Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri Agro Melalui Peningkatan Kapasitas Ekspor

- Editorial Team

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Dok. Kemenperin)

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Dok. Kemenperin)

Satuteks.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus memperkuat daya saing industri agro nasional guna memacu pertumbuhan ekonomi lewat percepatan hilirisasi.

Langkah strategis ini diambil untuk mendorong penetrasi produk bernilai tambah tinggi di pasar internasional sekaligus memperkokoh posisi Indonesia pada rantai pasok global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, kekayaan sumber daya alam domestik menjadi modal utama yang wajib dioptimalkan secara maksimal.

“Indonesia memiliki kekayaan sumber daya alam yang sangat besar. Tantangannya adalah bagaimana kekayaan tersebut dapat diolah menjadi produk industri bernilai tambah tinggi dan memiliki daya saing di pasar global. Karena itu, penguatan kapasitas pelaku industri menjadi bagian penting dari strategi pengembangan industri nasional,” ujar Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Menurutnya, penembusan pasar luar negeri menuntut kesiapan pelaku usaha dalam memahami regulasi serta membangun kredibilitas bisnis yang solid.

“Pasar global semakin kompetitif dan memiliki persyaratan yang semakin kompleks. Industri nasional harus mampu membaca peluang pasar, memenuhi standar mutu dan keamanan pangan, serta menunjukkan komitmen terhadap aspek keberlanjutan. Dengan demikian, produk Indonesia tidak hanya mampu masuk ke pasar global, tetapi juga memiliki posisi yang kuat dan berkelanjutan,” jelasnya.

Sejalan dengan arahan tersebut, Direktorat Jenderal Industri Agro Kemenperin menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Manajemen Ekspor pada 21–24 Juli 2026 di Jakarta.

Agenda pelatihan intensif ini diikuti oleh 20 peserta yang mewakili 16 perusahaan dari sektor industri rempah, rumput laut, mikroalga, hingga sagu.

Keempat komoditas unggulan tersebut dinilai memiliki prospek ekspor yang sangat menjanjikan apabila diolah menjadi produk bernilai tambah.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika menegaskan, Bimtek ini menjadi bukti nyata pembekalan kemampuan praktis bagi para pelaku usaha.

“Penguatan akses pasar harus diikuti dengan kesiapan industri. Pelaku usaha perlu memiliki kemampuan membaca peluang pasar secara tepat, memahami persyaratan negara tujuan ekspor, serta mampu menyampaikan keunggulan produknya secara efektif kepada calon pembeli global,” kata Putu.

Ia menjelaskan, para peserta dibekali materi pemanfaatan market intelligence agar mampu mengambil keputusan bisnis berbasis data pasar yang akurat.

Selain itu, aspek pemenuhan standar mutu (quality assurance) dan keamanan pangan (food safety) juga menjadi fokus utama dalam pelatihan tersebut.

Kemenperin turut membimbing peserta menyusun Sustainability Company Profile dan Sustainability Pitch Deck guna menjawab tuntutan tata kelola lingkungan global.

“Tren pasar internasional menunjukkan bahwa aspek keberlanjutan semakin menjadi pertimbangan penting bagi buyers. Karena itu, industri kita harus mampu menunjukkan bukan hanya produk yang berkualitas, tetapi juga bagaimana perusahaan menjalankan proses bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan,” tutur Putu.

Ia menambahkan, seluruh rangkaian pelatihan dikemas interaktif melalui analisis kasus, diskusi kelompok, serta lokakarya penyusunan materi promosi.

Pendekatan praktis ini diterapkan agar para peserta dapat langsung menghasilkan dokumen strategi ekspor yang siap diimplementasikan.

Menurutnya, peningkatan kompetensi manajemen ini dirancang secara khusus untuk membangun ekosistem industri agro yang berorientasi ekspor.

“Kami berharap kegiatan ini dapat meningkatkan kesiapan perusahaan dalam memperluas jejaring bisnis internasional, meningkatkan nilai tambah produk, dan membangun hubungan bisnis yang berkelanjutan dengan mitra di berbagai negara,” ungkapnya.

Pemerintah optimistis penguatan kompetensi ini akan menggeser peran Indonesia dari sekadar pengekspor bahan mentah menjadi produsen barang jadi bernilai tinggi.

“Ke depan, kami optimis semakin banyak produk industri agro Indonesia yang akan dikenal dan diterima di pasar dunia. Untuk itu, hilirisasi, peningkatan kualitas, penguatan SDM, serta kemampuan membaca dan memenuhi kebutuhan pasar global harus terus berjalan secara bersamaan,” pungkas Putu.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Dolar AS Menguat ke Rp17.890 pada Pembukaan Perdagangan Selasa Pagi
Ramai Diburu Kolektor, BI Jelaskan Status Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya
Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Berikut Rincian Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg
Rupiah Melemah 0,16% ke Rp17.876 per Dolar AS pada Selasa Pagi
Indonesia dan Cili Sepakat Perluas Akses Pasar Produk Pertanian
Komisi XI DPR Dorong Bea Cukai Jawa Timur Gali Potensi Penerimaan Negara Selain Cukai Tembakau
Operasional Kopdes Harus Berjalan Sehat dan Mandiri
Pemerintah Harus Siapkan Langkah Mitigasi Ekonomi Dampak Geopolitik Global

Baca Juga

Selasa, 22 September 2026 - 11:00 WIB

Dolar AS Menguat ke Rp17.890 pada Pembukaan Perdagangan Selasa Pagi

Selasa, 22 September 2026 - 10:58 WIB

Ramai Diburu Kolektor, BI Jelaskan Status Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya

Selasa, 22 September 2026 - 10:58 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Berikut Rincian Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg

Selasa, 22 September 2026 - 10:49 WIB

Rupiah Melemah 0,16% ke Rp17.876 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Indonesia dan Cili Sepakat Perluas Akses Pasar Produk Pertanian

Berita Terbaru

Ilustrasi petugas Bea Cukai memeriksa kontainer. (Dok. Bea Cukai)

Nasional

Bea Cukai Tindak Barang Impor Ilegal Senilai Rp27,339 Miliar

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:57 WIB