Industri Pengolahan Kakao Indonesia Tumbuh 30,1% pada Triwulan II 2026

- Editorial Team

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:26 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi petani sedang mengolah kakao. (AI)

Ilustrasi petani sedang mengolah kakao. (AI)

Satuteks.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mencatat industri pengolahan kakao nasional menunjukkan kinerja yang semakin kuat pada triwulan II 2026. Volume grinding kakao mencapai 110.410 ton atau naik 30,1% dibandingkan triwulan I 2026.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, capaian tersebut mencerminkan penguatan daya saing industri sekaligus mempertegas posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengolahan kakao dunia.

“Kemenperin terus mempercepat transformasi industri kakao melalui penguatan hilirisasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, pengembangan kemitraan antara petani dan industri, penerapan standar mutu, serta akselerasi implementasi prinsip keberlanjutan,” ujar Agus dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (24/7).

Menurut Agus, pertumbuhan itu terjadi di tengah pasar kakao global yang masih menghadapi fluktuasi harga, perubahan pola permintaan, dan tantangan penerapan prinsip keberlanjutan.

Ia menilai, penguatan industri pengolahan kakao menjadi bagian penting dari strategi hilirisasi nasional agar Indonesia semakin kompetitif di pasar internasional.

Kinerja positif tersebut juga tercermin dari produksi olahan kakao yang meningkat 8,2% dibandingkan triwulan sebelumnya, sehingga daya saing industri nasional dinilai terus menguat.

Berdasarkan Grind Statistics Q2 2026, volume pengolahan kakao Indonesia meningkat menjadi 110.410 ton dari 84.844 ton pada triwulan I 2026.

Dengan kapasitas industri yang besar, Indonesia disebut terus memperkokoh posisinya sebagai salah satu pusat pengolahan kakao dunia sekaligus mitra strategis dalam rantai pasok kakao global, menurut Agus.

Di kawasan Asia, Indonesia menyumbang sekitar 49% dari total volume industri pengolahan kakao regional sehingga menjadi salah satu pilar utama industri kakao di kawasan tersebut.

“Kemenperin terus memperkuat daya saing industri pengolahan kakao nasional sebagai bagian dari hilirisasi untuk menjadikan Indonesia sebagai salah satu pusat grinding kakao berskala global,” tegas Agus.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri Agro Melalui Peningkatan Kapasitas Ekspor
Mendag Dorong Penguatan Kerjasama Ekonomi Indonesia dan Thailand Melalui Forum Bisnis
Harga Emas Dunia Bergerak Naik Saat Kurs Dolar AS Melemah
Purbaya Siapkan Strategi Fiskal Agresif Demi Pertumbuhan Ekonomi 6%
Mantan Menkeu Sri Mulyani Dipercaya Bank Dunia Pimpin Asosiasi Pembangunan Internasional
IHSG Diprediksi Menguat Uji Level 6.403 Pada Perdagangan 5 Agustus
3 Indikator Makroekonomi Indonesia Menunjukkan Kinerja Positif
BPS Catat Kinerja Ekspor Indonesia Naik 4,13% pada Semester Pertama 2026

Baca Juga

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri Agro Melalui Peningkatan Kapasitas Ekspor

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:49 WIB

Mendag Dorong Penguatan Kerjasama Ekonomi Indonesia dan Thailand Melalui Forum Bisnis

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:54 WIB

Harga Emas Dunia Bergerak Naik Saat Kurs Dolar AS Melemah

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:12 WIB

Purbaya Siapkan Strategi Fiskal Agresif Demi Pertumbuhan Ekonomi 6%

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:05 WIB

Mantan Menkeu Sri Mulyani Dipercaya Bank Dunia Pimpin Asosiasi Pembangunan Internasional

Berita Terbaru

Hacker Korut Rancang AI untuk Otomatisasi Serangan Siber. (Foto: Pexels)

Teknologi

Hacker Korut Rancang AI untuk Otomatisasi Serangan Siber

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:05 WIB

Meta Rilis AI Muse Glimmer. (MarkTechPost)

Teknologi

Meta Rilis AI Muse Glimmer, Bisa Akses Tanpa Internet

Selasa, 11 Agu 2026 - 15:05 WIB