AS Resmi Larang Impor Robot Humanoid dan Inverter China, Ini Alasannya

- Editorial Team

Rabu, 29 Juli 2026 - 15:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tampilan dekat robot mainan futuristik bermata biru. (Foto: Pexels)

Tampilan dekat robot mainan futuristik bermata biru. (Foto: Pexels)

Satuteks.com – Presiden Amerika Serikat Donald Trump resmi memberlakukan larangan impor robot humanoid, robot anjing, dan perangkat power inverter asal China.

Kebijakan itu diterapkan untuk memperkuat keamanan rantai pasok kecerdasan buatan (AI) sekaligus melindungi kepentingan nasional Amerika.

Menurut Komisi Komunikasi Federal (FCC), aturan tersebut juga ditujukan untuk mendorong industri strategis memindahkan kembali fasilitas manufakturnya ke Amerika Serikat.

“Perangkat-perangkat ini berpotensi menciptakan celah kerentanan pada rantai pasok yang dapat mengganggu stabilitas ekonomi serta keamanan nasional AS, sekaligus menimbulkan risiko siber bagi infrastruktur vital Amerika,” kata FCC dalam keterangan resminya, dikutip Reuters, Rabu (29/7/2026).

FCC menjelaskan, larangan itu diumumkan pada Selasa (28/7/2026) dan langsung berlaku untuk produk robot humanoid, robot anjing, serta power inverter buatan China yang belum dirilis ke pasar.

Menurut FCC, perangkat inverter memiliki fungsi penting untuk menghubungkan sumber energi terbarukan dan baterai dengan jaringan listrik maupun infrastruktur pusat data.

Ketua FCC Brendan Carr mengatakan instansinya akan terus berperan aktif menjaga keamanan rantai pasok nasional dari berbagai potensi ancaman.

Para analis memproyeksikan robot humanoid berbasis AI akan digunakan secara luas di sektor industri maupun konsumen, sementara pembangunan pusat data di Amerika disebut sangat bergantung pada pasokan inverter yang andal.

Sebelumnya, Menteri Keuangan Scott Bessent memperingatkan perusahaan AI asal China dapat dikenai sanksi apabila terbukti mencuri hak kekayaan intelektual milik Amerika Serikat.

Menurut para pejabat AS, pemerintah juga berupaya mencegah ketergantungan terhadap material tanah jarang yang selama ini didominasi China sehingga dapat dimanfaatkan sebagai alat tawar dalam diplomasi internasional.

Aturan tersebut hanya menyasar model robot dan inverter yang belum dipasarkan, tetapi FCC disebut tetap memiliki kewenangan mencabut izin penjualan produk yang sebelumnya telah memperoleh izin edar di Amerika Serikat.

Kebijakan itu diperkirakan berdampak besar terhadap Unitree yang menguasai hampir seperlima pangsa pasar robot humanoid global dan baru dimasukkan Departemen Pertahanan AS ke daftar perusahaan yang didukung militer China.

Unitree sebelumnya menjalin kemitraan dengan Nvidia untuk memakai chip AI Blackwell sebagai otak robotnya, sedangkan Nvidia menyatakan data robot tetap berada di Amerika dan mayoritas pelanggan Unitree berasal dari lembaga akademik serta penelitian di negara tersebut.

“Robot-robot ini mengumpulkan data yang berpotensi dimanfaatkan oleh pihak tak bertanggung jawab untuk mengawasi warga Amerika, meningkatkan kemampuan intelijen asing, atau mengendalikan robot secara jarak jauh,” ungkap FCC.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Harga Minyak Dunia Tembus US$100 Jelang Peluang Pertemuan Trump dan Pezeshkian
PM Singapura Sumbangkan Kenaikan Gaji untuk Amal Selama 5 Tahun
12 Negara Siapkan Sanksi Perdagangan terhadap Permukiman Israel di Tepi Barat
Xi Jinping Dorong Inggris dan China Perluas Kerja Sama Meski Beda Pandangan
Rezeki Nomplok, 7 Buruh Miskin India Temukan Berlian 17,96 Karat Senilai Rp935 Juta
Lithuania Temukan Belasan Terowongan Migran Ilegal
Mojtaba Khamenei Rombak Jajaran Petinggi Militer dan Komando Pasukan IRGC
Iran Tegas Tolak Buka Selat Hormuz Sebelum AS Penuhi Tuntutan Syarat Damai

Baca Juga

Selasa, 22 September 2026 - 10:49 WIB

Harga Minyak Dunia Tembus US$100 Jelang Peluang Pertemuan Trump dan Pezeshkian

Rabu, 9 September 2026 - 04:52 WIB

PM Singapura Sumbangkan Kenaikan Gaji untuk Amal Selama 5 Tahun

Rabu, 9 September 2026 - 04:50 WIB

12 Negara Siapkan Sanksi Perdagangan terhadap Permukiman Israel di Tepi Barat

Rabu, 9 September 2026 - 04:46 WIB

Xi Jinping Dorong Inggris dan China Perluas Kerja Sama Meski Beda Pandangan

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 17:52 WIB

Rezeki Nomplok, 7 Buruh Miskin India Temukan Berlian 17,96 Karat Senilai Rp935 Juta

Berita Terbaru

Ilustrasi petugas Bea Cukai memeriksa kontainer. (Dok. Bea Cukai)

Nasional

Bea Cukai Tindak Barang Impor Ilegal Senilai Rp27,339 Miliar

Selasa, 22 Sep 2026 - 10:57 WIB