Studi Ungkap Sel Imun Saat Kehamilan Berpotensi Cegah Kanker Payudara

- Editorial Team

Sabtu, 11 Juli 2026 - 20:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang ibu hamil sedang menunjukkan kondisi kehamilannya. (Satuteks.com)

Seorang ibu hamil sedang menunjukkan kondisi kehamilannya. (Satuteks.com)

Satuteks.com – Peneliti di Australia menemukan petunjuk baru yang menjelaskan kaitan antara kehamilan dan perlindungan alami terhadap kanker payudara.

Temuan itu menunjukkan kehamilan memicu masuknya sel imun ke jaringan payudara sehingga berpotensi memberi perlindungan dalam jangka panjang.

Menurut tim peneliti, mekanisme tersebut diharapkan dapat dikembangkan menjadi metode pencegahan kanker payudara tanpa harus melalui kehamilan sehingga berpotensi dimanfaatkan perempuan yang belum memiliki anak, tidak dapat hamil, atau memilih tidak hamil.

“Kami menemukan bahwa sel T memori yang menetap di jaringan direkrut selama kehamilan, tetapi bertahan lama dan berpotensi tetap berada di jaringan payudara untuk berpatroli mencari sel abnormal selama bertahun-tahun,” kata peneliti pendamping utama studi, Associate Professor Kara Britt dari Peter MacCallum Cancer Center (Peter Mac).

Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Nature Immunology itu menemukan kehamilan memicu masuknya sel T “pembunuh” ke jaringan payudara. Menurut Peter Mac, sel tersebut merupakan bagian dari sistem imun yang berfungsi mengenali sekaligus menghancurkan sel abnormal, termasuk sel kanker.

Britt menjelaskan, kadar sel T pembunuh yang lebih tinggi dikaitkan dengan hasil yang lebih baik pada perempuan karena sel tersebut membantu mendeteksi serta menghancurkan sel kanker.

Dalam penelitian itu, tim peneliti juga memeriksa jaringan payudara hingga 10 tahun setelah kehamilan. Hasilnya, sel T memori yang menetap di jaringan dipastikan masih mampu bertahan dalam waktu lama sehingga dinilai tetap berpotensi mengawasi kemunculan sel abnormal.

Sementara itu, peneliti pendamping utama lainnya, Associate Professor Ajithkumar Vasanthakumar, menjelaskan sel T yang menetap di jaringan bergantung pada sel payudara penghasil susu untuk mempertahankan keberadaannya.

“Penelitian kami menunjukkan sel T yang menetap di jaringan bergantung pada sel payudara penghasil susu untuk bertahan hidup dan tumbuh, serta tertanam di dalam saluran susu,” kata Vasanthakumar.

Dalam laporan yang sama, Xinhua menyebut para peneliti juga menggunakan model eksperimental untuk memicu perlindungan imun serupa terhadap kanker payudara melalui terapi hormon tanpa memerlukan kehamilan.

Meski begitu, hasil tersebut belum dapat diterapkan secara luas. Menurut laporan Xinhua, pendekatan yang masih diuji pada model eksperimental itu masih memerlukan penelitian lanjutan sebelum dapat digunakan pada manusia secara umum.

“Kami menemukan bahwa sel T memori yang menetap di jaringan direkrut selama kehamilan, tetapi bertahan lama dan berpotensi tetap berada di jaringan payudara untuk berpatroli mencari sel abnormal selama bertahun-tahun,” pungkas Britt.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Gejala Asam Urat Usia Muda, Penyebab, dan Cara Mengobatinya
Kemenkes Catat Kasus ISPA Naik Dua Kali Lipat Selama Musim Kemarau
Tanda Utama Tubuh Mengalami Kekurangan Asupan Protein Harian
Seorang Wanita Kanada Idap Alergi Daging Merah Permanen Akibat Gigitan Kutu
Studi Ungkap Minum Sparkling Water Mampu Kurangi Kelelahan Otak
Kekurangan Kalsium Harian Dapat Picu Masalah Kesehatan Fatal Pada Tubuh
Perbandingan Kandungan Nutrisi Antara Telur Rebus Setengah Matang dan Matang Sempurna
Tim Medis India Berhasil Operasi Lansia Pengidap Kanker Usus Kecil Langka

Baca Juga

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:41 WIB

Gejala Asam Urat Usia Muda, Penyebab, dan Cara Mengobatinya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:03 WIB

Kemenkes Catat Kasus ISPA Naik Dua Kali Lipat Selama Musim Kemarau

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 16:17 WIB

Tanda Utama Tubuh Mengalami Kekurangan Asupan Protein Harian

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 15:02 WIB

Seorang Wanita Kanada Idap Alergi Daging Merah Permanen Akibat Gigitan Kutu

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:10 WIB

Studi Ungkap Minum Sparkling Water Mampu Kurangi Kelelahan Otak

Berita Terbaru

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. (Dok. Setpres)

Internasional

PM Singapura Sumbangkan Kenaikan Gaji untuk Amal Selama 5 Tahun

Rabu, 9 Sep 2026 - 04:52 WIB