Satuteks.com – Samsung Electronics menegaskan bahwa kecerdasan buatan pada perangkat smartphone tidak lagi sekadar inovasi baru, melainkan harus mampu memahami kebutuhan spesifik para penggunanya secara mendalam.
Menurutnya, masyarakat di kawasan Asia Tenggara yang didominasi generasi muda kini memiliki ekspektasi sangat tinggi terhadap kemampuan teknologi genggam tersebut.
“Fase AI selanjutnya bukan tentang lebih banyak fitur. Ini tentang relevansi. Konsumen berekspektasi AI dapat memahami gaya hidup, konteks, dan bahasa mereka,” kata Presiden dan CEO Samsung Electronics South East Asia and Oceania (SEAO), CU Kim, di sela acara Galaxy Unpacked 2026 di London.
Ia menjelaskan bahwa pengembangan ekosistem Galaxy AI terus ditingkatkan guna menjangkau keberagaman budaya serta bahasa di kawasan Asia Tenggara.
Pengembangan sistem tersebut dicapai lewat penambahan dukungan hingga 22 bahasa, termasuk bahasa Indonesia, Filipina, Thailand, serta Vietnam yang disesuaikan dengan nuansa lokal.
Ia menilai kepastian pemahaman konteks lokal ini membuat interaksi pengguna dengan perangkat menjadi jauh lebih alami dan personal seiring berjalannya waktu.
“Di Samsung, pendekatan kami sangat jelas. Setiap pengalaman AI harus bermanfaat, aman, dan dikendalikan oleh pengguna. Kami yakin Asia Tenggara dan Oseania siap untuk tahap selanjutnya dalam adopsi AI dan kami berkomitmen menghadirkan AI bagi konsumen di wilayah ini yang terasa alami dalam kehidupan sehari-hari mereka,” ujar CU Kim.
Tingkat adopsi teknologi pintar ini tercatat mengalami peningkatan signifikan di wilayah Asia Tenggara, di mana smartphone menjadi pintu masuk utama masyarakat menuju ekosistem AI.
Peningkatan tersebut terlihat jelas pada pengguna seri Galaxy Z7 dan Flip 7 yang melonjak dari 84% pada Agustus tahun lalu menjadi 96% pada Juni tahun ini.
Kemampuan sistem cerdas ini dimanfaatkan pengguna ponsel lipat untuk menyelesaikan berbagai aktivitas praktis harian secara efisien.
Sejumlah fitur seperti Circle to Search, now brief untuk ringkasan informasi harian, hingga photo assist disebut sebagai layanan yang paling sering diakses.
Peluncuran jajaran produk terbaru seperti Galaxy Z Fold8, Z Fold8 Ultra, dan Z Flip8 dinilai akan semakin memperkuat adopsi teknologi pintar ini di pasar Oseania maupun Asia Tenggara.
Pergeseran tren ini menandai berakhirnya masa awal pengenalan AI di ranah konsumen, dari yang semula hanya dianggap sebagai daya tarik sesaat menjadi kebutuhan fungsional yang proaktif.
“Kami yakin bahwa jajaran produk baru ini akan memikat konsumen di Asia Tenggara dan Oseania, serta memberikan mereka lebih banyak pilihan dalam menikmati pengalaman AI,” pungkas CU Kim.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





