Taiwan Deteksi Serangan Siber Berbasis AI Sasar Lembaga Pemerintah

- Editorial Team

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

lustrasi serangan siber. (Pexels)

lustrasi serangan siber. (Pexels)

Satuteks.com – Kementerian Urusan Digital Taiwan (MDA) mengidentifikasi ancaman siber berbasis kecerdasan buatan (AI) yang menyasar berbagai instansi pemerintah sejak 20 Juli lalu.

Pihak otoritas menggambarkan peretasan tersebut sebagai bentuk serangan luar biasa yang berasal dari luar wilayah Taiwan.

Lembaga Keamanan Siber Nasional Taiwan langsung menerbitkan serangkaian peringatan resmi selama proses investigasi berlangsung.

Meskipun penyelidikan terus berjalan, para pejabat Taiwan tidak secara gamblang menunjuk China sebagai pihak penanggung jawab.

Tudingan terhadap pihak China justru disampaikan oleh Dream, sebuah perusahaan kecerdasan buatan yang berbasis di Israel.

Perusahaan Dream mengindikasikan bahwa kelompok peretas yang terhubung dengan China diduga kuat mengendalikan aksi pembobolan tersebut.

Walaupun demikian, Dream belum mengaitkan aksi kejahatan siber ini dengan kelompok peretas spesifik tertentu.

Dream mengidentifikasi penggunaan bahasa China Sederhana dalam komunikasi internal peretasan sebagai bukti keterkaitan operator dengan China.

Para pelaku memanfaatkan agen AI open-source untuk menyusun alat peretasan otonom yang bekerja menyerupai tim siber terorganisir.

Dream mencatat insiden ini sebagai kasus pelanggaran siber pertama di dunia yang memanfaatkan skema operasional tersebut.

Alat peretasan otonom ini terbukti membobol sedikitnya 85 akun pengguna milik pemerintah serta mencuri lebih dari 2.500 data personel.

Dampak peretasan meluas hingga melumpuhkan sistem badan keselamatan nuklir Taiwan serta minimal tujuh perusahaan sektor energi.

Hasil penyelidikan MDA mengonfirmasi bahwa karakteristik teknis serangan menunjukkan asal-usul peretasan dari luar negeri.

Para peretas mengombinasikan metode taktis manual dengan peretasan otomatis berbasis agen AI, termasuk sistem Open Claw.

Pemerintah Taiwan mengumumkan bahwa seluruh unit yang terdampak telah menyelesaikan tahap penanganan teknis secara bertahap.

Otoritas Taiwan merespons ancaman baru ini dengan menerbitkan pedoman perlindungan sistem serta memperketat pengawasan digital secara menyeluruh.

Di sisi lain, Kantor Urusan Taiwan China belum memberikan tanggapan resmi terkait konfirmasi serangan siber tersebut.

Pemerintah Taiwan secara konsisten menuding China menjalankan strategi perang hibrida melalui latihan militer, disinformasi, dan peretasan siber.

Badan Keamanan Nasional Taiwan melaporkan peretasan siber China terhadap infrastruktur vital meningkat 6 persen sepanjang tahun 2025.

Frekuensi serangan siber tersebut tercatat mencapai rata-rata 2,63 juta kali per hari dalam kurun waktu tersebut.

Lembaga keamanan mencatat sebagian aksi peretasan berlangsung bersamaan dengan latihan militer untuk melumpuhkan pertahanan Taiwan.

Ancaman peretasan berbasis kecerdasan buatan ini terus melonjak seiring maraknya perilisan model AI pemindai kerentanan sistem.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Nyata Layar IPS LCD dan AMOLED
Elon Musk Prediksi Bisnis AI SpaceX Bisa Menghasilkan US$500 Miliar per Tahun
Bocoran Xiaomi 18 Pro Dan Xiaomi 18 Pro Max
Honor Resmi Merilis Robot Phone Berfitur Kamera Gimbal Mekanis Tiga Sumbu
YouTube Resmi Ubah Aturan dan Syarat Monetisasi
China Siapkan Robot Berbasis AI untuk Bekerja di Area Pertambangan
Google Resmi Rilis Pixel 11 Series dengan Dukungan Chipset Tensor G6 Terbaru
Apple Uji Chip Memori CXMT Asal China demi Atasi Kelangkaan Komponen Akibat AI
Tag :

Baca Juga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:50 WIB

Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Nyata Layar IPS LCD dan AMOLED

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:50 WIB

Elon Musk Prediksi Bisnis AI SpaceX Bisa Menghasilkan US$500 Miliar per Tahun

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Taiwan Deteksi Serangan Siber Berbasis AI Sasar Lembaga Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Bocoran Xiaomi 18 Pro Dan Xiaomi 18 Pro Max

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:32 WIB

Honor Resmi Merilis Robot Phone Berfitur Kamera Gimbal Mekanis Tiga Sumbu

Berita Terbaru

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. (Dok. Setpres)

Internasional

PM Singapura Sumbangkan Kenaikan Gaji untuk Amal Selama 5 Tahun

Rabu, 9 Sep 2026 - 04:52 WIB