Kemenperin Tawarkan Kawasan Industri Indonesia kepada Investor Rusia di INNOPROM 2026

- Editorial Team

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Dok. Kemenperin)

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita. (Dok. Kemenperin)

Satuteks.com – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menawarkan potensi kawasan industri Indonesia kepada pemerintah dan pelaku usaha Rusia dalam ajang INNOPROM 2026 di Ekaterinburg. =

Langkah ini ditempuh untuk memperluas investasi sekaligus mendorong pembentukan klaster industri internasional yang saling menguntungkan.

Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita menjelaskan, promosi tersebut menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam mempercepat pemerataan industrialisasi sekaligus meningkatkan daya saing sektor manufaktur nasional melalui pengembangan kawasan industri.

“Pengembangan kawasan industri merupakan bagian dari strategi pemerintah untuk mempercepat pemerataan industrialisasi sekaligus memperkuat daya saing manufaktur nasional. Kawasan industri memainkan peranan penting dalam mempercepat transformasi industri nasional, ekosistem terintegrasi yang mendukung hilirisasi, peningkatan nilai tambah, penyerapan tenaga kerja, hingga daya saing industri nasional di tingkat global,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita dalam sesi Business Talk – Panel Discussion Dialogue between Russian and Indonesian SEZs/Industrial Estate: Regulatory Harmonization and The Development of International Industrial Clusters di Ekaterinburg, Rusia, Selasa (8/7).

Menurut Agus, optimisme terhadap pengembangan kawasan industri turut didukung oleh capaian investasi yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Sepanjang 2025, kawasan industri tercatat menarik investasi sebesar Rp6.744,58 triliun atau tumbuh 9,26% dibandingkan tahun sebelumnya, serta menyerap sekitar 2,35 juta tenaga kerja.

Direktur Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional (KPAII) Tri Supondy menilai harmonisasi regulasi menjadi fondasi penting agar investasi kawasan industri antara Indonesia dan Rusia dapat berjalan lebih kondusif.

“Harmonisasi regulasi antara Indonesia dan Rusia menjadi kunci untuk memastikan setiap investasi kawasan industri berjalan efisien, transparan, dan saling menguntungkan bagi kedua negara. Kami berharap dialog ini dapat menjadi landasan bagi kemitraan jangka panjang, tidak hanya dalam hal investasi, tetapi juga transfer pengetahuan dan pengembangan kapasitas kawasan industri kedua negara,” ucap Tri.

Ia menjelaskan, dialog tersebut mempertemukan unsur pemerintah, asosiasi kawasan industri, serta pengelola kawasan industri dari Indonesia dan Rusia untuk membahas peluang investasi, pengembangan kawasan industri, hingga pembentukan klaster industri internasional yang saling terhubung.

Hingga triwulan II 2026, Indonesia memiliki 180 kawasan industri yang dihuni hampir 12 ribu perusahaan atau tenan.

Pengembangannya dilakukan melalui empat pendekatan, yakni kawasan berteknologi tinggi, kawasan berbasis hilirisasi sumber daya alam, kawasan hemat air di luar Pulau Jawa, serta kawasan padat karya di Pulau Jawa guna meningkatkan efisiensi logistik nasional.

Menurut Kemenperin, pemerintah juga menyediakan berbagai insentif fiskal dan nonfiskal untuk meningkatkan daya tarik investasi. Fasilitas tersebut meliputi kemudahan perizinan berbasis risiko, status Objek Vital Nasional, pemberian Harga Gas Bumi Tertentu (HGBT), restrukturisasi mesin industri, insentif perpajakan, hingga pembebasan bea masuk mesin dan bahan baku melalui skema masterlist. Selain itu, tingkat upah yang kompetitif di sejumlah kawasan industri juga ditawarkan sebagai daya tarik bagi investor manufaktur.

Sebagai contoh pengembangan kawasan industri, Kemenperin memaparkan kinerja Kendal Special Economic Zone (Kendal SEZ). Hingga 2025, kawasan hasil kerja sama Jababeka & Co. dan Sembcorp Urban Development Singapura itu telah mencatat investasi kumulatif sebesar Rp187,05 triliun serta menyerap lebih dari 76 ribu tenaga kerja.

Kemenperin menjelaskan, Kendal SEZ saat ini menampung 142 badan usaha dari berbagai negara dengan sektor fesyen, otomotif, energi terbarukan, dan elektronika sebagai sektor utama. Tingginya tingkat okupansi mendorong pengembangan Ecosystem Hub seluas 1.200 hektar yang diproyeksikan menyerap hingga 250 ribu tenaga kerja dengan tambahan investasi sekitar Rp370 triliun.

Dialog harmonisasi regulasi tersebut juga melengkapi penandatanganan Nota Kesepahaman antara Himpunan Kawasan Industri Indonesia (HKI) dan Association of Clusters, Technology Parks and SEZs of Russia yang berlangsung sehari sebelumnya di Ekaterinburg. “Kami berharap dialog ini dapat menjadi landasan bagi kemitraan jangka panjang, tidak hanya dalam hal investasi, tetapi juga transfer pengetahuan dan pengembangan kapasitas kawasan industri kedua negara,” tutup Tri.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Cara Membaca Arah Ekonomi Melalui Rumus Produk Domestik Bruto
Wamendag Roro Dorong Diversifikasi Ekspor untuk Perkuat Ketahanan Perdagangan Indonesia
Pemerintah Sebut Stimulus Transportasi Berjalan Optimal dan Dorong Aktivitas Ekonomi Daerah
Habib Idrus Usul Ekosistem Keuangan Syariah Jadi Pilar Utama RUU PFII
Kemenperin Perkuat Ekosistem Industri Halal untuk Dongkrak Daya Saing Global
Mengenal Perbedaan Inflasi, Deflasi, dan Stagflasi serta Dampaknya ke Dompet Anda
OJK Terbitkan Aturan Baru untuk Bank Perekonomian Rakyat
Dampak Nyata Kenaikan BI Rate Terhadap Angsuran KPR Floating Anda

Baca Juga

Senin, 13 Juli 2026 - 19:18 WIB

Cara Membaca Arah Ekonomi Melalui Rumus Produk Domestik Bruto

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:19 WIB

Kemenperin Tawarkan Kawasan Industri Indonesia kepada Investor Rusia di INNOPROM 2026

Jumat, 10 Juli 2026 - 14:09 WIB

Wamendag Roro Dorong Diversifikasi Ekspor untuk Perkuat Ketahanan Perdagangan Indonesia

Selasa, 7 Juli 2026 - 19:28 WIB

Pemerintah Sebut Stimulus Transportasi Berjalan Optimal dan Dorong Aktivitas Ekonomi Daerah

Senin, 6 Juli 2026 - 21:01 WIB

Habib Idrus Usul Ekosistem Keuangan Syariah Jadi Pilar Utama RUU PFII

Berita Terbaru

Ilustrasi phising. (Foto: Pexels)

Teknologi

Mengenal Apa itu Phishing dan Cara Ampuh Menghindari Link Palsu

Selasa, 14 Jul 2026 - 06:10 WIB

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Ni Made Ayu Marthini. (Dok. Kemenpar)

Nasional

Kemenpar Perkuat Promosi Pariwisata Jakarta di Pasar Tiongkok

Selasa, 14 Jul 2026 - 06:02 WIB