Mantan Menkeu Sri Mulyani Dipercaya Bank Dunia Pimpin Asosiasi Pembangunan Internasional

- Editorial Team

Rabu, 5 Agustus 2026 - 09:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mantan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani. (Dok. Kemenkeu)

Mantan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani. (Dok. Kemenkeu)

Satuteks.com – Bank Dunia menunjuk mantan Menteri Keuangan RI, Sri Mulyani sebagai Ketua Bersama Independen dalam proses pengisian kembali pendanaan Asosiasi Pembangunan Internasional (IDA) ke-22.

Penunjukan itu membuatnya memimpin upaya menghimpun dukungan kebijakan dan pendanaan bagi negara-negara termiskin di dunia.

Menurut Bank Dunia, Sri Mulyani akan menjalankan tugas tersebut bersama Paschal Donohoe dalam proses replenishment IDA22 untuk memperkuat komitmen negara donor maupun negara peminjam.

“Sri Mulyani akan memimpin bersama proses replenishment IDA22 dengan Paschal Donohoe, Managing Director sekaligus Chief Knowledge Officer Grup Bank Dunia,” kata Bank Dunia dalam keterangan resmi di Washington, Amerika Serikat.

Bank Dunia menjelaskan, Sri Mulyani dipilih setelah melalui proses seleksi oleh komite pencarian yang beranggotakan perwakilan negara donor dan negara peminjam.

Dalam peran barunya, ia akan mendorong penguatan dukungan kebijakan sekaligus memastikan penghimpunan pendanaan IDA22 berjalan optimal.

Bank Dunia menilai Sri Mulyani merupakan salah satu tokoh yang memiliki pengalaman panjang dalam pembiayaan pembangunan internasional sehingga dinilai tepat mengemban tugas tersebut.

“Pengalaman tersebut memberinya keahlian mendalam dalam kebijakan pembangunan maupun pembiayaan multilateral. Sri Mulyani juga pernah masuk dalam daftar 100 Perempuan Paling Berpengaruh di Dunia versi Forbes,” imbuh Bank Dunia.

Menurut Bank Dunia, saat ini Sri Mulyani menjabat sebagai Blavatnik World Leaders Fellow 2025-2026 di University of Oxford setelah sebelumnya menjadi perempuan pertama yang menduduki jabatan Menteri Keuangan Indonesia serta pernah menjabat sebagai Managing Director dan Chief Operating Officer Bank Dunia.

IDA merupakan salah satu sumber pendanaan terbesar di dunia yang menyediakan pinjaman berbunga nol atau rendah serta hibah bagi negara berpendapatan rendah untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, memperkuat ketahanan, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bank Dunia menjelaskan, pertemuan replenishment IDA digelar setiap tiga tahun untuk menghimpun pendanaan baru sekaligus mengevaluasi berbagai kebijakan yang dijalankan lembaga tersebut.

Siklus replenishment IDA22 dijadwalkan dimulai melalui Mid-Term Review di Tashkent, Uzbekistan, pada Desember 2026.

Pertemuan penggalangan komitmen pendanaan atau pledging meeting diperkirakan berlangsung pada Desember 2027, sedangkan hasil IDA22 akan menentukan besaran pembiayaan konsesional bagi 78 negara hingga 2031.

Sejak berdiri pada 1960, IDA telah menyalurkan lebih dari US$632 miliar untuk mendukung investasi di 115 negara.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Dolar AS Menguat ke Rp17.890 pada Pembukaan Perdagangan Selasa Pagi
Ramai Diburu Kolektor, BI Jelaskan Status Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya
Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Berikut Rincian Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg
Rupiah Melemah 0,16% ke Rp17.876 per Dolar AS pada Selasa Pagi
Indonesia dan Cili Sepakat Perluas Akses Pasar Produk Pertanian
Komisi XI DPR Dorong Bea Cukai Jawa Timur Gali Potensi Penerimaan Negara Selain Cukai Tembakau
Operasional Kopdes Harus Berjalan Sehat dan Mandiri
Pemerintah Harus Siapkan Langkah Mitigasi Ekonomi Dampak Geopolitik Global
Tag :

Baca Juga

Selasa, 22 September 2026 - 11:00 WIB

Dolar AS Menguat ke Rp17.890 pada Pembukaan Perdagangan Selasa Pagi

Selasa, 22 September 2026 - 10:58 WIB

Ramai Diburu Kolektor, BI Jelaskan Status Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya

Selasa, 22 September 2026 - 10:58 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Berikut Rincian Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg

Selasa, 22 September 2026 - 10:49 WIB

Rupiah Melemah 0,16% ke Rp17.876 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Indonesia dan Cili Sepakat Perluas Akses Pasar Produk Pertanian

Berita Terbaru

Ilustrasi petugas Bea Cukai memeriksa kontainer. (Dok. Bea Cukai)

Nasional

Bea Cukai Tindak Barang Impor Ilegal Senilai Rp27,339 Miliar

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:57 WIB