Satuteks.com – Serbuan puluhan ribu migran ilegal asal Maroko menuju Ceuta, Spanyol, berujung pada tragedi kemanusiaan yang memakan korban jiwa.
Pejabat setempat mengonfirmasi bahwa jumlah korban meninggal dunia dalam insiden tersebut kini telah melonjak menjadi 77 orang.
Peningkatan angka kematian ini mencatatkan kenaikan dari laporan sebelumnya yang mencatat sebanyak 75 korban jiwa.
Sebagian besar korban dilaporkan tenggelam saat memaksakan diri berenang melintasi barikade Laut Mediterania sejak tanggal 30 Juli lalu.
Petaka kemanusiaan di perbatasan laut ini mendadak memicu ketegangan diplomatik skala luas antara Spanyol dan sekutunya di Uni Eropa.
Tim gabungan ahli forensik bersama Garda Sipil Spanyol secara resmi mengumumkan penemuan total 79 jenazah di perairan Ceuta.
Namun, petugas menyimpulkan bahwa dua jasad di antaranya ditemukan sebelum gelombang migrasi besar terjadi, yakni pada 29 dan 30 Juli awal.
Oleh karena itu, otoritas mengonfirmasi bahwa total korban tewas yang murni berkaitan dengan gelombang penyeberangan massal ini berjumlah 77 orang.
Hingga kini, tim medis telah menyelesaikan proses otopsi terhadap 77 jasad serta berhasil mengidentifikasi dua korban melalui pencocokan sidik jari.
Pemerintah Spanyol membeberkan fakta bahwa sebanyak 70.000 dari total 72.000 migran yang tiba di Ceuta telah dikembalikan ke Maroko.
Para migran yang masih bertahan di kawasan perbatasan tersebut kini harus menghadapi situasi hidup yang sangat memprihatinkan.
Kondisi ini makin diperparah oleh minimnya akses mereka terhadap tempat beralur, pasokan makanan, air bersih, hingga fasilitas sanitasi dasar.
Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.
❤ Beri Dukungan





