Prodia (PRDA) Catat Kinerja Positif Semester I-2026, Laba Bersih Naik 11,4%

- Editorial Team

Jumat, 31 Juli 2026 - 03:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Klinik Utama Prodia Purwokerto. (Dok. Prodia)

Klinik Utama Prodia Purwokerto. (Dok. Prodia)

Satuteks.com – PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA) membukukan pendapatan Rp1,11 triliun pada semester I-2026 atau tumbuh 8,5% dibanding periode sama tahun sebelumnya. Kinerja tersebut diikuti kenaikan laba bersih menjadi Rp77,6 miliar atau meningkat 11,4%.

Menurut President Director Prodia Liana Kuswandi, capaian pada semester I-2026 menjadi pijakan penting untuk memperkuat fondasi pertumbuhan Perseroan dalam jangka panjang.

“Semester I tahun 2026 menjadi momentum penting bagi Prodia untuk memperkuat fondasi bagi pertumbuhan jangka panjang,” kata Liana Kuswandi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.

Liana menjelaskan, kenaikan pendapatan didorong peningkatan jumlah kunjungan sebesar 9,7% dibanding periode yang sama tahun lalu.

Menurutnya, penjualan tes esoterik menjadi kontributor terbesar terhadap pendapatan Perseroan sepanjang semester I-2026.

Ia menambahkan, pertumbuhan tersebut juga ditopang respons positif dari seluruh segmen pelanggan, mulai dari pelanggan individu, referensi dokter, referensi pihak ketiga, hingga klien korporasi.

Menurut Liana, pertumbuhan pendapatan berjalan seiring dengan peningkatan EBITDA yang mencapai Rp216,3 miliar atau naik 7,1% dibanding tahun sebelumnya.

Ia menilai, capaian EBITDA tersebut mencerminkan efektivitas strategi operasional serta efisiensi bisnis yang terus dijalankan Perseroan.

Selain itu, pengelolaan biaya secara disiplin disebut turut mendorong kenaikan laba bersih menjadi Rp77,6 miliar atau tumbuh 11,4%, sementara total aset terkoreksi tipis 2,0% menjadi Rp2,64 triliun.

Dalam laporan tersebut juga tercatat aset lancar sebesar Rp994,8 miliar, aset tidak lancar Rp1,64 triliun, total liabilitas Rp301,0 miliar, serta total ekuitas mencapai Rp2,34 triliun.

Perseroan juga membukukan arus kas bersih dari aktivitas operasi sebesar Rp199,9 miliar, sedangkan arus kas bersih untuk aktivitas investasi mencapai Rp86,2 miliar yang dialokasikan bagi pengembangan aset dan penguatan ekosistem operasional guna meningkatkan kapabilitas layanan diagnostik serta mendukung inovasi layanan.

“Memasuki Semester II tahun 2026, kami akan terus memperkuat Value-Driven Growth Strategy, yaitu memastikan setiap pertumbuhan dapat menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan sekaligus memperkuat daya saing Perseroan dalam jangka panjang,” tutup Liana.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Dolar AS Menguat ke Rp17.890 pada Pembukaan Perdagangan Selasa Pagi
Ramai Diburu Kolektor, BI Jelaskan Status Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya
Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Berikut Rincian Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg
Rupiah Melemah 0,16% ke Rp17.876 per Dolar AS pada Selasa Pagi
Indonesia dan Cili Sepakat Perluas Akses Pasar Produk Pertanian
Komisi XI DPR Dorong Bea Cukai Jawa Timur Gali Potensi Penerimaan Negara Selain Cukai Tembakau
Operasional Kopdes Harus Berjalan Sehat dan Mandiri
Pemerintah Harus Siapkan Langkah Mitigasi Ekonomi Dampak Geopolitik Global
Tag :

Baca Juga

Selasa, 22 September 2026 - 11:00 WIB

Dolar AS Menguat ke Rp17.890 pada Pembukaan Perdagangan Selasa Pagi

Selasa, 22 September 2026 - 10:58 WIB

Ramai Diburu Kolektor, BI Jelaskan Status Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya

Selasa, 22 September 2026 - 10:58 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Berikut Rincian Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg

Selasa, 22 September 2026 - 10:49 WIB

Rupiah Melemah 0,16% ke Rp17.876 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Indonesia dan Cili Sepakat Perluas Akses Pasar Produk Pertanian

Berita Terbaru

Ilustrasi petugas Bea Cukai memeriksa kontainer. (Dok. Bea Cukai)

Nasional

Bea Cukai Tindak Barang Impor Ilegal Senilai Rp27,339 Miliar

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:57 WIB