Pemprov Jateng Fokus Kembangkan Pariwisata dan Ekonomi Syariah Tahun Depan

- Editorial Team

Minggu, 28 Juni 2026 - 04:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. (Dok. Pemprov Jateng)

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi. (Dok. Pemprov Jateng)

Satuteks.com – Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi menetapkan pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah sebagai fokus utama pembangunan wilayahnya pada 2027. Sektor ini dibidik menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi daerah.

“Infrastruktur sudah (2025), dan swasembada pangan sudah kuat pada 2026, maka 2027 adalah pariwisata yang menjadi prioritas kita,” kata Luthfi.

Pernyataan tersebut disampaikannya seusai Rembug Pembangunan Jawa Tengah di Pendopo Kabupaten Banjarnegara, Senin (18/5/2026).

Luthfi mengatakan, Pemprov Jateng kini mulai mengintegrasikan peta jalan pembangunan tersebut dengan rencana pemerintah kabupaten dan kota. Langkah ini menjadi tindak lanjut hasil Musrenbang tingkat provinsi beberapa waktu lalu.

Sektor pariwisata mencatatkan pertumbuhan signifikan sebesar 10,60% berdasarkan data 2025. Kontribusi sektor ini terhadap PDRB Jateng terus mendaki dari 3,29% pada 2022, menjadi 3,40% pada 2023, naik 3,56% pada 2024, hingga mencapai 3,74% pada 2025.

Tren positif juga terlihat dari lonjakan angka kunjungan wisatawan. Jumlah pelancong meroket dari 46,6 juta orang pada 2022 menjadi 74,4 juta orang pada 2025, atau mengalami kenaikan sebesar 59,73%.

Jawa Tengah sukses mengukuhkan diri sebagai destinasi favorit bagi wisatawan mancanegara serta domestik. Mayoritas pengunjung berasal dari Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur.

“Modalnya sudah ada di wilayah kita masing-masing, ada wisata alam, wisata kuliner, wastra, dan lainnya,” jelas Luthfi.

Pengakuan UNESCO terhadap berbagai produk budaya lokal ikut memperkuat modal tersebut. Status ini harus memicu tiap daerah mengembangkan potensi budaya dan pariwisata, termasuk konsep ramah muslim.

Kawasan Banjarnegara, Wonosobo, Purbalingga, Banyumas, dan Cilacap dinilai memiliki potensi wisata alam serta agro yang melimpah. Pemetaan berkala tetap berjalan guna memastikan seluruh potensi dan desa wisata binaan tergarap maksimal.

Lima bupati yang hadir menyatakan kesiapan menyelaraskan program kerja dengan peta jalan bentukan pemprov. Salah satunya Bupati Banjarnegara Amalia Desiana.

Amalia berkomitmen menggarap Kawasan Pegunungan Dieng yang masuk destinasi wisata zona dua. Sektor yang belum banyak tereksplorasi ini diharapkan mampu mendongkrak perekonomian.

Geografis Banjarnegara dinilai mirip dengan Wonosobo dan Purbalingga yang kaya akan potensi alam. Pengembangan desa wisata diyakini mampu menjadi magnet pertumbuhan baru.

“Destinasi wisata zona dua ini belum banyak disentuh. Désa wisata juga menjadi magnet bagi Banjarnegara, agar pertumbuhan ekonomi meningkat,” katanya.

Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya mengamini strategi tersebut. Cilacap saat ini memiliki 19 desa wisata mandiri, namun hanya memiliki satu objek wisata kelolaan pemkab, yaitu Cipari.

Kondisi objek wisata Cipari saat ini cukup memprihatinkan. Pemkab Cilacap berencana menata ulang kawasan tersebut demi mewujudkan pariwisata berkelanjutan.

Revitalisasi juga akan menyasar kawasan Teluk Penyu dan Benteng Pendem lewat koordinasi bersama Kementerian Kebudayaan. Sektor wisata dan ekonomi syariah turut mendapatkan dorongan serupa.

“Kami akan tata ulang supaya bisa dimanfaatkan menjadi destinasi wisata berkelanjutan. Lalu ada Teluk Penyu dan Benteng Pendem yang perlu direvitalisasi, ini sudah ada komunikasi dengan Kementerian Kebudayaan. Untuk wisata syariah dan ekonomi syariah, akan kami dorong untuk dikembangkan,” jelasnya.

Agenda Rembug Pembangunan Jawa Tengah ini turut dihadiri sejumlah pejabat penting daerah. Tampak hadir Sekda Jateng Sumarno dan Wakil Ketua DPRD Jateng Setya Arinugroho.

Jajaran kepala daerah yang hadir meliputi Bupati Wonosobo Arif Nurhidayat, Bupati Purbalingga Fahmi Muhammad Hanif, dan Bupati Banyumas Sadewa Tri Lastiono. Hadir pula Bupati Banjarnegara Amalia Desiana serta Plt Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya.

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 04:20 WIB

Pemprov Jateng Fokus Kembangkan Pariwisata dan Ekonomi Syariah Tahun Depan

Berita Terbaru


Seorang perempuan menunjukkan koleksi emas Antam miliknya. (Satuteks.com)

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Sebesar 0,30% Dalam Sepekan Terakhir

Minggu, 28 Jun 2026 - 05:30 WIB