Mendag Dorong Penguatan Kerjasama Ekonomi Indonesia dan Thailand Melalui Forum Bisnis

- Editorial Team

Rabu, 5 Agustus 2026 - 10:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (Dok. Kemendag)

Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso. (Dok. Kemendag)

Satuteks.com – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso menegaskan bahwa Indonesia dan Thailand memegang peran sebagai mitra kunci pertumbuhan ekonomi kawasan ASEAN.

Ia menyambut hangat capaian total nilai perdagangan bilateral kedua negara yang menembus angka US$ 17,7 miliar pada 2025.

“Kami mengapresiasi Forum Bisnis Indonesia-Tailan sebagai platform penting untuk memperkuat kerja sama ekonomi, mempromosikan investasi, dan memperluas kolaborasi bisnis antara Indonesia dan Tailan. Kami harap forum ini dapat menciptakan hasil konkret,” kata Mendag Budi Santoso dalam acara di Jakarta, Selasa (4/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan olehnya dalam ajang Forum Bisnis Indonesia-Thailand bertema penguatan kemitraan strategis serta integrasi rantai nilai industri, jasa, dan ekonomi halal.

Agenda berskala regional ini sukses diselenggarakan atas kolaborasi strategis Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia bersama Kamar Dagang Thailand.

Diungkapkan olehnya, kebijakan perdagangan nasional saat ini sengaja difokuskan pada upaya diversifikasi dan perluasan jangkauan pasar ekspor.

Langkah taktis tersebut dijalankan melalui optimalisasi berbagai perjanjian kerja sama bilateral maupun regional.

“Untuk mendukung strategi ini, Indonesia terus berupaya meningkatkan daya saing pelaku usaha kami, terutama usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kami juga akan memperkuat integrasi pelaku usaha Indonesia, termasuk UMKM, ke rantai nilai global,” kata Budi.

Di tengah ketidakpastian kondisi global, sikap optimistis tetap ditunjukkan oleh Mendag Budi terhadap ketahanan ekonomi nasional.

Menurutnya, dinamika geopolitik, pergeseran rantai pasok, tantangan iklim, hingga transformasi teknologi yang pesat dinilai memengaruhi peta perdagangan dunia.

Meski begitu, potensi Indonesia dipandang tetap kokoh berkat sokongan pasar domestik, melimpahnya usia produktif, serta kekayaan sumber daya alam.

Komitmen tinggi juga ditegaskan oleh Pemerintah Indonesia pada program hilirisasi, ketahanan pangan, pembangunan berkelanjutan, serta ekspansi pasar internasional.

“Berbagai potensi ini mampu memposisikan Indonesia sebagai hub produksi, investasi, dan ekspor yang strategis,” kata Budi.

Urgensi integrasi ekonomi yang lebih erat turut ditegaskan oleh Perdana Menteri Thailand, Anutin Charnvirakul, sebagai sebuah keharusan bagi kemajuan ASEAN.

Keterikatan erat antara ekonomi Indonesia dan Thailand dipandang oleh Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, sebagai benteng penting dalam meredam dampak tekanan eksternal.

Pentingnya kolaborasi lintas batas negara demi menciptakan solusi inovatif dan mencetak lebih banyak wirausaha baru diutarakan oleh Ketua Kadin Indonesia, Anindya N. Bakrie.

Pandangan senada disampaikan pula oleh Ketua Kamar Dagang Thailand, Poj Poj Aramwattanont, yang menilai bahwa masa depan kawasan bakal sangat ditentukan oleh soliditas kolaborasi antarnegara anggota ASEAN.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Dolar AS Menguat ke Rp17.890 pada Pembukaan Perdagangan Selasa Pagi
Ramai Diburu Kolektor, BI Jelaskan Status Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya
Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Berikut Rincian Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg
Rupiah Melemah 0,16% ke Rp17.876 per Dolar AS pada Selasa Pagi
Indonesia dan Cili Sepakat Perluas Akses Pasar Produk Pertanian
Komisi XI DPR Dorong Bea Cukai Jawa Timur Gali Potensi Penerimaan Negara Selain Cukai Tembakau
Operasional Kopdes Harus Berjalan Sehat dan Mandiri
Pemerintah Harus Siapkan Langkah Mitigasi Ekonomi Dampak Geopolitik Global

Baca Juga

Selasa, 22 September 2026 - 11:00 WIB

Dolar AS Menguat ke Rp17.890 pada Pembukaan Perdagangan Selasa Pagi

Selasa, 22 September 2026 - 10:58 WIB

Ramai Diburu Kolektor, BI Jelaskan Status Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya

Selasa, 22 September 2026 - 10:58 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Berikut Rincian Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg

Selasa, 22 September 2026 - 10:49 WIB

Rupiah Melemah 0,16% ke Rp17.876 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Indonesia dan Cili Sepakat Perluas Akses Pasar Produk Pertanian

Berita Terbaru

Ilustrasi petugas Bea Cukai memeriksa kontainer. (Dok. Bea Cukai)

Nasional

Bea Cukai Tindak Barang Impor Ilegal Senilai Rp27,339 Miliar

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:57 WIB