Trump Perintahkan JD Vance Lanjutkan Negosiasi AS dan Iran di Oman

- Editorial Team

Sabtu, 11 Juli 2026 - 16:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Dok. Kementerian Perang AS)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Dok. Kementerian Perang AS)

Satuteks.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menginstruksikan tim pemerintahannya untuk melanjutkan negosiasi dengan Iran. Pembicaraan lanjutan dijadwalkan berlangsung di Oman pada Sabtu (11/7/2026).

Tim yang ditunjuk Trump terdiri dari Wakil Presiden JD Vance, utusan khusus Steve Witkoff, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, serta Jared Kushner, sebagaimana dilaporkan CBS mengutip sumber anonim.

“Presiden Trump telah mengarahkan timnya – yang dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, menantu presiden Jared Kushner, utusan khusus Steve Witkoff, dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio – untuk melanjutkan negosiasi,” kata sumber CBS, seraya menyebut pembicaraan akan berlangsung di Oman.

Sementara itu, kantor berita Iran, IRNA, melaporkan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi dijadwalkan bertolak ke Oman pada Jumat (10/7/2026).

Menurut IRNA, kunjungan tersebut akan membahas perkembangan di Selat Hormuz, situasi kawasan Timur Tengah, serta hubungan bilateral antara Iran dan Oman.

Di sisi lain, perundingan baru digelar ketika hubungan Amerika Serikat dan Iran kembali menjadi sorotan setelah eskalasi militer beberapa waktu terakhir.

Sebelumnya, Amerika Serikat dan Israel melancarkan perang terhadap Iran pada 28 Februari yang menyebabkan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei tewas dalam serangan udara.

Pada Juni, Washington dan Teheran menandatangani nota kesepahaman yang mempertimbangkan penghentian segera permusuhan di seluruh front, termasuk di Lebanon, sebelum kedua negara melanjutkan dialog yang dimediasi Qatar dan Pakistan di Burgenstock, Swiss.

Menurut pernyataan bersama para mediator, putaran pertama pembicaraan berlangsung dalam suasana positif dan konstruktif sehingga dinilai menghasilkan kemajuan yang menjanjikan sebagai dasar konsultasi teknis lanjutan.

Namun, pada malam 8 Juli, Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara besar-besaran terhadap Iran dengan tuduhan Teheran melanggar perjanjian sebelumnya, khususnya terkait Selat Hormuz.

Sebagai balasan, Iran menyerang fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan tersebut.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

PM Singapura Sumbangkan Kenaikan Gaji untuk Amal Selama 5 Tahun
12 Negara Siapkan Sanksi Perdagangan terhadap Permukiman Israel di Tepi Barat
Xi Jinping Dorong Inggris dan China Perluas Kerja Sama Meski Beda Pandangan
Rezeki Nomplok, 7 Buruh Miskin India Temukan Berlian 17,96 Karat Senilai Rp935 Juta
Lithuania Temukan Belasan Terowongan Migran Ilegal
Mojtaba Khamenei Rombak Jajaran Petinggi Militer dan Komando Pasukan IRGC
Iran Tegas Tolak Buka Selat Hormuz Sebelum AS Penuhi Tuntutan Syarat Damai
Otoritas Kolombia Laporkan Korban Tewas Gempa M 7,4 Naik Jadi 132 Orang

Baca Juga

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

PM Singapura Sumbangkan Kenaikan Gaji untuk Amal Selama 5 Tahun

Rabu, 9 September 2026 - 04:50 WIB

12 Negara Siapkan Sanksi Perdagangan terhadap Permukiman Israel di Tepi Barat

Rabu, 9 September 2026 - 04:46 WIB

Xi Jinping Dorong Inggris dan China Perluas Kerja Sama Meski Beda Pandangan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Rezeki Nomplok, 7 Buruh Miskin India Temukan Berlian 17,96 Karat Senilai Rp935 Juta

Jumat, 14 Agustus 2026 - 18:27 WIB

Lithuania Temukan Belasan Terowongan Migran Ilegal

Berita Terbaru

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. (Dok. Setpres)

Internasional

PM Singapura Sumbangkan Kenaikan Gaji untuk Amal Selama 5 Tahun

Rabu, 9 Sep 2026 - 04:52 WIB