Persyaratan RAM Minecraft Java Edition Kini Tembus 16 GB Demi Performa Mulus

- Editorial Team

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Seorang gamer sedang memainkan Minecraft. (Foto: Pexels)

Seorang gamer sedang memainkan Minecraft. (Foto: Pexels)

Satuteks.com – Studio pengembang milik Microsoft, Mojang, secara resmi menaikkan persyaratan sistem minimum dan rekomendasi perangkat keras untuk game Minecraft: Java Edition.

Langkah langka ini diambil demi menjaga relevansi serta fleksibilitas pengembangan game sandbox tersebut di masa mendatang.

“Kami ingin memperjelas kepada para pemain mengenai jenis komputer apa yang bisa menjalankan Java Edition dengan mulus,” ujar pihak Mojang seperti dikutip dari Techspot, Rabu (29/7/2026).

Pembaruan spesifikasi teknis ini secara resmi diterapkan pada 21 Juli 2026 untuk menyasar target preset grafis “Fast” dan “Fancy”.

Pengembang menargetkan performa resolusi 1080p pada 30 FPS untuk preset “Fast”, serta 1080p pada 60 FPS untuk preset “Fancy”.

Untuk menjalankan preset “Fast”, sistem kini membutuhkan RAM minimal 8 GB dengan GPU diskrit, atau RAM 12 GB jika memakai GPU terintegrasi.

Sementara itu, preset “Fancy” disarankan menggunakan kapasitas RAM hingga 16 GB demi menjamin kelancaran permainan di masa depan.

Besarnya rekomendasi RAM tersebut dinilai wajar karena alokasi bawaan game sebesar 4 GB tetap membutuhkan sisa memori untuk sistem operasi dan aplikasi latar belakang.

Selain sektor memori, peningkatan juga mencakup penggunaan CPU arsitektur x86-64 atau Arm64 modern beserta GPU yang lebih tangguh.

Persyaratan baru ini disebut Mojang masih tergolong sangat ringan jika dibandingkan dengan standar game kelas AAA modern saat ini.

Meski Minecraft: Bedrock Edition memiliki syarat lebih rendah, pemain PC dinilai tetap menyukai Java Edition berkat dukungan mod kustom yang luas.

Perubahan syarat sistem ini merupakan yang pertama kalinya dilakukan oleh pengembang setelah 17 tahun berdiri tanpa perombakan.

Langkah meninggalkan perangkat keras tua ini diambil agar tim pengembang dapat berfokus pada peningkatan teknis, termasuk transisi arsitektur grafis dari OpenGL ke Vulkan.

“Meskipun perangkat lama mungkin masih bisa membuka game ini, mereka akan kesulitan memberikan pengalaman bermain yang baik,” pungkas Mojang.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Apple Uji Chip Memori CXMT Asal China demi Atasi Kelangkaan Komponen Akibat AI
Hacker Korut Rancang AI untuk Otomatisasi Serangan Siber
Meta Rilis AI Muse Glimmer, Bisa Akses Tanpa Internet
DeepSeek Kenalkan V4-Flash, Model AI Berbiaya Rendah dengan Efisiensi Tinggi
Roket SpaceX Diprediksi Hantam Permukaan Bulan Hari Ini
Alibaba Resmi Rilis Model AI Qwen 3.8-Max untuk Pengguna Global
Perusahaan Teknologi Raksasa Bakal Rilis Kinerja Keuangan di Tengah Sorotan Investasi AI
Samsung Sebut Galaxy AI Bakal Lebih Relevan dan Memahami Bahasa Lokal
Tag :

Baca Juga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 17:11 WIB

Apple Uji Chip Memori CXMT Asal China demi Atasi Kelangkaan Komponen Akibat AI

Selasa, 11 Agustus 2026 - 16:05 WIB

Hacker Korut Rancang AI untuk Otomatisasi Serangan Siber

Selasa, 11 Agustus 2026 - 15:05 WIB

Meta Rilis AI Muse Glimmer, Bisa Akses Tanpa Internet

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:21 WIB

DeepSeek Kenalkan V4-Flash, Model AI Berbiaya Rendah dengan Efisiensi Tinggi

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:18 WIB

Roket SpaceX Diprediksi Hantam Permukaan Bulan Hari Ini

Berita Terbaru

Hacker Korut Rancang AI untuk Otomatisasi Serangan Siber. (Foto: Pexels)

Teknologi

Hacker Korut Rancang AI untuk Otomatisasi Serangan Siber

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:05 WIB

Meta Rilis AI Muse Glimmer. (MarkTechPost)

Teknologi

Meta Rilis AI Muse Glimmer, Bisa Akses Tanpa Internet

Selasa, 11 Agu 2026 - 15:05 WIB