Satuteks.com – Pusat pemantauan kematian Eropa mencatat lebih dari 10.000 kematian lebih selama gelombang panas ekstrem pada paruh kedua Juni 2026. Data itu menunjukkan kelompok lanjut usia menjadi korban terbanyak.
Data yang ditinjau koresponden TASS memperlihatkan lonjakan kematian terjadi pada pekan ke-26 tahun 2026, dengan angka kematian berlebih melampaui 10.000 jiwa di seluruh kelompok usia.
Berdasarkan data tersebut, jumlah kematian tertinggi tercatat pada kelompok usia 65 tahun ke atas, dengan lebih dari 9.000 kematian selama periode tersebut.
Data itu juga menunjukkan Belgia dan Prancis mengalami tingkat kematian berlebih yang sangat tinggi dibandingkan negara Eropa lainnya.
Sementara itu, Spanyol, Belanda, dan Swiss dilaporkan mencatat tingkat kematian berlebih dalam kategori moderat menurut data pemantauan tersebut.
Di sisi lain, Inggris Raya, Jerman, dan Italia termasuk negara dengan tingkat kematian berlebih yang relatif rendah selama periode yang sama.
Gelombang panas ekstrem diketahui melanda sebagian besar kawasan Eropa pada paruh kedua Juni 2026.
Suhu udara di sejumlah negara Eropa Barat bahkan dilaporkan menembus lebih dari 40 derajat Celcius selama gelombang panas berlangsung.
Pada 9 Juli, layanan pengamatan dan pemetaan Bumi Eropa, Copernicus, mengonfirmasi Juni 2026 sebagai bulan Juni terpanas yang pernah tercatat.
Copernicus melaporkan suhu udara permukaan rata-rata pada bulan tersebut mencapai 20,74 derajat Celcius, sehingga periode itu dinilai sebagai rekor baru dalam catatan pengamatan iklim Eropa.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





