Iran Sindir Sikap Ganda Amerika Serikat Terkait Ancaman Serangan dan Negosiasi

- Editorial Team

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:22 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi peluncuran rudal Iran. (AI)

Ilustrasi peluncuran rudal Iran. (AI)

Satuteks.com – Pemerintah Iran menyindir sikap ganda Amerika Serikat yang dinilai memicu eskalasi konflik melalui media massa. Di saat bersamaan, Washington disebut mendesak adanya negosiasi secara tertutup lewat saluran resmi.

Juru Bicara Komisi Keamanan Nasional dan Kebijakan Luar Negeri Parlemen Iran, Hassan Ghashghavi menegaskan hal tersebut guna merespons retorika ancaman dari AS.

Menurut Hassan, dinamika peperangan tidak akan mengubah posisi Teheran dalam memegang kendali penuh atas navigasi di Selat Hormuz.

“Di media, mereka berbicara tentang eskalasi, sementara melalui saluran yang ada mereka menuntut negosiasi,” kata Hassan dilansir Al-Jazeera, Minggu (2/8/2026).

Ia menekankan bahwa pihak luar tidak akan bisa mengelabui Republik Islam Iran melalui berbagai taktik gertakan diplomasi.

“Mereka tidak dapat menipu Republik Islam Iran. Baik dengan eskalasi atau negosiasi, pengaturan Iran untuk jalur melalui Selat Hormuz adalah satu-satunya pilihan yang tersedia,” tutup Hassan.

Sementara itu, keraguan atas keberanian Washington turut dilayangkan oleh Presiden Kamar Dagang dan Industri Iran-China Majidreza Hariri.

Menurut Hariri, Amerika Serikat tidak memiliki keberanian nyata untuk melumpuhkan jaringan energi strategis milik negaranya.

“Mereka tidak memiliki keberanian untuk melaksanakannya karena ketahanan Iran jauh lebih besar daripada negara-negara di kawasan ini dalam menghadapi penghancuran infrastruktur,” kata Hariri dalam unggahannya di X.

Ketahanan sektor energi Iran sendiri disokong oleh sistem jaringan listrik terdesentralisasi yang mencakup hingga 150 pembangkit di seluruh wilayah negara.

Luasnya jangkauan infrastruktur tersebut dinilai membuat skenario pemadaman listrik secara nasional melalui serangan udara menjadi sangat sulit direalisasikan.

☕ Traktir Kopi

Suka dengan artikel kreator ini? Berikan apresiasi Anda agar kami terus semangat menyajikan artikel/berita berkualitas.

❤ Beri Dukungan

Baca Juga

Mojtaba Khamenei Rombak Jajaran Petinggi Militer dan Komando Pasukan IRGC
Iran Tegas Tolak Buka Selat Hormuz Sebelum AS Penuhi Tuntutan Syarat Damai
Otoritas Kolombia Laporkan Korban Tewas Gempa M 7,4 Naik Jadi 132 Orang
Ribuan Warga Terdampak Banjir Bandang yang Menerjang Wilayah India Timur Laut
Australia Naikkan Pungutan Platform Teknologi untuk Dukung Media Berita Lokal
Pejabat Spanyol Sebut Jumlah Korban Jiwa Krisis Migran Ceuta Naik Jadi 77 Orang
Kelompok Houthi Lancarkan Serangan Drone ke Bandara Najran Arab Saudi
AS Resmi Larang Impor Robot Humanoid dan Inverter China, Ini Alasannya

Baca Juga

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:04 WIB

Mojtaba Khamenei Rombak Jajaran Petinggi Militer dan Komando Pasukan IRGC

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:41 WIB

Iran Tegas Tolak Buka Selat Hormuz Sebelum AS Penuhi Tuntutan Syarat Damai

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:39 WIB

Otoritas Kolombia Laporkan Korban Tewas Gempa M 7,4 Naik Jadi 132 Orang

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 13:47 WIB

Ribuan Warga Terdampak Banjir Bandang yang Menerjang Wilayah India Timur Laut

Rabu, 5 Agustus 2026 - 08:29 WIB

Australia Naikkan Pungutan Platform Teknologi untuk Dukung Media Berita Lokal

Berita Terbaru

Hacker Korut Rancang AI untuk Otomatisasi Serangan Siber. (Foto: Pexels)

Teknologi

Hacker Korut Rancang AI untuk Otomatisasi Serangan Siber

Selasa, 11 Agu 2026 - 16:05 WIB

Meta Rilis AI Muse Glimmer. (MarkTechPost)

Teknologi

Meta Rilis AI Muse Glimmer, Bisa Akses Tanpa Internet

Selasa, 11 Agu 2026 - 15:05 WIB