningkatkan kesejahteraan petani, dan meningkatkan juga nilai tambah daripada pekebun,” pungkas Airlangga.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Dolar AS Menguat ke Rp17.890 pada Pembukaan Perdagangan Selasa Pagi
Ramai Diburu Kolektor, BI Jelaskan Status Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya
Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Berikut Rincian Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg
Rupiah Melemah 0,16% ke Rp17.876 per Dolar AS pada Selasa Pagi
Indonesia dan Cili Sepakat Perluas Akses Pasar Produk Pertanian
Komisi XI DPR Dorong Bea Cukai Jawa Timur Gali Potensi Penerimaan Negara Selain Cukai Tembakau
Operasional Kopdes Harus Berjalan Sehat dan Mandiri
Pemerintah Harus Siapkan Langkah Mitigasi Ekonomi Dampak Geopolitik Global

Baca Juga

Selasa, 22 September 2026 - 11:00 WIB

Dolar AS Menguat ke Rp17.890 pada Pembukaan Perdagangan Selasa Pagi

Selasa, 22 September 2026 - 10:58 WIB

Ramai Diburu Kolektor, BI Jelaskan Status Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya

Selasa, 22 September 2026 - 10:58 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Berikut Rincian Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg

Selasa, 22 September 2026 - 10:49 WIB

Rupiah Melemah 0,16% ke Rp17.876 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Indonesia dan Cili Sepakat Perluas Akses Pasar Produk Pertanian

Berita Terbaru

Ilustrasi petugas Bea Cukai memeriksa kontainer. (Dok. Bea Cukai)

Nasional

Bea Cukai Tindak Barang Impor Ilegal Senilai Rp27,339 Miliar

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:57 WIB