DPR Amerika Serikat Selidiki Dugaan Korupsi FIFA dan Donald Trump

- Editorial Team

Rabu, 29 Juli 2026 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Dok. Kementerian Perang AS)

Presiden Amerika Serikat Donald Trump. (Dok. Kementerian Perang AS)

Satuteks.com – DPR Amerika Serikat mulai mengusut dugaan kasus korupsi yang menyeret organisasi Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

Lembaga legislatif tersebut juga mendalami indikasi kesepakatan gelap atau quid pro quo antara badan sepak bola dunia itu dengan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Anggota Komite Kehakiman DPR AS dari Partai Demokrat, Jamie Raskin mengumumkan secara resmi langkah penyelidikan terhadap FIFA tersebut pada Selasa (28/7/2026).

“Praktik quid pro quo terbaru yang diatur oleh FIFA dan Presiden Trump bukanlah kejahatan tanpa korban,” tegas Jamie Raskin dalam surat resminya kepada Presiden FIFA Gianni Infantino.

Ia mengungkapkan, FIFA ditengarai sengaja memanfaatkan kedekatannya dengan Trump demi memperoleh keistimewaan hukum. Langkah tak etis tersebut dinilai bertujuan menghentikan pengusutan berbagai skandal korupsi besar yang melibatkan induk organisasi sepak bola itu.

Menurutnya, kedekatan politik tersebut juga dimanfaatkan FIFA untuk menerapkan kebijakan penetapan harga tiket Piala Dunia yang tergolong ilegal. Praktik obral tiket tersebut dinilai merugikan masyarakat melalui taktik penjualan yang curang dan manipulatif.

Ia menambahkan, tata kelola di bawah kepemimpinan Infantino disinyalir sengaja melemahkan sistem pengawasan etika internal. Langkah pembiaran ini dilakukan demi memuluskan hubungan personal organisasi tersebut dengan pihak Istana Kepresidenan AS.

Pemerintahan Trump juga disebut telah mengabaikan penegakan hukum antikorupsi di tubuh organisasi olahraga global tersebut.

Padahal, Departemen Kehakiman AS sebelumnya telah membongkar skandal suap hak siar media bernilai fantastis.

Raskin membeberkan, penelusuran awal pihak berwenang berhasil membongkar kasus suap dan komisi ilegal senilai lebih dari US$ 200 juta. Pembayaran dana gelap tersebut melibatkan jajaran terdakwa yang berasal dari 20 negara lebih.

Namun, ia menyayangkan keputusan pemerintahan Trump yang mendadak menghentikan proses hukum setelah memperoleh sejumlah vonis bersalah. Penghentian kasus ini dinilai membuat para pelaku penyuapan bisa melenggang bebas dari hukuman.

Penyelidikan DPR AS ini dipastikan bakal menyoroti pula skema penetapan harga dinamis serta penurunan kelas kursi secara mendadak. Praktik komersialisasi tiket Piala Dunia tersebut dinilai sangat merugikan para penggemar sepak bola.

Untuk mendalami kasus ini, Komite Kehakiman DPR AS meminta dokumen komunikasi serta bukti pemberian fasilitas khusus kepada pihak Trump. Pihaknya turut mendesak pimpinan FIFA untuk menyerahkan daftar tamu kantor New York yang bertempat di Trump Tower.

Sebagai informasi, istilah quid pro quo merujuk pada pertukaran imbalan atau keuntungan tertentu yang kerap berujung pada tindakan tidak etis maupun melanggar hukum.

Penyelidikan skandal pertukaran fasilitas ini dipastikan bakal menghadirkan pimpinan tertinggi organisasi sepak bola dunia secara langsung.

“Kami juga meminta Infantino untuk hadir langsung di hadapan Komite Kehakiman DPR AS guna dimintai keterangan,” tutup Raskin.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Mojtaba Khamenei Rombak Jajaran Petinggi Militer dan Komando Pasukan IRGC
Iran Tegas Tolak Buka Selat Hormuz Sebelum AS Penuhi Tuntutan Syarat Damai
Otoritas Kolombia Laporkan Korban Tewas Gempa M 7,4 Naik Jadi 132 Orang
Ribuan Warga Terdampak Banjir Bandang yang Menerjang Wilayah India Timur Laut
Australia Naikkan Pungutan Platform Teknologi untuk Dukung Media Berita Lokal
Pejabat Spanyol Sebut Jumlah Korban Jiwa Krisis Migran Ceuta Naik Jadi 77 Orang
Kelompok Houthi Lancarkan Serangan Drone ke Bandara Najran Arab Saudi
Iran Sindir Sikap Ganda Amerika Serikat Terkait Ancaman Serangan dan Negosiasi

Baca Juga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:04 WIB

Mojtaba Khamenei Rombak Jajaran Petinggi Militer dan Komando Pasukan IRGC

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Iran Tegas Tolak Buka Selat Hormuz Sebelum AS Penuhi Tuntutan Syarat Damai

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:39 WIB

Otoritas Kolombia Laporkan Korban Tewas Gempa M 7,4 Naik Jadi 132 Orang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:47 WIB

Ribuan Warga Terdampak Banjir Bandang yang Menerjang Wilayah India Timur Laut

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:29 WIB

Australia Naikkan Pungutan Platform Teknologi untuk Dukung Media Berita Lokal

Berita Terbaru

Hacker Korut Rancang AI untuk Otomatisasi Serangan Siber. (Foto: Pexels)

Teknologi

Hacker Korut Rancang AI untuk Otomatisasi Serangan Siber

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:05 WIB

Meta Rilis AI Muse Glimmer. (MarkTechPost)

Teknologi

Meta Rilis AI Muse Glimmer, Bisa Akses Tanpa Internet

Selasa, 11 Agu 2026 - 15:05 WIB