YouTube Resmi Ubah Aturan dan Syarat Monetisasi

- Editorial Team

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seseorang memegang ponsel pintar yang menampilkan aplikasi YouTube. (Pexels)

Seseorang memegang ponsel pintar yang menampilkan aplikasi YouTube. (Pexels)

Satuteks.comYouTube merilis pembaruan ketentuan monetisasi dalam YouTube Partner Program yang berdampak langsung pada mekanisme pendapatan seluruh kreator.

Penyesuaian aturan ini menjadi pembenahan skema monetisasi berskala besar pertama yang dilakukan perusahaan sejak 2018.

Platform berbagi video tersebut mengonfirmasi bahwa syarat baru ini siap diterapkan secara efektif mulai 1 Februari 2027.

“Para kreator dapat meninjau dan menyetujui ketentuan baru tersebut di YouTube Studio, yang akan mulai berlaku pada 1 Februari 2027,” tulis YouTube dalam pengumuman resminya di blog perusahaan.

Pihak manajemen menyebutkan bahwa program mitra monetisasi ini telah menaungi lebih dari 3 juta kreator secara global.

Dalam aturan teranyar, YouTube berencana memperluas jangkauan paket langganan Premium Lite ke seluruh wilayah pasar yang sudah memiliki akses YouTube Premium.

Layanan tersebut dirancang untuk menyajikan pengalaman menonton berfitur pemutaran latar belakang, mode luring, serta kebebasan dari mayoritas tayangan iklan.

Platform ini membeberkan bahwa alokasi pendapatan bagi hasil berasal dari pemotongan 30% pendapatan bersih Premium dan 60% dari Premium Lite.

Sistem selanjutnya bakal membagikan dana simpanan itu kepada para kreator sesuai perhitungan total durasi tontonan dan jumlah tayangan pengguna.

Dari hasil perhitungan tersebut, pembuat konten video panjang mengantongi porsi bagi hasil 55% sedangkan pembuat konten Shorts menerima 45%.

Pihak YouTube menilai penghasilan rata-rata pembuat konten jauh lebih tinggi dari transaksi pelanggan Premium dibanding tayangan iklan biasa.

Mulai Februari 2027, YouTube menetapkan ambang batas minimal 10 juta tayangan Shorts valid dalam kurun 90 hari terakhir untuk mencairkan bagi hasil.

Menurutnya, kanal yang berada di bawah ambang batas tayangan tersebut tetap dapat mengantongi porsi pendapatan dari video berdurasi panjang.

Sistem platform dipastikan mengaktifkan kembali kran monetisasi Shorts secara otomatis begitu akumulasi tayangan kanal memenuhi syarat kembali.

Manajemen menegaskan bahwa kreator yang selama ini meraup pendapatan besar dari konten Shorts tidak akan merasakan dampak signifikan.

Sebagai langkah pelengkap, platform anak perusahaan Google ini juga bakal merilis sejumlah program insentif pendapatan tambahan.

Langkah insentif tersebut meliputi bonus fitur YouTube Shopping, peluang kerja sama merek, hingga imbalan tambahan bagi perintis tren konten.

Pihak perusahaan menjelaskan bahwa rincian detail teknis mengenai skema insentif pendapatan tersebut akan diumumkan pada masa mendatang.

Untuk kreator baru, syarat kelayakan monetisasi iklan dan Premium ditingkatkan menjadi 8.000 jam waktu tonton valid dalam setahun terakhir.

Sebagai alternatif kelayakan, pendaftar baru wajib mengumpulkan total 20 juta tayangan video Shorts valid dalam rentang masa 90 hari.

Pengetatan ambang batas ini dipastikan hanya berlaku bagi pembuat konten yang baru mendaftar ke dalam program monetisasi.

YouTube menegaskan bahwa kreator yang sudah terdaftar dalam program YPP tidak akan terpengaruh oleh pengetatan syarat masuk yang baru.

Ketentuan monetisasi untuk fitur Fan Funding serta produk belanja dipastikan tetap berjalan normal tanpa mengalami Perubahan.

Rangkaian pembaruan skema monetisasi ini diputus seiring lonjakan drastis angka aktivitas pengguna di seluruh dunia.

Platform video ini mencatat konsumsi tayangan Shorts harian telah melampaui angka 200 miliar views dengan durasi tontonan televisi menembus 1 miliar jam per hari.

Para kreator kini diimbau meninjau dan menyetujui dokumen ketentuan baru di portal YouTube Studio sebelum aturan berlaku sah pada 1 Februari 2027.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Nyata Layar IPS LCD dan AMOLED
Elon Musk Prediksi Bisnis AI SpaceX Bisa Menghasilkan US$500 Miliar per Tahun
Taiwan Deteksi Serangan Siber Berbasis AI Sasar Lembaga Pemerintah
Bocoran Xiaomi 18 Pro Dan Xiaomi 18 Pro Max
Honor Resmi Merilis Robot Phone Berfitur Kamera Gimbal Mekanis Tiga Sumbu
China Siapkan Robot Berbasis AI untuk Bekerja di Area Pertambangan
Google Resmi Rilis Pixel 11 Series dengan Dukungan Chipset Tensor G6 Terbaru
Apple Uji Chip Memori CXMT Asal China demi Atasi Kelangkaan Komponen Akibat AI
Tag :

Baca Juga

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:50 WIB

Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Nyata Layar IPS LCD dan AMOLED

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:50 WIB

Elon Musk Prediksi Bisnis AI SpaceX Bisa Menghasilkan US$500 Miliar per Tahun

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Taiwan Deteksi Serangan Siber Berbasis AI Sasar Lembaga Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Bocoran Xiaomi 18 Pro Dan Xiaomi 18 Pro Max

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:32 WIB

Honor Resmi Merilis Robot Phone Berfitur Kamera Gimbal Mekanis Tiga Sumbu

Berita Terbaru

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. (Dok. Setpres)

Internasional

PM Singapura Sumbangkan Kenaikan Gaji untuk Amal Selama 5 Tahun

Rabu, 9 Sep 2026 - 04:52 WIB