Roket SpaceX Diprediksi Hantam Permukaan Bulan Hari Ini

- Editorial Team

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi roket SpaceX. (Foto: SpaceX via Pexels)

Ilustrasi roket SpaceX. (Foto: SpaceX via Pexels)

Satuteks.com – Roket buatan SpaceX diperkirakan bakal menghantam permukaan Bulan pada Rabu (5/8/2026).

Benturan keras tersebut diprediksi memicu terbentuknya kawah baru selebar 27 meter di permukaan Bulan.

Menurut laporan Space, instrumen yang menabrak Bulan hanyalah bagian atas dari roket Falcon 9.

Peristiwa ini diperkirakan terjadi pada Rabu (5/8/2026) dini hari sekitar pukul 02.35 EDT atau 13.35 WIB.

Misi peluncuran roket Falcon 9 ini sebenarnya telah berlangsung sejak Januari 2025 lalu.

Kala itu, roket membawa dua pendarat Bulan robotik milik swasta, yakni Blue Ghost dan Resilience.

Wahana Blue Ghost berhasil menyelesaikan misinya, sedangkan Resilience mengalami kegagalan saat mencoba mendarat.

Bagian atas Falcon 9 hanya didesain untuk satu kali penerbangan, tidak seperti pendorong utamanya.

SpaceX biasanya langsung mengarahkan sisa roket ke atmosfer Bumi agar hancur setelah peluncuran.

Sayangnya, skenario pembuangan tersebut tidak bisa diterapkan pada penerbangan Blue Ghost dan Resilience.

Proses pengiriman kedua pendarat tersebut telah menghabiskan hampir seluruh cadangan bahan bakar roket.

Sisa roket seberat 4.000 kilogram itu akhirnya terdampar di orbit tinggi Bumi yang bersinggungan dengan Bulan.

Julianna Scheiman menjelaskan bahwa pihak SpaceX sebenarnya telah menjalankan manuver pengamanan sesuai regulasi.

Direktur Program Sains NASA dan Dragon di SpaceX tersebut mengakui manuver itu tidak mengunci posisi sisa roket secara permanen.

Pengaruh alam di luar angkasa terus berinteraksi hingga mengubah arah lintasan sisa roket tersebut.

Kombinasi radiasi matahari dan gravitasi akhirnya mendorong sisa roket ke jalur yang mengarah ke Bulan.

Para astronom dan ilmuwan antariksa menyambut hangat fenomena tabrakan sisa roket di Bulan ini.

Kejadian ini dimanfaatkan untuk menguji sistem pengukuran kilatan guna melacak lokasi benturan secara seismik.

Peneliti juga bisa memetakan potensi bahaya sampah antariksa terhadap infrastruktur pangkalan dan para astronot.

Langkah mitigasi ini sangat penting mengingat NASA berencana membangun pangkalan jangka panjang lewat program Artemis.

Scheiman menegaskan bahwa SpaceX terus memformulasikan cara untuk meminimalkan risiko jatuhnya sisa roket di area berpenghuni.

Pihak SpaceX kini aktif berkolaborasi dengan NASA untuk merancang jalur pembuangan sisa roket yang lebih aman.

Falcon 9 sendiri bukanlah objek buatan manusia pertama yang dilaporkan menghantam permukaan Bulan.

Bagian ketiga dari roket Saturn V milik NASA tercatat pernah beberapa kali menabrak Bulan pada era misi Apollo.

Selain itu, bagian atas roket Long March 3C milik China juga pernah menciptakan kawah ganda di Bulan pada 4 Maret 2022.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Kamera 200MP dan Baterai 7.000 mAh
Robot Humanoid Lawan Manusia di Ring, REK Siapkan Teknologi Pertarungan VR
Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Nyata Layar IPS LCD dan AMOLED
Elon Musk Prediksi Bisnis AI SpaceX Bisa Menghasilkan US$500 Miliar per Tahun
Taiwan Deteksi Serangan Siber Berbasis AI Sasar Lembaga Pemerintah
Bocoran Xiaomi 18 Pro Dan Xiaomi 18 Pro Max
Honor Resmi Merilis Robot Phone Berfitur Kamera Gimbal Mekanis Tiga Sumbu
YouTube Resmi Ubah Aturan dan Syarat Monetisasi

Baca Juga

Selasa, 22 September 2026 - 11:03 WIB

Realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Kamera 200MP dan Baterai 7.000 mAh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:50 WIB

Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Nyata Layar IPS LCD dan AMOLED

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:50 WIB

Elon Musk Prediksi Bisnis AI SpaceX Bisa Menghasilkan US$500 Miliar per Tahun

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Taiwan Deteksi Serangan Siber Berbasis AI Sasar Lembaga Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Bocoran Xiaomi 18 Pro Dan Xiaomi 18 Pro Max

Berita Terbaru

Ilustrasi petugas Bea Cukai memeriksa kontainer. (Dok. Bea Cukai)

Nasional

Bea Cukai Tindak Barang Impor Ilegal Senilai Rp27,339 Miliar

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:57 WIB