Iran Ungkap Kerusakan Parah Bandara Bushehr Pasca Serangan Rudal AS

- Editorial Team

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi sebuah bandara hancur akibat serangan rudal. (AI)

Ilustrasi sebuah bandara hancur akibat serangan rudal. (AI)

Satuteks.com – Pemerintah Iran mengonfirmasi fasilitas Bandara Bushehr di wilayah barat daya negara tersebut tidak dapat beroperasi kembali setelah terkena serangan militer Amerika Serikat.

Pernyataan resmi tersebut disampaikan oleh Juru Bicaranya, Fatemeh Mohajerani, usai melakukan peninjauan langsung ke lokasi infrastruktur penerbangan tersebut.

“Kami melihat puing-puing pesawat yang telah direkondisi dan dibeli untuk melayani masyarakat, namun pesawat itu hancur akibat hantaman langsung rudal, sehingga hanya menyisakan sebagian kecil pada bagian ekornya yang masih utuh,” ujar Mohajerani dalam konferensi pers, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, hantaman amunisi tersebut mengakibatkan operasional penerbangan di lokasi itu mengalami kelumpuhan total.

Ia menambahkan, rincian mengenai waktu pasti penyerangan serta tingkat kerusakan fasilitas lainnya belum dapat dipublikasikan secara mendalam.

Di sisi lain, informasi mengenai jatuhnya korban jiwa dalam insiden di kawasan tersebut juga belum dirilis oleh otoritas terkait.

Pengakuan resmi ini mengemuka setelah kondisi keamanan di wilayah Timur Tengah mulai mereda sejak Jumat (24/7/2026).

Penurunan tensi militer tersebut terjadi lantaran Teheran dan Washington sepakat menghentikan gempuran usai perseteruan sengit selama 13 hari sejak 11 Juli 2026.

Konflik bersenjata tersebut diwarnai oleh aksi AS yang melancarkan gelombang serangan udara ke wilayah Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan menargetkan aset militer Washington di negara tetangga.

Perselisihan kedua negara tersebut berpusat pada perebutan kendali Selat Hormuz yang merupakan jalur distribusi energi global.

Pihak Washington menuntut kebebasan navigasi kapal di perairan strategis tersebut tanpa adanya rintangan.

Sementara itu, pihak Teheran menilai kelancaran laluan kapal di area pantai mereka harus tunduk pada mekanisme pengawasan mandiri Iran.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Harga Minyak Dunia Tembus US$100 Jelang Peluang Pertemuan Trump dan Pezeshkian
PM Singapura Sumbangkan Kenaikan Gaji untuk Amal Selama 5 Tahun
12 Negara Siapkan Sanksi Perdagangan terhadap Permukiman Israel di Tepi Barat
Xi Jinping Dorong Inggris dan China Perluas Kerja Sama Meski Beda Pandangan
Rezeki Nomplok, 7 Buruh Miskin India Temukan Berlian 17,96 Karat Senilai Rp935 Juta
Lithuania Temukan Belasan Terowongan Migran Ilegal
Mojtaba Khamenei Rombak Jajaran Petinggi Militer dan Komando Pasukan IRGC
Iran Tegas Tolak Buka Selat Hormuz Sebelum AS Penuhi Tuntutan Syarat Damai

Baca Juga

Selasa, 22 September 2026 - 10:49 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus US$100 Jelang Peluang Pertemuan Trump dan Pezeshkian

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

PM Singapura Sumbangkan Kenaikan Gaji untuk Amal Selama 5 Tahun

Rabu, 9 September 2026 - 04:50 WIB

12 Negara Siapkan Sanksi Perdagangan terhadap Permukiman Israel di Tepi Barat

Rabu, 9 September 2026 - 04:46 WIB

Xi Jinping Dorong Inggris dan China Perluas Kerja Sama Meski Beda Pandangan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Rezeki Nomplok, 7 Buruh Miskin India Temukan Berlian 17,96 Karat Senilai Rp935 Juta

Berita Terbaru

Ilustrasi petugas Bea Cukai memeriksa kontainer. (Dok. Bea Cukai)

Nasional

Bea Cukai Tindak Barang Impor Ilegal Senilai Rp27,339 Miliar

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:57 WIB