Ada Transaksi Tak Wajar, Saham FUJI dan BHAT Masuk UMA

- Editorial Team

Senin, 29 Juni 2026 - 11:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi grafik bursa saham. (Dok. mandirisekuritas)

Ilustrasi grafik bursa saham. (Dok. mandirisekuritas)

Satuteks.com – Bursa Efek Indonesia (BEI) memantau ketat pergerakan Unusual Market Activity (UMA) terhadap dua saham emiten.

Langkah ini diambil otoritas pasar modal lantaran adanya indikasi pergerakan harga dan transaksi yang tidak wajar pada saham tersebut.

Pengawasan intensif ini menyasar saham PT Fuji Finance Indonesia Tbk (FUJI) dan saham PT Bhakti Multi Artha Tbk (BHAT). Kedua saham ini dinilai bergerak di luar kebiasaan transaksi yang normal.

“Pengumuman Unusual Market Activity (UMA) tidak serta merta menunjukkan adanya pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan di bidang pasar modal,” tulis BEI dalam keterangan resmi di Jakarta pada Senin (29/6/2026).

Pihak bursa menjelaskan, pemantauan ini menjadi bentuk perlindungan bagi para pelaku pasar. Atas dasar itu, pergerakan harian kedua saham tersebut kini masuk dalam radar pemantauan berkala.

Manajemen BEI menegaskan, pengawasan ini dilakukan agar perdagangan saham di pasar modal tetap berjalan teratur, wajar, dan efisien. Penilaian terhadap volatilitas ini murni didasarkan pada pergerakan data transaksi terkini.

“Sehubungan dengan terjadinya UMA atas saham-saham tersebut, perlu kami sampaikan bahwa Bursa saat ini sedang mencermati perkembangan pola transaksi saham ini,” tulisnya.

Bursa juga memberikan imbauan khusus kepada para investor dalam mengambil keputusan finansial ke depan. Langkah preventif diharapkan bisa meminimalkan risiko kerugian yang tidak terduga.

Pihak otoritas meminta para pemodal untuk mencermati jawaban emiten atas permintaan konfirmasi bursa. Selain itu, para pelaku pasar diharapkan terus memantau kinerja emiten beserta seluruh keterbukaan informasinya.

Rencana aksi korporasi (corporate action) perusahaan yang belum mendapatkan persetujuan RUPS juga wajib dikaji kembali oleh investor. Segala kemungkinan yang timbul di kemudian hari harus dipertimbangkan secara matang sebelum bertransaksi.

Sebagai konteks, saham FUJI terpantau anjlok 26,9% dalam sebulan terakhir, serta menukik hingga 70,3% sejak awal tahun. Sebaliknya, saham BHAT justru melejit 156,7% dalam sebulan dan melesat 62,5% secara year-to-date.

Investor kini didorong untuk lebih rasional dan tidak berspekulasi berlebihan terhadap dinamika pergerakan kedua saham tersebut. Keputusan investasi yang objektif sangat diperlukan di tengah fluktuasi harga yang tinggi ini.

“Selanjutnya, juga mengkaji kembali rencana corporate action emiten apabila rencana tersebut belum mendapatkan persetujuan RUPS, serta mempertimbangkan berbagai kemungkinan yang dapat timbul di kemudian hari sebelum melakukan pengambilan keputusan investasi,” tutup manajemen BEI.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Indonesia dan Cili Sepakat Perluas Akses Pasar Produk Pertanian
Komisi XI DPR Dorong Bea Cukai Jawa Timur Gali Potensi Penerimaan Negara Selain Cukai Tembakau
Operasional Kopdes Harus Berjalan Sehat dan Mandiri
Pemerintah Harus Siapkan Langkah Mitigasi Ekonomi Dampak Geopolitik Global
Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri Agro Melalui Peningkatan Kapasitas Ekspor
Mendag Dorong Penguatan Kerjasama Ekonomi Indonesia dan Thailand Melalui Forum Bisnis
Harga Emas Dunia Bergerak Naik Saat Kurs Dolar AS Melemah
Purbaya Siapkan Strategi Fiskal Agresif Demi Pertumbuhan Ekonomi 6%
Tag :

Baca Juga

Minggu, 30 Agustus 2026 - 07:09 WIB

Indonesia dan Cili Sepakat Perluas Akses Pasar Produk Pertanian

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:25 WIB

Komisi XI DPR Dorong Bea Cukai Jawa Timur Gali Potensi Penerimaan Negara Selain Cukai Tembakau

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Operasional Kopdes Harus Berjalan Sehat dan Mandiri

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:20 WIB

Pemerintah Harus Siapkan Langkah Mitigasi Ekonomi Dampak Geopolitik Global

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 14:11 WIB

Kemenperin Perkuat Daya Saing Industri Agro Melalui Peningkatan Kapasitas Ekspor

Berita Terbaru

Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong. (Dok. Setpres)

Internasional

PM Singapura Sumbangkan Kenaikan Gaji untuk Amal Selama 5 Tahun

Rabu, 9 Sep 2026 - 04:52 WIB