Satuteks.com – Harga emas dunia mencatatkan kenaikan nilai pada sesi perdagangan hari Rabu (5/8/2026).
Peningkatan harga logam mulia tersebut terdorong oleh kondisi nilai tukar mata uang dolar Amerika Serikat yang sedang melemah.
Para pelaku pasar saat ini masih menunggu kepastian arah kebijakan suku bunga The Fed dengan penuh kewaspadaan.
Mereka menantikan rilis rangkaian laporan data ketenagakerjaan Amerika Serikat terbaru yang akan menjadi penentu kebijakan tersebut.
Pada waktu penulisan berita, harga emas di pasar spot mengalami kenaikan sebesar 0,53 persen hingga menyentuh level US$ 4.099,18 per ons troi.
Sejalan dengan tren tersebut, nilai kontrak berjangka emas Amerika Serikat turut menguat 0,09 persen menuju angka US$ 4.155,6 per ons troi.
Reuters melaporkan bahwa penurunan nilai dolar Amerika Serikat membuat komoditas emas menjadi jauh lebih terjangkau bagi pemilik mata uang lainnya.
Kondisi mata uang ini secara otomatis mendongkrak daya pikat emas sebagai pilihan instrumen investasi lindung nilai.
Fokus para investor pada pekan ini tertuju sepenuhnya pada rilis data ADP Employment Report edisi Juli yang terbit pada hari Rabu.
Perhatian publik kemudian berlanjut pada publikasi data Nonfarm Payrolls beserta tingkat pengangguran Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar pada hari Jumat.
Kedua indikator ekonomi tersebut bakal menyajikan petunjuk teranyar mengenai kondisi riil pasar tenaga kerja di Amerika Serikat.
Selain itu, laporan ketenagakerjaan tersebut menjadi acuan penting untuk mengukur arah kebijakan moneter The Fed selanjutnya.
Pelaku pasar finansial saat ini memproyeksikan probabilitas sebesar 57 persen bagi bank sentral Amerika Serikat untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin.
Opsi kenaikan suku bunga acuan tersebut diperkirakan bakal diputuskan dalam pertemuan resmi yang berlangsung pada 15–16 September mendatang.
Presiden The Fed Bank of Philadelphia, Anna Paulson, menegaskan bahwa lembaganya tetap membuka seluruh opsi terkait kebijakan moneter mendatang.
Anna Paulson juga menyatakan siap mempertahankan suku bunga pada level tinggi jika tekanan inflasi domestik belum kunjung mereda.
Di sisi lain, publikasi data ekonomi pada hari Selasa memperlihatkan penurunan jumlah lowongan pekerjaan di Amerika Serikat sepanjang bulan Juni.
Penurunan penyerapan tenaga kerja tersebut dipicu oleh berkurangnya permintaan karyawan pada sektor pelayanan kesehatan serta bantuan sosial.
Meskipun demikian, peningkatan aktivitas perekrutan dan rendahnya angka pemutusan hubungan kerja menunjukkan bahwa pasar tenaga kerja Amerika Serikat masih tergolong stabil.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





