BPS Catat Kinerja Ekspor Indonesia Naik 4,13% pada Semester Pertama 2026

- Editorial Team

Senin, 3 Agustus 2026 - 13:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi tumpukan peti kemas di pelabuhan berisi barang siap ekspor. (Foto: Pexels)

Ilustrasi tumpukan peti kemas di pelabuhan berisi barang siap ekspor. (Foto: Pexels)

Satuteks.com – Badan Pusat Statistik mencatat akumulasi nilai ekspor Indonesia mencapai US$140,81 miliar sepanjang kurun waktu Januari hingga Juni 2026. Capaian ini menunjukkan tren positif di sektor perdagangan luar negeri tanah air.

Ia menyampaikan, performa ekspor nasional tersebut berhasil melonjak 4,13% jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun lalu.

“Sepanjang periode Januari-Juni 2026, nilai ekspor Indonesia mencapai 140,81 miliar dolar AS atau meningkat 4,13 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 (year-on-year/yoy),” kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono di Jakarta, Senin (3/8/2026).

Menurutnya, pertumbuhan signifikan perdagangan luar negeri ini terutama ditopang oleh kinerja impresif dari sektor industri pengolahan yang memberikan andil sebesar 6,18%.

Ia menyebutkan, komoditas nonmigas andalan seperti minyak sawit mentah (CPO) beserta turunannya menyumbang porsi 9,12%, sementara batu bara berkontribusi sebesar 8,95%.

Ateng menuturkan, China masih bertahan sebagai negara mitra dagang utama ekspor Indonesia dengan menguasai porsi 25,58% atau bernilai US$34,56 miliar.

Ia menambahkan, komoditas nonmigas yang paling digemari pasar Tiongkok tersebut mencakup besi dan baja, nikel beserta turunannya, hingga bahan bakar mineral.

Posisi kedua pangsa pasar ekspor nonmigas diraih oleh Amerika Serikat dengan kontribusi 11,76% atau mencatatkan angka sebesar US$15,82 miliar, seperti diungkapkan olehnya.

Ia menilai, produk Indonesia seperti peralatan listrik, alas kaki, serta pakaian jadi beserta aksesori berhasil mendominasi pengiriman barang ke Negeri Paman Sam.

Ateng menjelaskan, India menyusul di urutan ketiga dengan porsi 6,87% atau menyumbang US$9,25 miliar, yang didominasi oleh pengiriman bahan bakar mineral serta minyak nabati.

Di sisi lain, total nilai impor tanah air juga mengalami lonjakan hingga 18,69% dengan nilai mencapai US$137,24 miliar selama semester pertama tahun ini, ungkapnya.

“Andil utama peningkatan nilai impor tersebut disumbang oleh impor bahan baku/penolong sebesar 13,15 persen,” kata Ateng.

Ia menerangkan, akumulasi transaksi tersebut tetap menempatkan neraca perdagangan Indonesia dalam kondisi surplus sebesar US$3,58 miliar sepanjang Januari hingga Juni 2026.

Meski demikian, neraca perdagangan bulanan pada Juni 2026 sempat mengalami defisit sebesar US$450 juta akibat nilai impor yang lebih tinggi dibanding ekspor, tutup Ateng.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Dolar AS Menguat ke Rp17.890 pada Pembukaan Perdagangan Selasa Pagi
Ramai Diburu Kolektor, BI Jelaskan Status Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya
Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Berikut Rincian Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg
Rupiah Melemah 0,16% ke Rp17.876 per Dolar AS pada Selasa Pagi
Indonesia dan Cili Sepakat Perluas Akses Pasar Produk Pertanian
Komisi XI DPR Dorong Bea Cukai Jawa Timur Gali Potensi Penerimaan Negara Selain Cukai Tembakau
Operasional Kopdes Harus Berjalan Sehat dan Mandiri
Pemerintah Harus Siapkan Langkah Mitigasi Ekonomi Dampak Geopolitik Global

Baca Juga

Selasa, 22 September 2026 - 11:00 WIB

Dolar AS Menguat ke Rp17.890 pada Pembukaan Perdagangan Selasa Pagi

Selasa, 22 September 2026 - 10:58 WIB

Ramai Diburu Kolektor, BI Jelaskan Status Uang Rupiah Bertanda Tangan Purbaya

Selasa, 22 September 2026 - 10:58 WIB

Harga Emas Antam Hari Ini Turun, Berikut Rincian Harga 0,5 Gram hingga 1 Kg

Selasa, 22 September 2026 - 10:49 WIB

Rupiah Melemah 0,16% ke Rp17.876 per Dolar AS pada Selasa Pagi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Indonesia dan Cili Sepakat Perluas Akses Pasar Produk Pertanian

Berita Terbaru

Ilustrasi petugas Bea Cukai memeriksa kontainer. (Dok. Bea Cukai)

Nasional

Bea Cukai Tindak Barang Impor Ilegal Senilai Rp27,339 Miliar

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:57 WIB