Samsung Jamin Kacamata Pintar Perdananya Tidak akan Jadi Alat Perekam

- Editorial Team

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kacamata Samsung. (visionplusmag)

Kacamata Samsung. (visionplusmag)

Satuteks.com – Samsung memastikan kacamata pintar perdananya tidak akan menjadi alat spionase yang melanggar privasi di ruang publik.

Perusahaan asal Korea Selatan tersebut menjadikan perlindungan data serta privasi masyarakat sebagai fondasi utama pengembangan perangkat berbasis kecerdasan buatan ini.

Executive Vice President Samsung Electronics, Jaein Choi mengatakan, kepercayaan konsumen merupakan aspek paling krusial seiring tingginya intensitas interaksi masyarakat dengan teknologi kecerdasan buatan setiap hari.

Ia menegaskan bahwa pihak manajemen selalu merancang setiap inovasi baru dengan menempatkan faktor privasi sebagai prioritas utama.

“Karena orang berinteraksi dengan AI dalam kehidupan sehari-hari mereka, pengalaman ini menjadi lebih personal dan kepercayaan menjadi lebih penting. Di Samsung, privasi bukan pemikiran akhir. Kami mendesain inovasi baru, selalu mempertimbangkan privasi,” tegas Jaein Choi, dalam gelaran Unpacked 2026 di London, Inggris.

Choi menjelaskan bahwa perusahaan menanamkan sistem perangkat keras khusus yang mampu mematikan fungsi kamera secara otomatis saat syarat transparansi diabaikan.

Salah satu mekanisme pencegahan tersebut bekerja melalui lampu indikator LED yang wajib menyala terang selama proses perekaman berlangsung.

“LED bagian dalam kami mengontrol kamera. Jika seseorang memblokir ini atau menonaktifkan, ini akan menghentikan kamera dan perekaman,” jelas Choi.

Ia menambahkan bahwa kacamata canggih ini turut dibekali sensor pintar untuk mendeteksi upaya penutupan lampu indikator secara sengaja menggunakan jari maupun stiker.

“Deteksi blokir adalah hal lain. Jika seseorang dengan sengaja memblokirnya saat merekam, itu menghentikan perekaman. Atau bahkan saat perekaman dimulai, kami dapat mencegah penyalahgunaan tersebut dengan deteksi blokir,” tambahnya.

Selanjutnya, ia memaparkan bahwa Samsung juga mengantisipasi potensi perekaman tersembunyi saat perangkat diletakkan di atas meja atau diselipkan pada saku baju.

Menurutnya, potensi manipulasi tersebut berhasil ditutup rapat melalui pengaplikasian fitur wear detection atau deteksi pemakaian secara langsung.

Sistem sensor cerdas ini hanya mengizinkan kamera beroperasi apabila perangkat terdeteksi sedang terpasang secara sempurna pada wajah pengguna.

“Deteksi pemakaian kami juga penting. Seperti yang saya katakan, wajah manusia sangat kompleks. Jika Anda melepas dan mencoba melakukan meletakkan kacamata di atas meja, kamera tidak akan berfungsi,” papar Choi.

Di samping perlindungan perangkat keras, ia menyebut antarmuka sistem perangkat lunak juga dirancang sangat transparan untuk memberikan informasi status perangkat secara real-time.

Sebagai informasi, kacamata pintar berbasis kecerdasan buatan ini diperkenalkan secara resmi dalam ajang tahunan Galaxy Unpacked 2026.

Kehadiran perangkat wearable berkamera memang kerap membayangi kekhawatiran masyarakat global terkait potensi pelanggaran privasi di ruang terbuka.

“Tapi ini hanyalah permulaan. Kami sedang meneliti banyak teknologi baru untuk melindungi lebih jauh di masa depan. Ini adalah komitmen kami untuk meningkatkannya seiring produk ini diterima secara luas dalam sosial dan regulasi pemerintah juga,” pungkas Choi.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Kamera 200MP dan Baterai 7.000 mAh
Robot Humanoid Lawan Manusia di Ring, REK Siapkan Teknologi Pertarungan VR
Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Nyata Layar IPS LCD dan AMOLED
Elon Musk Prediksi Bisnis AI SpaceX Bisa Menghasilkan US$500 Miliar per Tahun
Taiwan Deteksi Serangan Siber Berbasis AI Sasar Lembaga Pemerintah
Bocoran Xiaomi 18 Pro Dan Xiaomi 18 Pro Max
Honor Resmi Merilis Robot Phone Berfitur Kamera Gimbal Mekanis Tiga Sumbu
YouTube Resmi Ubah Aturan dan Syarat Monetisasi
Tag :

Baca Juga

Selasa, 22 September 2026 - 11:03 WIB

Realme 16 Pro Harry Potter Edition Meluncur, Bawa Kamera 200MP dan Baterai 7.000 mAh

Jumat, 21 Agustus 2026 - 03:50 WIB

Jangan Salah Pilih! Ini Perbedaan Nyata Layar IPS LCD dan AMOLED

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:50 WIB

Elon Musk Prediksi Bisnis AI SpaceX Bisa Menghasilkan US$500 Miliar per Tahun

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Taiwan Deteksi Serangan Siber Berbasis AI Sasar Lembaga Pemerintah

Jumat, 14 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Bocoran Xiaomi 18 Pro Dan Xiaomi 18 Pro Max

Berita Terbaru

Ilustrasi petugas Bea Cukai memeriksa kontainer. (Dok. Bea Cukai)

Nasional

Bea Cukai Tindak Barang Impor Ilegal Senilai Rp27,339 Miliar

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:57 WIB