Hacker Korut Rancang AI untuk Otomatisasi Serangan Siber

- Editorial Team

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hacker Korut Rancang AI untuk Otomatisasi Serangan Siber. (Foto: Pexels)

Hacker Korut Rancang AI untuk Otomatisasi Serangan Siber. (Foto: Pexels)

Satuteks.com – Kelompok peretas atau hacker asal Korea Utara (Korut) dilaporkan sedang merancang model kecerdasan buatan berbasis Large Language Model (LLM).

Pengembangan teknologi ini bertujuan untuk mengotomatisasi serangan siber, menganalisis data curian, dan melancarkan aksi phishing.

Temuan tersebut diungkapkan oleh perusahaan keamanan siber asal Korea Selatan, Genians.

Genians menemukan bukti bahwa kelompok hacker Kimsuky telah menyiapkan sarana untuk menjalankan model AI secara lokal.

Beberapa perangkat yang disiapkan meliputi Ollama, GPT4All, Msty, serta teknologi Retrieval-Augmented Generation (RAG).

Penggunaan perangkat lokal ini memungkinkan para peretas memproses dokumen tanpa harus mengirimkan informasi sensitif ke layanan pihak ketiga.

Selain itu, Genians menemukan kerangka kerja agen AI, perangkat speech-to-text, dan software pemrograman Cursor pada infrastruktur pelaku.

Rangkaian temuan ini mengindikasikan bahwa Kimsuky tidak sekadar menggunakan AI generatif untuk membuat umpan phishing.

Mereka mulai membangun kapasitas untuk mengintegrasikan model AI ke dalam pengembangan malware hingga otomatisasi serangan.

Genians turut menemukan dokumen umpan bertema keuangan dan kripto yang disinyalir dibuat menggunakan bantuan AI.

Materi buatan tersebut dirancang sangat rapi hingga menyerupai laporan investasi resmi maupun dokumen kerja formal.

Meskipun demikian, seluruh temuan dari perusahaan keamanan siber ini belum diverifikasi secara independen.

Otoritas Amerika Serikat dan Korea Selatan menyatakan bahwa Korea Utara telah bertahun-tahun memanfaatkan unit siber negara untuk spionase.

Pada tahun 2023, Departemen Keuangan AS resmi menjatuhkan sanksi tegas kepada kelompok peretas Kimsuky.

Pemerintah AS mengidentifikasi Kimsuky sebagai unit intelijen siber yang dikendalikan Pyongyang untuk mengumpulkan informasi strategis.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Kamera 200MP dan Baterai 7.000 mAh
Robot Humanoid Lawan Manusia di Ring, REK Siapkan Teknologi Pertarungan VR
Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Nyata Layar IPS LCD dan AMOLED
Elon Musk Prediksi Bisnis AI SpaceX Bisa Menghasilkan US$500 Miliar per Tahun
Taiwan Deteksi Serangan Siber Berbasis AI Sasar Lembaga Pemerintah
Bocoran Xiaomi 18 Pro Dan Xiaomi 18 Pro Max
Honor Resmi Merilis Robot Phone Berfitur Kamera Gimbal Mekanis Tiga Sumbu
YouTube Resmi Ubah Aturan dan Syarat Monetisasi
Tag :

Baca Juga

Selasa, 22 September 2026 - 11:03 WIB

Realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Kamera 200MP dan Baterai 7.000 mAh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:50 WIB

Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Nyata Layar IPS LCD dan AMOLED

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:50 WIB

Elon Musk Prediksi Bisnis AI SpaceX Bisa Menghasilkan US$500 Miliar per Tahun

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Taiwan Deteksi Serangan Siber Berbasis AI Sasar Lembaga Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Bocoran Xiaomi 18 Pro Dan Xiaomi 18 Pro Max

Berita Terbaru

Ilustrasi petugas Bea Cukai memeriksa kontainer. (Dok. Bea Cukai)

Nasional

Bea Cukai Tindak Barang Impor Ilegal Senilai Rp27,339 Miliar

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:57 WIB