Iran Ancam Blokir Selat Hormuz Buntut Pernyataan Trump soal Aset Dibekukan

- Editorial Team

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi militer Iran mengawasi Selat Hormuz. (AI)

Ilustrasi militer Iran mengawasi Selat Hormuz. (AI)

Satuteks.com – Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran berencana memblokir pergerakan kapal milik negara atau perusahaan asing yang melintasi jalur strategis Selat Hormuz.

Langkah tegas ini diambil pemerintah Teheran sebagai respons langsung atas gertakan Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai penyitaan aset.

Tindakan balasan tersebut menargetkan pihak-pihak yang mendukung kebijakan Washington terkait pemanfaatan dana sanksi.

“Kami menyatakan kepada semua perusahaan dan negara yang menyambut proposal Trump dan menggunakan aset Iran yang dibekukan… (bahwa) angkatan bersenjata Republik Islam Iran tidak akan mengizinkan kapal mereka untuk melintasi Selat Hormuz,” ujar juru bicara Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya, Selasa (28/7/2026).

Pernyataan keras dari komando militer tertinggi Iran tersebut dipicu oleh rencana aksi sepihak yang diumumkan oleh politisi AS tersebut.

Ancamannya disebut akan menggunakan simpanan finansial Teheran yang diblokir untuk menanggung seluruh kerusakan armada laut di kawasan Teluk.

Penggunaan dana darurat itu dinilai Trump akan terus berjalan sampai ada instruksi atau keputusan baru dari pemerintahannya.

“Pernyataan ini dimaksudkan untuk menyatakan, hingga pemberitahuan lebih lanjut, bahwa mulai saat ini, semua kerusakan yang terjadi pada kapal, kargo, atau apa pun yang terkait dengannya, akan dibayar dengan uang Iran yang dimiliki dan dikendalikan oleh Amerika Serikat,” kata Trump di media sosial Truth dilansir AFP, Jumat (24/7/2026).

Besaran pasti nilai simpanan aset Iran yang saat ini dibekukan di lembaga keuangan dunia sendiri masih belum diketahui.

Eskalasi hubungan diplomatik kedua negara ini dinilai semakin memanas akibat sengketa aturan keselamatan pelayaran di wilayah laut tersebut.

Meski begitu, pemerintah Teheran mengklaim bahwa aktivitas kargo niaga tetap terjamin aman jika pemilik kapal bersedia berkoordinasi.

Langkah pengawasan ketat ini diakui otoritas setempat sebagai bagian dari strategi menjaga stabilitas kawasan jangka panjang.

Selat Hormuz sendiri dikenal luas sebagai koridor perairan paling vital bagi lalu lintas pasokan minyak dan gas bumi global.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Harga Minyak Dunia Tembus US$100 Jelang Peluang Pertemuan Trump dan Pezeshkian
PM Singapura Sumbangkan Kenaikan Gaji untuk Amal Selama 5 Tahun
12 Negara Siapkan Sanksi Perdagangan terhadap Permukiman Israel di Tepi Barat
Xi Jinping Dorong Inggris dan China Perluas Kerja Sama Meski Beda Pandangan
Rezeki Nomplok, 7 Buruh Miskin India Temukan Berlian 17,96 Karat Senilai Rp935 Juta
Lithuania Temukan Belasan Terowongan Migran Ilegal
Mojtaba Khamenei Rombak Jajaran Petinggi Militer dan Komando Pasukan IRGC
Iran Tegas Tolak Buka Selat Hormuz Sebelum AS Penuhi Tuntutan Syarat Damai

Baca Juga

Selasa, 22 September 2026 - 10:49 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus US$100 Jelang Peluang Pertemuan Trump dan Pezeshkian

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

PM Singapura Sumbangkan Kenaikan Gaji untuk Amal Selama 5 Tahun

Rabu, 9 September 2026 - 04:50 WIB

12 Negara Siapkan Sanksi Perdagangan terhadap Permukiman Israel di Tepi Barat

Rabu, 9 September 2026 - 04:46 WIB

Xi Jinping Dorong Inggris dan China Perluas Kerja Sama Meski Beda Pandangan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Rezeki Nomplok, 7 Buruh Miskin India Temukan Berlian 17,96 Karat Senilai Rp935 Juta

Berita Terbaru

Ilustrasi petugas Bea Cukai memeriksa kontainer. (Dok. Bea Cukai)

Nasional

Bea Cukai Tindak Barang Impor Ilegal Senilai Rp27,339 Miliar

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:57 WIB