Hakim di India Diteror Kelompok Penjaga Sapi Gegara Pidanakan 14 Pelaku Kriminal

- Editorial Team

Selasa, 14 Juli 2026 - 05:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi penjaga sapi India. (Foto: Pexels)

Ilustrasi penjaga sapi India. (Foto: Pexels)

Satuteks.com – Hakim tambahan distrik dan sesi di negara bagian Madhya Pradesh, Tabassum Khan menjadi sasaran pelecehan daring serta ancaman kematian dari para penjaga sapi.

Hal itu terjadi setelah Tabassum menjatuhkan hukuman penjara seumur hidup kepada 14 pria dalam kasus main hakim sendiri hingga menewaskan satu orang.

Putusan yang dibacakan pada 12 Juni itu menyatakan ke-14 terdakwa bersalah atas pembunuhan, percobaan pembunuhan, kerusuhan, dan penahanan ilegal.

Khan mengatakan perkara tersebut merupakan kasus pembunuhan massal yang jelas saat membacakan putusan di Madhya Pradesh pada 12 Juni.

Menurut putusan pengadilan, perkara itu bermula pada 2022 ketika Nazir Ahmad, 50 tahun, mengangkut ternak pada malam hari lalu dihentikan sekelompok orang yang mengaku sebagai “gau rakshaks” atau pelindung sapi.

Menurut putusan tersebut, kelompok yang membawa tongkat dan batang besi itu menyeret Ahmad bersama dua rekannya dari kendaraan karena mencurigai mereka menyelundupkan sapi.

Ahmad kemudian meninggal akibat luka yang dideritanya, sedangkan dua rekannya selamat dan memberikan kesaksian di persidangan mengenai peristiwa tersebut.

Namun, beberapa hari setelah putusan dibacakan, Khan yang beragama Islam justru menjadi sasaran kampanye kebencian bernuansa agama melalui berbagai video yang beredar di internet.

Dalam berbagai video itu, Khan dituduh menjatuhkan hukuman kepada para terdakwa karena mereka beragama Hindu, bukan karena pertimbangan hukum yang digunakan dalam putusannya.

Besarnya gelombang pelecehan tersebut kemudian mendorong sejumlah lembaga peradilan memberikan dukungan kepada Khan, sementara perlindungan polisi juga telah diberikan kepadanya.

Menurut laporan, aksi penolakan sudah muncul sejak hari putusan ketika keluarga para terpidana berkumpul di luar ruang sidang, memprotes vonis, dan berupaya menghentikan konvoi polisi yang membawa para terpidana ke penjara.

Setelah itu, kampanye pelecehan daring berkembang melalui video para influencer sayap kanan Hindu yang berisi hinaan bernuansa komunal serta ancaman pemerkosaan dan ancaman pembunuhan terhadap Khan.

Dalam salah satu video, seorang pria berkata, “Pertumpahan darah akan terjadi di seluruh negeri kecuali para terpidana dibebaskan dalam waktu 10 hari.”

Sebagai konteks, seorang pembawa acara Sudarshan News juga menyatakan dukungan kepada keluarga para terpidana dan mengajak masyarakat bersuara demi para pelindung sapi.

Selain itu, berbagai organisasi yang mengatasnamakan kelompok perlindungan sapi dan kelompok Hindutva turut menggelar aksi protes terhadap putusan tersebut.

Seorang pembawa acara Sudarshan News mengatakan, “Sekaranglah saatnya untuk berjuang demi para pelindung sapi.”

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Pemimpin RSF Sudan Divonis Mati atas Kejahatan Perang dan Genosida di Darfur Barat
Hujan Lebat di Bangladesh Tewaskan 51 Orang, 1 Juta Warga Terdampak
Iran Tegaskan Tetap Kendalikan Selat Hormuz
Rusia Klaim Tembak Jatuh 138 Drone Ukraina dalam Sehari
Gelombang Panas Ekstrem Eropa Telan Korban 10 Ribu Jiwa
Trump Perintahkan JD Vance Lanjutkan Negosiasi AS dan Iran di Oman
Rusia Sebut Serangan Presisi Tinggi Hantam Pabrik Militer Ukraina di Kiev
Wamenlu Iran Tegaskan Selat Hormuz Bukan Panggung Militer Asing
Tag :

Baca Juga

Selasa, 14 Juli 2026 - 05:54 WIB

Pemimpin RSF Sudan Divonis Mati atas Kejahatan Perang dan Genosida di Darfur Barat

Selasa, 14 Juli 2026 - 05:47 WIB

Hakim di India Diteror Kelompok Penjaga Sapi Gegara Pidanakan 14 Pelaku Kriminal

Selasa, 14 Juli 2026 - 05:27 WIB

Iran Tegaskan Tetap Kendalikan Selat Hormuz

Senin, 13 Juli 2026 - 15:14 WIB

Rusia Klaim Tembak Jatuh 138 Drone Ukraina dalam Sehari

Senin, 13 Juli 2026 - 15:08 WIB

Gelombang Panas Ekstrem Eropa Telan Korban 10 Ribu Jiwa

Berita Terbaru

Ilustrasi phising. (Foto: Pexels)

Teknologi

Mengenal Apa itu Phishing dan Cara Ampuh Menghindari Link Palsu

Selasa, 14 Jul 2026 - 06:10 WIB

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini. (Dok. Kemenpar)

Nasional

Kemenpar Perkuat Promosi Pariwisata Jakarta di Pasar Tiongkok

Selasa, 14 Jul 2026 - 06:02 WIB