Prabowo Instruksikan Percepatan Pembentukan IIFC

- Editorial Team

Jumat, 24 Juli 2026 - 00:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani. (Dok. Setpres)

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan Roeslani. (Dok. Setpres)

Satuteks.com – Presiden Prabowo Subianto memerintahkan percepatan pembentukan Indonesia International Financial Center (IIFC) dalam rapat terbatas di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat daya saing Indonesia sebagai tujuan investasi sekaligus pusat jasa keuangan bertaraf internasional.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus Kepala BPI Danantara Rosan Roeslani menjelaskan, Presiden meminta pelaksanaan IIFC segera dimulai setelah dasar hukumnya memperoleh persetujuan DPR.

“Rencana pelaksanaan dari Indonesia International Financial Center yang memang alhamdulillah undang-undangnya sudah disetujui oleh DPR dan Bapak Presiden minta itu segera ditindaklanjuti, dan memang rencananya itu akan dibuat di Bali, tetapi kan perlu ada persiapan mungkin selama 2 atau 3 tahun sampai itu menjadi suatu financial center yang bertaraf internasional dan juga akan bisa membuat para investor itu melihat,” ujar Rosan usai rapat di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Menurut Rosan, pemerintah menerima respons yang sangat positif dari para investor terhadap rencana pembentukan pusat keuangan internasional tersebut.

Ia mengatakan, dirinya baru bertemu dengan 11 investor dari kalangan family office dan pihak lainnya di Bali untuk memaparkan rencana pengembangan IIFC.

“Beberapa hari yang lalu saya juga ke Bali bertemu dengan 11 para investor dari family office dan yang lain-lainnya dan responsnya sudah sangat-sangat positif mengenai keberadaan financial center yang akan ada di Indonesia ini,” kata Rosan.

Rosan menjelaskan, operasional IIFC akan lebih dahulu dijalankan di Jakarta selama masa transisi yang diperkirakan berlangsung dua hingga tiga tahun sebelum pengembangan utama dilakukan di Bali.

Menurutnya, masa transisi tersebut dimanfaatkan untuk menyiapkan kelembagaan, tata kelola, serta infrastruktur pendukung agar pusat keuangan internasional dapat beroperasi secara optimal.

“Mungkin di masa transisi ini, dalam dua atau tiga tahun depan mungkin akan dibuat dulu di Jakarta selama masa tradisi ini sebelum nanti akan lebih dikembangkan, bisa di Jakarta dan juga di Bali,” ucap Rosan.

Rosan menambahkan, pemerintah telah menyiapkan gedung sebagai lokasi operasional awal IIFC di Jakarta, sementara Danantara akan berperan sebagai pengembang kawasan dan pengelolaannya dipimpin ketua kawasan bersama governor yang bertugas membangun seluruh perangkat pendukung.

“Kalau Danantara kan sebagai pengembang kawasan, tapi kan dari financial center itu sendiri nanti akan dipimpin oleh ketua kawasan dan juga oleh governor-nya nanti akan men-set up semua perangkat yang dibutuhkan agar financial center itu bisa berfungsi dengan baik dan benar,” tutur Rosan.

Pembentukan Indonesia International Financial Center menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk memperkuat ekosistem investasi nasional, memperluas akses pembiayaan, serta meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi global, sesuai agenda yang dibahas dalam rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Dolar AS Menguat ke Rp17.890 pada Pembukaan Perdagangan Selasa Pagi
Ramai Diburu Kolektor, BI Jelaskan Status Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya
Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Berikut Rincian Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg
Rupiah Melemah 0,16% ke Rp17.876 per Dolar AS pada Selasa Pagi
Indonesia dan Cili Sepakat Perluas Akses Pasar Produk Pertanian
Komisi XI DPR Dorong Bea Cukai Jawa Timur Gali Potensi Penerimaan Negara Selain Cukai Tembakau
Operasional Kopdes Harus Berjalan Sehat dan Mandiri
Pemerintah Harus Siapkan Langkah Mitigasi Ekonomi Dampak Geopolitik Global

Baca Juga

Selasa, 22 September 2026 - 11:00 WIB

Dolar AS Menguat ke Rp17.890 pada Pembukaan Perdagangan Selasa Pagi

Selasa, 22 September 2026 - 10:58 WIB

Ramai Diburu Kolektor, BI Jelaskan Status Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya

Selasa, 22 September 2026 - 10:58 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Berikut Rincian Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg

Selasa, 22 September 2026 - 10:49 WIB

Rupiah Melemah 0,16% ke Rp17.876 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Indonesia dan Cili Sepakat Perluas Akses Pasar Produk Pertanian

Berita Terbaru

Ilustrasi petugas Bea Cukai memeriksa kontainer. (Dok. Bea Cukai)

Nasional

Bea Cukai Tindak Barang Impor Ilegal Senilai Rp27,339 Miliar

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:57 WIB