Satuteks.com – Pemerintah Jepang melaporkan jumlah korban tewas akibat gempa berkekuatan 7,1 magnitudo yang mengguncang Kumamoto, Pulau Kyushu, bertambah menjadi lima orang. Bencana itu juga menyebabkan kerusakan bangunan, jalan retak, dan ribuan rumah kehilangan aliran listrik.
Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang menyebut dua korban ditemukan di dalam pusat perbelanjaan yang mengalami kerusakan parah, sedangkan tiga korban lainnya ditemukan di lokasi berbeda di wilayah Kumamoto.
“Dua jasad ditemukan di pusat perbelanjaan yang rusak parah, sementara tiga korban lainnya berada di lokasi berbeda di Kumamoto,” demikian laporan Badan Penanggulangan Kebakaran dan Bencana Jepang yang dikutip The Straits Times, Rabu (29/7/2026).
Menurut badan tersebut, gempa juga memicu kerusakan pada sejumlah ruas jalan sehingga menghambat akses di beberapa kawasan terdampak.
Selain itu, ribuan rumah dilaporkan masih mengalami pemadaman listrik setelah gempa mengguncang wilayah tersebut.
Tim penyelamat terus bekerja sepanjang malam untuk mengevakuasi korban dari pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto yang mengalami ledakan setelah gempa terjadi.
Dari delapan orang yang berhasil dievakuasi, dua perempuan berusia 20-an tahun dinyatakan meninggal dunia, satu orang dilaporkan mengalami henti jantung dan napas, sedangkan lima korban lainnya mengalami luka-luka yang disebut tidak mengancam jiwa.
Sementara itu, Badan Meteorologi Jepang (JMA) menjelaskan gempa terjadi pada Selasa (28/7/2026) sekitar pukul 16.27 waktu setempat di Pulau Kyushu dengan intensitas tertinggi, yakni skala 7 pada skala intensitas seismik Jepang atau skala Shindo.
“Gempa ini terjadi di daratan, dan belum ada aktivitas tsunami yang teramati sejauh ini. Karena alasan ini, kami berharap dapat mencabut peringatan tsunami pada tahap yang relatif awal, tergantung pada kondisi permukaan laut di masa mendatang,” kata juru bicara Badan Meteorologi Jepang, Selasa (28/7/2026).
JMA juga menyatakan hingga laporan terakhir belum terdeteksi aktivitas tsunami setelah gempa mengguncang wilayah Kumamoto.
Pernyataan tersebut disampaikan setelah otoritas terus memantau kondisi permukaan laut sebagai bagian dari upaya memastikan tidak ada ancaman tsunami lanjutan.
“Kami berharap dapat mencabut peringatan tsunami pada tahap yang relatif awal, tergantung pada kondisi permukaan laut di masa mendatang,” tutup juru bicara Badan Meteorologi Jepang.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





