Iran Hancurkan 8 Infrastruktur Militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain

- Editorial Team

Senin, 29 Juni 2026 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi pasukan IRGC meluncurkan serangan rudal. (AI)

Ilustrasi pasukan IRGC meluncurkan serangan rudal. (AI)

Satuteks.com – Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengumumkan peluncuran serangan balasan ke berbagai situs infrastruktur militer Amerika Serikat di Kuwait dan Bahrain.

Operasi bersenjata pasukan militer elit Iran ini dilepaskan menyusul aksi militer yang dilakukan oleh pihak Washington sebelumnya.

IRGC menegaskan serangan tersebut menyasar fasilitas strategis sebagai bentuk respons langsung Teheran.

Berdasarkan keterangan IRGC, aksi tersebut dirancang untuk melumpuhkan titik vital pertahanan pasukan asing di kawasan Timur Tengah.

“Selama operasi gabungan rudal dan drone yang dilakukan hari ini, IRGC menghancurkan delapan lokasi infrastruktur penting milik para pembunuh anak-anak – pasukan AS – di Pangkalan Udara Ali Al Salem di Kuwait dan di pangkalan Armada Kelima Angkatan Laut AS di pelabuhan Salman, Bahrain, menggunakan rudal balistik dan drone,” tulis pernyataan resmi IRGC yang dikutip kantor berita Tasnim.

Pihak IRGC menjelaskan bahwa gempuran udara tersebut telah dikoordinasikan secara matang. Menurut lembaga militer tersebut, penggunaan kombinasi senjata tak berawak dan proyektil balistik dinilai efektif untuk menembus sistem pertahanan lawan.

Pernyataan resmi itu juga menyebutkan serangan diarahkan secara presisi ke target makro. Fasilitas di Kuwait dan Bahrain itu diincar karena dianggap menjadi basis krusial operasi militer Amerika Serikat.

Teheran memperingatkan bahwa respons mereka di masa depan akan jauh lebih tegas jika agresi susulan kembali terjadi. Ancaman ini dinilai sebagai sinyal keras bahwa Iran tidak akan tinggal diam terhadap setiap pergerakan ofensif di wilayahnya.

Selain itu, pihak berwenang Iran menyatakan kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya berpotensi dibatalkan secara total. Keputusan pembatalan tersebut disebut bakal berlaku jika ketentuan gencatan senjata dilanggar oleh pihak lawan.

Ketegangan geopolitik ini meluas seiring dengan meningkatnya kehadiran militer Amerika Serikat di kawasan Teluk. Situasi di pangkalan udara Kuwait dan pelabuhan Bahrain tersebut murni menjadi sasaran akibat gesekan bersenjata yang terus memanas antara kedua negara.

“Kesepakatan yang telah dicapai sebelumnya dapat sepenuhnya dibatalkan jika gencatan senjata dilanggar,” pungkas IRGC.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

PM Singapura Sumbangkan Kenaikan Gaji untuk Amal Selama 5 Tahun
12 Negara Siapkan Sanksi Perdagangan terhadap Permukiman Israel di Tepi Barat
Xi Jinping Dorong Inggris dan China Perluas Kerja Sama Meski Beda Pandangan
Rezeki Nomplok, 7 Buruh Miskin India Temukan Berlian 17,96 Karat Senilai Rp935 Juta
Lithuania Temukan Belasan Terowongan Migran Ilegal
Mojtaba Khamenei Rombak Jajaran Petinggi Militer dan Komando Pasukan IRGC
Iran Tegas Tolak Buka Selat Hormuz Sebelum AS Penuhi Tuntutan Syarat Damai
Otoritas Kolombia Laporkan Korban Tewas Gempa M 7,4 Naik Jadi 132 Orang

Baca Juga

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

PM Singapura Sumbangkan Kenaikan Gaji untuk Amal Selama 5 Tahun

Rabu, 9 September 2026 - 04:50 WIB

12 Negara Siapkan Sanksi Perdagangan terhadap Permukiman Israel di Tepi Barat

Rabu, 9 September 2026 - 04:46 WIB

Xi Jinping Dorong Inggris dan China Perluas Kerja Sama Meski Beda Pandangan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Rezeki Nomplok, 7 Buruh Miskin India Temukan Berlian 17,96 Karat Senilai Rp935 Juta

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Lithuania Temukan Belasan Terowongan Migran Ilegal

Berita Terbaru

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. (Dok. Setpres)

Internasional

PM Singapura Sumbangkan Kenaikan Gaji untuk Amal Selama 5 Tahun

Rabu, 9 Sep 2026 - 04:52 WIB