Satuteks.com – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan peluncuran serangan balasan ke berbagai situs infrastruktur militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain.
Operasi bersenjata pasukan militer elit Iran ini dilepaskan menyusul aksi militer yang dilakukan oleh pihak Washington sebelumnya.
IRGC menegaskan serangan tersebut menyasar fasilitas strategis sebagai bentuk respons langsung Teheran.
Berdasarkan keterangan IRGC, aksi tersebut dirancang untuk melumpuhkan titik vital pertahanan pasukan asing di kawasan Timur Tengah.
“Selama operasi gabungan rudal dan drone yang dilakukan hari ini, IRGC menghancurkan delapan lokasi infrastruktur penting milik para pembunuh anak-anak – pasukan AS – di Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait dan di pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS di pelabuhan Salman, Bahrain, menggunakan rudal balistik dan drone,” tulis pernyataan resmi IRGC yang dikutip kantor berita Tasnim.
Pihak IRGC menjelaskan bahwa gempuran udara tersebut telah dikoordinasikan secara matang. Menurut lembaga militer tersebut, penggunaan kombinasi senjata tak berawak dan proyektil balistik dinilai efektif untuk menembus sistem pertahanan lawan.
Pernyataan resmi itu juga menyebutkan serangan diarahkan secara presisi ke target makro. Fasilitas di Kuwait dan Bahrain itu diincar karena dianggap menjadi basis krusial operasi militer Amerika Serikat.
Teheran memperingatkan bahwa respons mereka di masa depan akan jauh lebih tegas jika agresi susulan kembali terjadi. Ancaman ini dinilai sebagai sinyal keras bahwa Iran tidak akan tinggal diam terhadap setiap pergerakan ofensif di wilayahnya.
Selain itu, pihak berwenang Iran menyatakan kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya berpotensi dibatalkan secara total. Keputusan pembatalan tersebut disebut bakal berlaku jika ketentuan gencatan senjata dilanggar oleh pihak lawan.
Ketegangan geopolitik ini meluas seiring dengan meningkatnya kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Situasi di pangkalan udara Kuwait dan pelabuhan Bahrain tersebut murni menjadi sasaran akibat gesekan bersenjata yang terus memanas antara kedua negara.
“Kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya dapat sepenuhnya dibatalkan jika gencatan senjata dilanggar,” pungkas IRGC.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





