Satuteks.com – Sejumlah perusahaan teknologi terbesar di Amerika Serikat dijadwalkan mengumumkan laporan keuangan kuartalan sepanjang pekan ini. Investor kini menunggu gambaran apakah investasi besar pada kecerdasan buatan (AI) mulai memberikan hasil nyata.
Microsoft, Amazon, Meta, dan Apple menjadi empat emiten yang akan mempublikasikan kinerja keuangan mereka dalam beberapa hari ke depan. Laporan tersebut diperkirakan menjadi perhatian utama pelaku pasar.
Para investor ingin mengetahui apakah reli saham yang selama ini didorong optimisme terhadap AI masih memiliki ruang untuk berlanjut. Mereka juga mencermati apakah momentum tersebut mulai melambat.
Perhatian pasar meningkat setelah Tesla dan Alphabet melaporkan hasil keuangan pekan lalu. Kedua perusahaan itu memperlihatkan besarnya pengeluaran untuk pengembangan teknologi AI.
Data LSEG I/B/E/S menunjukkan analis memperkirakan laba gabungan perusahaan dalam indeks S&P 500 pada kuartal II meningkat sekitar 39 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Pertumbuhan tersebut diperkirakan banyak ditopang oleh emiten yang memiliki keterkaitan dengan pengembangan AI. Namun, kondisi berbeda masih terjadi pada sektor semikonduktor.
Indeks cip PHLX turun 2,2 persen pada perdagangan Senin (27/7). Sejak mencetak rekor penutupan tertinggi pada 22 Juni, indeks tersebut telah terkoreksi sekitar 21 persen.
Meski mengalami tekanan, indeks cip PHLX masih membukukan kenaikan sekitar 63 persen sepanjang 2026. Angka itu menunjukkan sektor semikonduktor tetap mencatat pertumbuhan dalam jangka lebih panjang.
Persaingan industri juga semakin ketat setelah produsen cip asal China, CXMT Corp, mencatat debut yang kuat di bursa pada Senin (27/7). Pada saat bersamaan, muncul laporan bahwa China mulai memproduksi sendiri peralatan pembuat cip berbasis teknologi deep ultraviolet (DUV).
Perkembangan tersebut dinilai menambah tantangan bagi industri semikonduktor Amerika Serikat. Persaingan global di sektor cip diperkirakan akan semakin meningkat.
Sementara itu, perdagangan saham di Wall Street pada Senin berakhir bervariasi. Mengutip Reuters, indeks S&P 500 naik tipis 0,02 persen menjadi 7.413,18 poin.
Dow Jones Industrial Average menguat 0,51 persen ke level 52.210,08 poin. Di sisi lain, Nasdaq terkoreksi 0,18 persen menjadi 24.932,08 poin.
Saham Microsoft berhasil naik 1,9 persen pada perdagangan tersebut. Sektor teknologi informasi dalam indeks S&P 500 juga menguat sebesar 1,25 persen.
Selain menanti laporan keuangan perusahaan teknologi, investor turut memperhatikan perkembangan harga minyak dunia. Kebijakan suku bunga Federal Reserve juga menjadi faktor penting yang dipantau pasar.
Harga minyak Brent turun sekitar 8 persen ke level US$89 per barel setelah Washington menghentikan sementara serangan udara terhadap Iran. Sebelumnya, harga Brent sempat menembus US$100 per barel menyusul serangan baru terhadap jalur pelayaran di Timur Tengah.
Harga minyak yang masih berada pada level tinggi dikhawatirkan dapat memicu kenaikan inflasi. Kondisi tersebut berpotensi mendorong Federal Reserve mengambil kebijakan suku bunga yang lebih ketat.
Berdasarkan data CME FedWatch, pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 62 persen bahwa bank sentral AS akan mempertahankan suku bunga. Sementara itu, peluang kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin diperkirakan mencapai 38 persen.
Federal Reserve dijadwalkan mengumumkan keputusan suku bunga pada Rabu (29/7). Setelah itu, perhatian investor akan beralih pada rilis Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) Juni yang diterbitkan sehari berikutnya.
Laporan keuangan Microsoft, Amazon, Meta, dan Apple diharapkan memberikan gambaran mengenai efektivitas belanja besar untuk AI. Investor akan menilai apakah investasi tersebut sudah mampu mendorong pertumbuhan pendapatan dan laba atau masih menjadi beban bagi perusahaan teknologi.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





