Satuteks.com – Presiden China Xi Jinping berbicara dengan Perdana Menteri Inggris Andy Burnham melalui sambungan telepon. Xi mendorong kedua negara memperdalam kerja sama meski memiliki sejumlah perbedaan.
Menurut Xi, kepentingan bersama China dan Inggris tetap lebih besar dibanding perbedaan yang dimiliki kedua negara.
Dalam percakapan telepon yang berlangsung Selasa, Xi mengatakan kedua negara perlu saling menghormati dan membangun kepercayaan untuk memperluas kerja sama yang saling menguntungkan, seperti dikutip Xinhua, Rabu (9/9/2026).
“Meskipun sistem sosial dan realitas nasional kedua negara kita berbeda, kepentingan bersama kita lebih besar daripada perbedaan yang ada,” ujar Xi kepada Burnham, sebagaimana dikutip Xinhua.
Xi menilai China dan Inggris perlu mencari titik temu tanpa mengabaikan perbedaan yang masih ada di antara keduanya.
“Kedua negara harus menunjukkan rasa saling menghormati dan saling percaya, melampaui perbedaan, mencari titik temu sembari menerima perbedaan, serta bersama-sama memperluas cakupan kerja sama yang saling menguntungkan,” katanya.
Menurut Xinhua, percakapan tersebut diprakarsai Burnham dan menjadi komunikasi publik pertamanya dengan Xi sejak menjabat sebagai PM Inggris pada Juli.
Burnham menggantikan Keir Starmer yang mengundurkan diri setelah memimpin tahap awal upaya memperbaiki hubungan London dengan Beijing secara hati-hati.
Dalam pernyataan Downing Street, Burnham menyatakan komitmennya untuk membahas berbagai persoalan bilateral secara terbuka dan konstruktif.
Burnham disebut membicarakan keamanan dalam negeri, perang Rusia di Ukraina, Hong Kong, hak asasi manusia, serta sejumlah kasus konsuler yang dinilai penting bagi kedua negara.
Menurut Downing Street, kedua pemimpin juga membahas kerja sama pragmatis untuk mendorong kepentingan China dan Inggris sekaligus menghadapi berbagai tantangan global.
Hubungan China dan Inggris sebelumnya sempat mengalami ketegangan selama bertahun-tahun akibat sejumlah persoalan politik dan keamanan.
Ketegangan tersebut antara lain berkaitan dengan situasi politik Hong Kong, kebijakan Inggris terhadap Huawei, serta kritik London terhadap catatan hak asasi manusia Beijing.
Pada Januari, Starmer menjadi PM Inggris pertama yang mengunjungi China dalam delapan tahun dan menghasilkan belasan kesepakatan kerja sama.
Kunjungan Starmer tersebut juga menghasilkan kesepakatan untuk menurunkan tarif China terhadap produk wiski, menurut bahan sumber.
Di sisi lain, Inggris dalam beberapa tahun terakhir berusaha mengurangi ketergantungannya terhadap China melalui sejumlah kebijakan strategis.
Huawei dilarang beroperasi dalam jaringan 5G Inggris, sementara perusahaan energi China CGN dikeluarkan dari proyek pembangkit listrik tenaga nuklir.
Dalam pembicaraan dengan Burnham, Xi juga meminta Inggris memberikan perlindungan terhadap investor China yang beroperasi di negara tersebut.
“Kami berharap Inggris akan sepenuhnya melindungi hak dan kepentingan yang sah dari para investor China,” kata Xi.
Pernyataan Xi tersebut muncul setelah pemerintah Inggris menasionalisasi British Steel pada Juli, perusahaan yang sebelumnya dimiliki Jingye Steel asal China.
Kementerian Perdagangan China kemudian menentang nasionalisasi tersebut dan menilai pengambilalihan British Steel dilakukan secara “paksa” dengan alasan keamanan nasional.
Jingye juga menuntut kompensasi dan mengancam pemerintah Inggris dengan langkah hukum atas pengambilalihan perusahaan tersebut.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan




