Iran Tegas Tolak Buka Selat Hormuz Sebelum AS Penuhi Tuntutan Syarat Damai

- Editorial Team

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi militer Iran mengawasi Selat Hormuz. (AI)

Ilustrasi militer Iran mengawasi Selat Hormuz. (AI)

Satuteks.com – Kementerian Luar Negeri Iran menegaskan penutupan jalur maritim Selat Hormuz masih berlaku ketat di tengah proses negosiasi rute baru.

Pemerintah Teheran menolak keras pembukaan kembali jalur pelayaran strategis tersebut sebelum Amerika Serikat memenuhi seluruh daftar syarat yang diajukan.

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengonfirmasi negosiasi bersama Oman terkait penetapan rute maritim baru di Selat Hormuz sudah memasuki tahap akhir.

“Hal ini tentu saja tidak berarti bahwa Selat Hormuz dibuka kembali,” ujar Araghchi saat menjelaskan dinamika negosiasi tersebut di Teheran, Senin (10/8/2026).

Menurutnya, penentuan jalur anyar ini murni berfokus pada ranah teknis dan hukum untuk menggantikan rute maritim tahun 1968.

Ia menilai akses perairan vital tersebut baru bisa diakses kembali setelah pihak lawan menyetujui seluruh ketentuan utama.

Kondisi geopolitik di kawasan tersebut dinilai makin rumit lantaran penutupan perairan telah mengubah fungsi rute komersial menjadi wilayah konfrontasi militer.

Kepala Keamanan Iran Mohammad Bagher Zolghadr memaparkan daftar penawaran damai mencakup penghentian agresi di Lebanon, Palestina, Yaman, hingga Irak.

Menurut data yang dihimpun, Teheran juga mendesak pencabutan blokade pelabuhan, penghapusan sanksi ekonomi, hingga pengembalian aset negara yang dibekukan.

Secara terpisah, Garda Revolusi Iran (IRGC) menekankan strategi pertahanan kawasan akan terus memblokir lalu lintas kapal sampai seluruh syarat dipenuhi lawan.

“Hingga musuh menerima semua syarat kami… selat ini kini sebenarnya merupakan medan perang bagi kami, bukan sekadar jalur perairan,” kata pernyataan resmi Garda Revolusi Iran, Minggu (9/8/2026).

Di sisi lain, Ketua Dewan Kebijakan Iran Ayatollah Sadegh Amoli Larijani menyatakan kedaulatan atas Selat Hormuz berada penuh di tangan Republik Islam Iran.

Ia menegaskan pihak redaksi dan pemerintah Teheran tidak akan pernah melunak dalam mempertahankan kendali navigasi perairan maritim tersebut.

“Kita tidak akan menyerah dalam keadaan apa pun, dan Selat Hormuz tidak akan kembali ke kondisi sebelumnya,” tutup Larijani.

Perselisihan ini dipicu oleh aksi blokade efektif Iran sejak pertengahan Februari lalu usai serangan militer Amerika Serikat dan Israel menghantam wilayah mereka.

Otoritas Iran mulai membatasi transit kapal pada awal Maret, yang kemudian menggagalkan upaya gencatan senjata pada April lalu.

Aturan pembukaan perairan ini mempertegas porsi kesepakatan Juni, termasuk pembentukan dana rekonstruksi senilai US$300 miliar bagi ganti rugi Iran.

Merespons tekanan tersebut, Presiden AS Donald Trump mengaku santai mengamati krisis ekonomi serta tingkat inflasi tinggi yang dialami Teheran saat ini.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Harga Minyak Dunia Tembus US$100 Jelang Peluang Pertemuan Trump dan Pezeshkian
PM Singapura Sumbangkan Kenaikan Gaji untuk Amal Selama 5 Tahun
12 Negara Siapkan Sanksi Perdagangan terhadap Permukiman Israel di Tepi Barat
Xi Jinping Dorong Inggris dan China Perluas Kerja Sama Meski Beda Pandangan
Rezeki Nomplok, 7 Buruh Miskin India Temukan Berlian 17,96 Karat Senilai Rp935 Juta
Lithuania Temukan Belasan Terowongan Migran Ilegal
Mojtaba Khamenei Rombak Jajaran Petinggi Militer dan Komando Pasukan IRGC
Otoritas Kolombia Laporkan Korban Tewas Gempa M 7,4 Naik Jadi 132 Orang

Baca Juga

Selasa, 22 September 2026 - 10:49 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus US$100 Jelang Peluang Pertemuan Trump dan Pezeshkian

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

PM Singapura Sumbangkan Kenaikan Gaji untuk Amal Selama 5 Tahun

Rabu, 9 September 2026 - 04:50 WIB

12 Negara Siapkan Sanksi Perdagangan terhadap Permukiman Israel di Tepi Barat

Rabu, 9 September 2026 - 04:46 WIB

Xi Jinping Dorong Inggris dan China Perluas Kerja Sama Meski Beda Pandangan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Rezeki Nomplok, 7 Buruh Miskin India Temukan Berlian 17,96 Karat Senilai Rp935 Juta

Berita Terbaru

Ilustrasi petugas Bea Cukai memeriksa kontainer. (Dok. Bea Cukai)

Nasional

Bea Cukai Tindak Barang Impor Ilegal Senilai Rp27,339 Miliar

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:57 WIB